M :
itu dia pointnya.
mencintai sesuatu entah itu orang atau tuhan, mengapa diexpresikan
dengan memberikan hal yang belum tentu dibutuhkan oleh sesuatu itu?
mencintai seseorang bukankah memberikan seseorang itu apa yang DIBUTUHKAN nya?
mencintai istri, berikanlah hal yang dibutuhkannya. perhatian, cinta,
kasih, tidak melulu hal2 lahiriah macem kado, rumah, mobil, dsb.
sementara mencintai tuhan, apakah yang dibutuhkan tuhan dari manusia?
tuhan membutuhkan hati manusia. hati yang bersih, yang jernih, hati
yang bisa menjadi saluran dari cinta tuhan.
berpikir positif itu ok, tapi dengan membangun kubah emas, ada
kemungkinan yang diliat adalah kubah emasnya dan bukan tuhannya.
apa pikiran seperti itu tidak positif?


2008/9/16 Mentari Pagi <[EMAIL PROTECTED]>:
> Kubah emas? tentu bukan hal yang sepele.
> Artinya, orang yang membangun masjid dengan kubah emas, berarti orang itu
> sangat mencintai Allah sehingga membuat rumah Allah dari bahan yang mahal
> harganya. Seperti halnya jika anda mencintai, istri muda anda misalnya.
> Pastilah untuk selalu mendapatkan cintanya anda akan berbuat apa saja
> termasuk membuatkan rumah yang indah untuknya.
>
> Kubah emas itu tak akan menandingi keindahan dan keagungan Allah, justru
> orang yang datang dan beribadah ke masjid kubah akan semakin mengagumi dan
> mengakui kebesaran Allah sehingga ada orang yang rela membuatkannya rumah
> dari emas.
>
> Selalu berpikirlah positif, jika anda tak mampu untuk berbuat sama seperti
> orang yang telah membuat masjid kubah emas, maka hargailah dia, jangan
> lantas menjadi penghujat dan mencari-cari keburukan dari kebaikan yang telah
> dilakukan oleh orang lain.
>
> --- On Mon, 9/15/08, Hati Nurani <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> From: Hati Nurani <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Memuji dibalas menghina.....Re: [zamanku] Kembali ke ajaran ISLAM
> Re: Itu emas buat fakir miskin aje, Allah kan udah kaya..
> To: zamanku@yahoogroups.com
> Date: Monday, September 15, 2008, 9:15 AM
>
>
> He.....he... ... masih lebih parah dengan si ROSLINA,
> Coba bayangkan saya 'memuji' ajaran ALKITAB yang sangat SUFI, tapi
> balasannya malah menghina agama ISLAM....... ..coba anda renungkan... .....
>
> Itupun kalau dia 'mampu' berdiskusi dengan yang dia lontarkan sih gak papa,
> tetapi kalau terus DIAM seribu bahasa ?????
>
> Salam,
>
> --- On Mon, 9/15/08, methos z <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
>
> From: methos z <[EMAIL PROTECTED] com>
> Subject: Re: [zamanku] Kembali ke ajaran ISLAM Re: Itu emas buat fakir
> miskin aje, Allah kan udah kaya..
> To: [EMAIL PROTECTED] .com
> Date: Monday, September 15, 2008, 4:25 AM
>
> M :
> kenapa tiap ada kritikan terhadap hal yang berbau islam, selalu
> larinya ke agama lain?
> apa jalan pikir kebanyakan orang islam selalu begitu?
> selama ini kalo gue ngritik hal yang berbau islam, pasti ada aja yang
> larinya ke agama lain.
> tanya kenapa?
>
> 2008/9/15 tawangalun <[EMAIL PROTECTED] com>:
>> Kan gelasnya Paus kalau pas ada acara Paskah di Sint Peter itu
>> gelasnya gede dan dari emas juga.Opo nanti keindahan gelas tsb tdk
>> akan memudarkan keindahan Yesus ?
>>
>> Shalom,
>> Tawangalun.
>>
>> - In [EMAIL PROTECTED] .com, "methos z" <[EMAIL PROTECTED] > wrote:
>>>
>>> M :
>>> ada banyak bahan yang gak karatan selain emas.
>>> ada banyak cara membuat indah dan fungsional, sebagian besar
>>> ditentukan oleh desainnya.
>>> tapi dalam hal rumah ibadah, hal yang paling indah adalah jika di
>>> dalam rumah ibadah itu kita bisa menemukan suasana damai dan
>>> kebersamaan dalam tuhan.
>>> dan itu bukan ditentukan oleh bahan pembuat rumah ibadah itu.
>>> tanpa suasana itu, rumah ibadah itu gak banyak beda dengan mall.
>>>
>>> jika orang datang ke mesjid hanya karena keindahan kubah emasnya,
>>> bukankah berarti kubah emas itu telah mengalahkan keindahan tuhan?
>>> keindahan tuhan terkubur dalam kubah emas yang indah?
>>> dan rumah ibadah bukannya justru harus menampakkan keindahan tuhan ?
>>> dimanakah fokus itu berada? tuhan ataukah kubah emas?
>>> apa ini hal yang sepele?
>
>
> 

Kirim email ke