- In zamanku@yahoogroups.com, Yogi Triyuniardi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Hadits Shahih Bukhari no.1557 :
> "Dari Hisyam r.a. katanya : Siti Khadijah wafat tiga tahun sebelum 
nabi SAW pindah ke Medinah. Beliau tidak kawin selama dua tahun 
kurang. Dan beliau mengawini Siti Aisyah ketika ia berusia enam 
tahun. Kemudian beliau serumah dengan dia setelah Aisyah berusia 
sembilan tahun."
> Benar atau tidak? Muhamad umur 50 tahun lebih kawin dengan anak 
perempuan usia 6 tahun? Mohon penjelasannya.

Tawangalun:
Benar tdk nya saya gak tahu sebab HMNA punya bukti lain.
Katakanlah benar itu bagi saya rapopo sebab mBah putri saya ketika th 
1930 kawin belum M dan masih main pasaran.Nyatanya saya dan sdr saya 
gak yo sehat2 wae itu.Dan bisa jadi banyak rekan2 dimilis ini yang 
mbahnya dulu th 1930 biasa mengalami itu.
 
> to be continued.....
> Isteri keempat - Hafsyah, putri umar.
> Pada waktu itu, Muhammad mengambil isteri keempat, Hafsyah, putri 
Umar. Terjadi persaingan antara Hafsyah dan Aisyah, tetapi Aisyah 
berhasil mempertahankan keunggulannya. Tidak ada satupun dari hasil 
perkawinan Muhammad di Medinah melahirkan seorang pewaris laki-laki. 
Hanya kemudian melalui putrinya yang terbungsu, Fatimah, garis 
keturunannya dilanjutkan. Sewaktu Fatimah berumur 17 tahun, dia 
dikawinkan kepada Ali, teman dan saudara sepupu Muhammad yang pada 
waktu itu berusia 25 tahun. Dalam waktu 12 bulan dia melahirkan 
Hasan, dan kemudian Husain.

Tawangalun:
Ya hafsah sudah janda dan diambil istri oleh Nabi,ben Umar dan nabi 
bisa lebih deket lagi.

> Muhammad berzinah dengan isteri anak angkatnya sendiri.
> Pada suatu hari Muhammad pergi berkunjung kerumah anak angkatnya, 
Zaid. Saat itu Zaid tidak ada, tetapi ia melihat Zainab, isteri Zaid, 
sedang tidak berkerudung dan berpakaian transparan. Tergiur oleh 
kecantikannya, Muhammad berteriak: Pujian adalah milik Tuhan yang 
menggerakkan hati laki-laki sama seperti kehendakNya. Zainab, setelah 
bersetubuh dengan muhammad, dengan bangga menceritakan hal ini kepada 
suaminya, Zaid, bahwa ia telah menaklukkan muhammad tanpa ada rasa 
malu bahwa perbuatannya sangat tercela, karena ia telah bersuami. 
Zainab, yang berasal dari keturunan bangsawan, masih ada hubungan 
keluarga dengan Muhammad, memang tidak menyukai perkawinannya dengan 
Zaid, karena Zaid bukan bangsawan, walaupun ia telah diangkat anak 
oleh muhammad.

Tawangalun:
kalau ini gak mungkin sebab nabi saya itu anti zinah.Bahkan sampai 
wedok suruh berjilbab berbaju brukut itu adalah dalam rangka 
preventip thd zinah.Si A gak boleh tahu bahwa istri si B cantik,dg 
cara memberi pakaian brukut tadi.
Sebenarnya baju itu sudah dilaksanakan oleh Bunda maria juga,tapi 
wong Kristen kurang berminat sih.Makane saya bilang kok yang ngefans 
dg Maria justru wong Islam.

> Aib ini kemudian dirundingkan antara Zaid dan Muhammad lalu 
diputuskan agar Zaid menceraikan isterinya, kemudian menikah dengan 
Muhammad. Ketika duduk dekat Aisyah, dia menyatakan memperoleh wahyu 
dari Allah dan berkata: Siapa yang mengatur dan memberitahu Zainab 
bahwa Tuhan telah mempersatukan Zainab dengan saya dalam perkawinan?
> Perkawinan ini menyebabkan keonaran besar. untuk menyelamatkan nama 
baiknya, Muhammad mencari jalan untuk membenarkan perbuatannya dengan 
menyatakan pada umum bahwa perkawinan itu dilakukan atas perintah 
Allah sendiri!

Tawangalun:
Yang jelas tdk ada ayat pesanan itu gak ada.Yang saya tahu ada ayat 
tegoranpun dari Allah kpd nabi tetep disampaikan dan hingga kini ada 
di Quran.Jadi kalau anda peneliti tdk boleh bohong,kalau politikus 
terserah.Jadi sifat Rasul itu harus amanah.Kalau gak yo gak dapat 
pengikut.Memang rumah tangga itu yo sukak ada cekcok juga dg bini 
wong Muhammad itu wong biasa kayak kita hanya dia dapat wahyu.
> Mohon tanggapan dari pihak muslim.

Shalom,
Tawangalun.

Kirim email ke