Berzakat tapi berdosa

Peristiwa
tragis mewarnai pembagian zakat  terjadi di pasuruan ,Senin ( 15/6
) yang menimbulkan korban begitu banyak.bayangkan saja, perempuan-perempuan
tua renta, ibu-ibu hamil ataupun ibu-ibu dengan anak kecil dalam
gendongannya berjumlah ribuan yang sudah sekian lama hidup susah dalam
krisis ekonomi keluarganya mencoba ikhtiar dengan segala keterbatasan
mendatangi satu acara pembagian zakat demi mendapatkan rezeki untuk
membantu kebutuhan yang diperlukannya meskipun Cuma mendapatkan
Rp.30.000,-.mereka rela datang dalam satu acara keramaian yang keamananya
tidak layak sehingga antrian desakan membunuh mereka.
            Bentuk pendistribusian zakat dengan berkoar-koar akan ada satu 
acara  sehingga warga berbondong-bondong datang  dan
menimbulkan keramaian antrian desakan mengakibatkan psikologis warga
sebagai pengemis rendah dan itu adalah salah, terlarang, haram.
        Mengingat,
pembagian zakat ditentukan Allah denagn indah tata tertibNya agar harta
itu tidak dinikmati oleh orang yang salah ( yang tidak membutuhkan )
melainkan dapat diterima gi\olongan penerima zakat denagan berbesar
hati,karena pertimbangan, itu dalah haknya.
            Kita
seharusnya menyadari zakat adalah pelaksanaan strategi dalam
pertumbuhan berimbang, denagn pembagian yang benar diharapkan penerima
dapat bertumbuh kembang sebagaimana pemberinya.
 
Zakat adalah kasih sayang
 
Kita
yang mengaku mengikuti dan mencintai Rasulullah sepantasnya memahami
bahwa zakat adalah bentuk kasih sayang dan pengorbanan kita semata-mata
karena Allah.dengan begitu, kita akan berkata”apa gunanya berbagi zakat
dengan berkoar-koar mengumpulkan orang berbondong-bondong datang
sehingga menimbulkan keramaian?
            Demi
Allah, perintah zakat di jalanNya merupakan perbuatan sangat mulia akan
tetapi menjadi sia-sia jika dilakukan dengan pamrih, berpikir untung
rugi dan pemberian kepada orang-orang yang tidak membutuhkan, misal:
gratifikasi, pemberian parcel kepada pejabat,relasi bisnis.analogi dari
itu adalah menyampaikan rahasia kepada orang bisu dan tuli, menanam
benih di padang tandus.sia-sia bukan?
            Sia-sia
ibadah kita dan hati kita yang bergetar setiap mendengar kalimat Allah
apabila hati kita tidak bergetar dan tergerak melihat penderitaan
rakyat.Islam memberikan anjuran khusus untuk berzakat.Dan Rasulullah
dan para sahabat telah memberikan suri tauladannya denagn kemampuan
masing-masing telah mengorbankan harta mereka fisabilillah dengna penuh
gairh dan semangat.
            Demikianlah Prinsip
zakat Nabi Muhammad adalh “Khoirnnas anfa’uhum linnas”, artinya manusia
yang baik berprinsip bahwa  kita hidup sebaik mungkin, seunggul mungkin
dalam intelektual, berkreatifitas, dan  bekerja yang semua itu tidak
hanya untuk diri kita melainkan buat orang lain..Zakat
bukan lagi keharusan dan kewajiban, tapi seperti matahari yang
memberikan kehangatan tanpa menuntut tambahan bahan bakar. Niscaya Allah
akan menmbah derajat orang-orang yang rajin dan bermanfaat di dunia dan
mengganti imbalan surga buat semua amalan ikhlasnya


      New Email names for you! 
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke