(sorry kalau OOT)   PRESS RELEASE


*Yayasan Anand Ashram*

National Integration Movement -- Forum Kebangkitan Jiwa – Sufi Lodge – Forum
Pengajar Dokter Psikolog-Bagi Ibu Pertiwi – Anand Krishna Global Cooperation
– Yayasan Pendidikan Anand Krishna – Institut Pendidikan Holistik –
California-Bali Frienship Association – L'Ayurveda



*Peringatan Hari Perdamaian Dunia (The International Day of Peace 2008) *

*Kontribusi Pemuda Indonesia bagi Perdamaian Dunia*

*World Peace Now! Stop Imagining, Make It Happen*



Tanggal *21 September* telah diadopsi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
sebagai *Hari Perdamaian Dunia (The International Day of Peace).* Seluruh
negara dan masyarakat dunia diharapkan menghormati hari ini sebagai hari
tanpa peperangan & tanpa kekerasan. Satu hari bagi Perdamaian, atau *Peace
One Day. *



*Peace One Day* diinisiatifkan oleh seorang pembuat film Inggris, Jeremy
Gilley, yang sejak tahun 1998, melakukan berbagai pertemuan dengan para
mahasiswa, LSM, Kepala Negara dan Pemerintahan Dunia, Pemenang Nobel
Perdamaian Oscar Arias
Sanchez<http://en.wikipedia.org/wiki/Oscar_Arias_Sanchez>dan Nelson
Mandela <http://en.wikipedia.org/wiki/Nelson_Mandela>, Sekjen ke-7 PBB Kofi
Annan, Komisioner Hak Asasi Manusia PBB Mary Robinson, Sekjen Liga Arab Amre
Moussa <http://en.wikipedia.org/wiki/Amr_Moussa>, dan juga Dalai Lama bagi
terwujudnya Satu Hari Bagi Perdamaian.



Yayasan Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB), beserta sayap-sayap
organisasinya, yakni Forum Kebangkitan Jiwa (FKJ), National Integration
Movement (NIM), Sufi Lodge, Forum Pengajar, Dokter dan Psikolog Bagi Ibu
Pertiwi (ForADokSi-BIP), Anand Krishna Global Cooperation, Yayasan
Pendidikan Anand Krishna, Institut Pendidikan Holistik, California-Bali
Friendship Association, dan L'Ayurveda merespon seruan ini dengan mengadakan
serangkaian acara dengan tema "*Kontribusi Pemuda Indonesia Bagi Perdamaian
Dunia: World Peace Now! Stop Imagining, Make It Happen*" mulai hari *Sabtu,
20 September 2008* sampai dengan hari *Minggu, **21 September 2008* yang
dilaksanakan secara serentak di beberapa kota besar di seluruh Indonesia,
antara lain :



*Jakarta** : *

Pemutaran dan Diskusi Film *Peace One Day*, Open House (bersama Bapak Anand
Krishna) dan Buka Puasa Bersama.

Waktu : Sabtu, 20 September 2008. Pukul 13:00-18:00 WIB

Tempat : Anand Ashram, Jl. Sunter Mas Barat II-E, Block H-10/1, Jakarta.
Informasi : Imus (0813.89906800)



Pesta Rakyat Olahraga Tertawa

Waktu : Minggu, 21 September 2008. Pukul 05:45-07:00 WIB

Tempat : Lapangan IKADA, Monas, Jakarta Pusat. Informasi : Sita
(0816.1407380)

* *

* *

*Denpasar – Bali :*

Pesta Rakyat Olahraga Tertawa

Waktu: Minggu, 21 September 2008. Pukul 07:00-08:00 WITA

Tempat : Lapangan Renon, Denpasar – Bali. Informasi : Aryana (0817.9741165)



*Surabaya** – Jawa Timur :*

Aksi Damai Membagikan Stiker dan pesan Perdamaian

Waktu: Minggu, 21 September 2008, Pk.08:00 – 10:00 WIB

Tempat : Bandara Udara Juanda, Surabaya. Informasi : Yohanes (0813.32988869)



*Jogjakarta – Jawa Tengah :*

Pesta Rakyat

Waktu : Minggu, 21 September 2008, Pk. 07:00 – 08:00 WIB

Tempat : Lapangan Parkir Museum Ronggowarsito, Jl. Abdul Rahman Saleh No. 1
Kali Banteng, Semarang.

Informasi : Pranoto (0856.2696783)



Pemutaran dan Diskusi Film *Peace One Day* dan Buka Puasa Bersama

Waktu : Minggu, 21 Sept 2008, Pk. 15:30 – Pk. 18:00 WIB

Tempat : Museum Ronggowarsito Lt. 1, Jl. Abdul Rahman Saleh No. 1 Kali
Banteng, Semarang.

Informasi : Haryadi (0856.2650699)



Bapak Anand Krishna, pendiri Yayasan Anand Ashram, meyakini bahwa Perdamaian
Dunia hanya dapat tercipta jika dimulai dari diri sendiri dan lingkungan
terdekat seperti keluarga. Maka pada *One Peace Day* tahun ini, beliau
menyerukan kita semua untuk mulai menolak kekerasan dalam bentuk apapun
dengan menerapkan beberapa hal praktis yang dapat kita lakukan dalam
kehidupan sehari-hari, yaitu *tidak bersuara keras kepada orang
lain*,*tidak bertengkar
*,* tidak menyakiti hati orang lain dimulai dari orang-orang
terdekat*,*menyayangi diri sendiri
* dan* meminta maaf pada orang yang pernah berselisih dengan kita*.



Dengan menerapkan prinsip tanpa kekerasan mulai pada diri sendiri dalam
kehidupan sehari-hari maka akan terwujud Perdamaian Sejati bagi lingkungan
masyarakat, bangsa dan negara, dunia dan umat manusia dalam Satu Bumi, Satu
Langit dan Satu Umat Manusia (*One Earth, One Sky, One Humankind*) **





Jakarta, 19 September 2008

Kirim email ke