Wahai saudaraku hati nurani nan bening,
 
[18:47] Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan 
gunung-gunung dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan 
seluruh manusia, dan tidak kami tinggalkan seorangpun dari mereka. 
 
Tentang 18:47, Allah memang sekaligus berbicara membuktikan beberapa hal akan 
hari itu:
1. Bukti bahwa gunung-gunung dijalankan dan
2. Bukti bahwa bumi itu datar dan
3. Bukti bahwa semua orang akan dikumpulkan dan
4. tidak ada yang bakal ketinggalan
 
dua point pertama Allah pikir sudah jelas, maka ia khususkan di point 3 dan 4 
penjabaran lebih lanjutnya  di ayat2 berikutnya...(ditandai dengan penegasan 
yang terjadi dua kali bahwa semua orang akan dikumpulkan dan tidak akan 
ditinggalkan seorangpun...sebagai efek dramatisasi untuk menekankan 
(baca:menakut-nakuti)..mmmh..kalau semua orang ya pastinya tidak ada yang 
ketinggalan dong...
 
kemudian di tulisan berikutnya anda berusaha untuk memaksakan bahwa ISLAM juga 
bilang bahwa bumi itu bulat dengan kata dahaha

Bening:
Coba anda baca Al Qur'an surat 79 ayat 30 berbunyi :
 
"Dan bumi sesudah itu dihamparkan- Nya".
 
Kata Dihamparkan dalam bahasa arab yang dipakai dalam ayat ini adalah DHAHA, 
padahal DHAHA memiliki arti lain yaitu TELUR BURUNG ONTA.
 
Jadi sebenarnya AL Qur'an itu mengatakan bahwa Dan BUMI itu DHAHA artinya 
Bentuk Bumi seperti telur buurng onta, bukan BULAT persis, karena kutub selatan 
dan utara adalah sedikit datar. jadi bentuknya Oval atau Elips.
 
Aneh kan ???? 
------
Sebagai jawaban, saya ambil kutipan sbb:
diambil dari:http://uiforum.uaeforum.org/showthread.php?t=6154&page=14
Apakah "Dahaha" berarti berbentuk telur?

Dalam bahasa arab, setiap kata ada akarnya. Akar tersebut biasanya terdiri dari 
3 huruf yang apabila ditambahkan vowel, prefik dan suffik dapat menjadi kata 
berbeda dan mempunyai arti yang berbeda pula

Contohnnya
"ka-ta-ba" (menulis) merupakan akar dari banyak kata seperti kitab (buku), 
maktaba (perpustakaan), katib (pengarang), maktoob (penulis), kitabat (tulisan) 
dan lain sebagainya. 

Kata arab "Duhiya". bukanlah merupakan akar kata. Ini adalah kata benda yang 
merupakan turunan dari from "da-ha-wa", akat yang sama yang berasal 
dari"dahaha" berasal.

دَحَا = ‘daha’= membentangkan , level off , level.. Suku kata ‘ha’ terakhir = 
هَا dalam dahaha berarti ini. Jadi dahaha artinya membentangkan ini, level off 
this, level ‘this’.
(http://dictionary.ajeeb.com/idrisidi...Word=%cf%cd%c7)

Dari Lisan Al Arab:
Quote:

الأُدْحِيُّ و الإدْحِيُّ و الأُدْحِيَّة و الإدْحِيَّة و الأُدْحُوّة مَبِيض 
النعام في الرمل , وزنه أُفْعُول من ذلك ,
لأَن النعامة تَدْحُوه برِجْلها ثم تَبِيض فيه وليس للنعام عُشٌّ . و مَدْحَى 
النعام : موضع
بيضها , و أُدْحِيُّها موضعها الذي تُفَرِّخ فيه .ِ

Terjemahan: "Al-udhy, Al-idhy, Al-udhiyya, Al-idhiyya, Al-udhuwwa: Tempat di 
pasir dimana burung Onta meletakan telurnya. Karena tidak mempunyai sarang, 
maka burung Onta meratakan tanah dengan kakinya kemudian menaruh telurnya di 
sana"

Arti kata "dahaha", di seluruh kamus bahasa Arab:

Al Qamoos Al Muheet:
Quote:

(دَحَا): الله الأرضَ
(يَدْحُوهَا وَيَدْحَاهَا دَحْواً) بَسَطَها

"Allah daha the Earth: Ia membentangkannya"

Al Waseet:
Quote:

دَحَا الشيءَ: بسطه ووسعه.. يقال: دحا اللهُ الأَرض

"men-daha sesuatu: berarti membentangkannya. Contoh: Allah membentangkan bumi"

Lisan Al Arab:
Quote:

الدَّحْوُ البَسْطُ . دَحَا الأَرضَ يَدْحُوها دَحْواً بَسَطَها . وقال الفراء في 
قوله والأَرض بعد ذلك دَحاها
قال : بَسَطَها ; قال شمر : وأَنشدتني أَعرابية : الحمدُ لله الذي أَطاقَا

بَنَى السماءَ فَوْقَنا طِباقَا
ثم دَحا الأَرضَ فما أَضاقا
قال شمر : وفسرته فقالت دَحَا الأَرضَ أَوْسَعَها ; وأَنشد ابن بري لزيد بن عمرو 
بن نُفَيْل :
دَحَاها , فلما رآها اسْتَوَتْ
على الماء , أَرْسَى عليها الجِبالا
و دَحَيْتُ الشيءَ أَدْحاهُ دَحْياً بَسَطْته , لغة في دَحَوْتُه ; حكاها اللحياني 
. وفي حديث عليّ وصلاتهِ
, اللهم دَاحِيَ المَدْحُوَّاتِ يعني باسِطَ الأَرَضِينَ ومُوَسِّعَها , ويروى ; 
دَاحِيَ المَدْحِيَّاتِ . و الدَّحْوُ البَسْطُ . يقال : دَحَا يَدْحُو و يَدْحَى 
أَي بَسَطَ ووسع

"men-daha(kan) bumi berarti membentangkannya"

Juga, Ibn Kathir memberikan penafsiran Quran:
Quote:

(30. And after that He spread the earth,)
(http://www.tafsir.com/default.asp?sid=79&tid=56944)
 
Disamping itu, Diantara 3 (tiga) orang penafsir ayat Qur’an dibawah ini, yang 
menafsir ‘dahaha’ TIDAK BERARTI ‘berbentuk telur’:
وَالْأَرْضَ بَعْدَ ذَلِكَ دَحَاهَا
Waal-arda baAAda thalika dahaha
YUSUF ALI:And the earth, moreover, hath He extended (to a wide expanse);
PICKTHAL: And after that He spread the earth,
SHAKIR: And the earth, He expanded it after that.
[79:30]Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.
Jelas?
----

Bening:
kita berbicara dengan titik pusat BUMI, akrena kita berada di bumi. Kalau kita 
berada di MATAHARI, maka bumi adalah bagian dari benda angkasa. 
---

berbicara bumi sebagai titik pusat ...saya rasa anda benar...menurut Islam, 
Bumi memang adalah pusatnya..sehingga bulan dan matahari mengelilinginya...




----- Original Message ----
From: Hati Nurani [EMAIL PROTECTED]



Wirajhana :
Ah saudaraku hati nurani nan bening..
 
Bening :
He.....he... ...
============ ========= ========= =====
Wirajhana :

Semua yang bisa membaca bisa lihat di awal surat 47, 'Dan (ingatlah) akan hari 
(yang ketika itu) Kami' 
jadi, tidak perlu ayat berikutnya untuk memahami bahwa itu berbicara BUKAN hari 
di abad ke 6/21..ia berbicara hari berikutnya..
 
Bening :
He.....he... .. anda tidak mau melihat ayat 48 dan 49 ??? ha....ha... anda 
sudah mulai tidak rasional dalam memahami suatu kalimat. Baiklah anda lihat di 
ayat 47 saja, kapan manusia dikumpulkan ??? bukankah manusia dikumpulkan pada 
hari kiamat ???
============ ========= =====

W :
Kemudian mengenai yang anda tuliskan:
'AYAT 47 bukan bercerita Kondisi BUMI saat ini,tetapi KONDISI BUMI pada hari 
Kiyamat, yaitu pada hari Kiyamat, Gunung beterbangan dan BUMI DIRATAKAN. 
Artinya Gedung hancur, gunung hancur  rata dengan tanah.'

tidak ditulis tuh seperti itu..kecuali anda yang pemikirannya juga terpengaruh 
menjadi Garbage

Bening :
Oke kita berhenti pada ayat 47 : Ketika Gunung beterbangan dan bumi diratakan. 
Kapan itu terjadi ?? abad 3.000 SM, abad ke VI, abad ke XXI ??? bukankah itu 
terjadi KELAK ( ketika itu ).....ha.... ..ha.....
 
============ ========= ===
W :

Entah bagaimana bisa Allah dan/atau Muhammad itu berpikir Bumi itu datar...
Phytagoras abad ke 6 SM bilang bumi itu Bulat...Ia bukan Nabi namun jelas 
mengatakan itu..
Aryabharat abad ke 4 bilang bumi itu bulat...Ia bukan Nabi namun jelas 
mengatakan itu
Veda bilang bumi itu Bulat...Jelas bukan kitab2 sebelumnya dari Allah yang maha 
suci dan Intinya Kitab2 Pagan KAFIR koq jadi lebih 'langit' saat berbicara 
bukti abad 21'
 
Bening :
He....he.... sudah aku bilang, di ayat 47 tidak menunjukkan BENTUK BUMI DATAR, 
kan sudah saya jelaskan, ketika itu BUMI DIRATAKAN.... .....he.. ...he.... 
...anda itu mirip anak kecil dikasih tahu masih merajuk..... .. 
 
Coba anda baca Al Qur'an surat 79 ayat 30 berbunyi :
 
"Dan bumi sesudah itu dihamparkan- Nya".
 
Kata Dihamparkan dalam bahasa arab yang dipakai dalam ayat ini adalah DHAHA, 
padahal DHAHA memiliki arti lain yaitu TELUR BURUNG ONTA.
 
Jadi sebenarnya AL Qur'an itu mengatakan bahwa Dan BUMI itu DHAHA artinya 
Bentuk Bumi seperti telur buurng onta, bukan BULAT persis, karena kutub selatan 
dan utara adalah sedikit datar. jadi bentuknya Oval atau Elips.
 
Aneh kan ???? 
 
 
============ ========= ======
W :

Nah, para kumpulan penafsir saat mencetak AQ di ayat 18:47 itu bukan cuma satu 
orang, ia harus lulus uji 'quality control' sehingga diputuskan bahwa 
terjemahan yang benar adalah 'KAMU AKAN LIHAT BAHWA BUMI ITU DATAR..mereka 
(baca: lebih dari 1) jelas punya dasar bosss!
 
Bening :
Lho kan ayat 47-49 bercerita, bahwa ketika Gunung beterbangan, kamu akan 
melihat bumi 'diratakan" ............ ...

============ ========= ========= =
W :

Mereka melihat contoh2 bagaimana bumi itu di hamparkan (2:22, 15:19, 50:7), dan 
juga di bentangkan(13: 3)..
dan lagit sebagi atap seperti kanopi (2:22, 21:32, 40:64)
yang ditafsirkan seperti kubah...dan jelas itu menjadi arti bahwa bumi tidak 
bulat 

Bening :
Langit sebagai ATAP ( 2:22 ) memang benar, bahwa dengan adanya LANGIT/ATMOSFIR 
maka radiasi dan benda luar angkasa dapat ditahan oleh ATMOSFER yang melindungi 
bumi dari radiasi dan serangan benda langit seperti meteor.
============ ========= ====
 
w :

Disebutkan juga 

[22:65] Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menundukkan bagimu apa yang 
ada di bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya. Dan Dia 
menahan langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sesungguhnya Allah 
benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada Manusia. 
 
Bening :
Bumi ini memiliki Gravitasi sehingga semua benda yang dalam orbit bumi akan 
tertarik dan jatuh. Tetapi ternyata Gravitasi ini terbatas sehingga ruang 
angkasa di luar atmosfer tidak jatuh tertarik oleh bumi. Bayangkan kalau benda 
angkasa semua tertarik gravitasi, maka bulan dan jutaan meteor akan menabrak 
bumi. 

============ ========= ========= ========= =
W: 
[52:5] dan atap yang ditinggikan (langit),

Koq bisa langit di tinggikan, ya?...dan Koq bisa Langit bisa jatuh kebumi..
Hanya bumi yang datar bisa kejatuhan langit....namun bagaimana bumi bisa  
kejatuhan langit kalau ia bundar?
 
Bening :
Dalam Al Qur'an sering menggunakan kata SAMAWAT yang diartikan langit atau 
angkasa. tetapi dalam ayat ini menggunakan kata  STAQOF yang artinya "penutup". 
dan yang diartikan ditinggikan adalah MARFU" yang arti sebenarnya adalah 
"ditarik" atau di rentangkan semua sisi. Jadi ayat ini menceritakan suatu 
PENUTUP BUMI yang ditarik supaya terentang atau mengembang seperti ROTI.. Jadi 
ini bercerita mengenai ATMOSFER. 
 
BUMI BUNDAR kok tidak bisa kejatuhan langit ??? lha ATMOSFER saja bisa MENUTUPI 
bumi dan MELINDUNGI BUMI meski bumi itu bulat ??? kenapa kok atmosfer tidak 
berbentuk mendatar ??? kok bisa berbentuk BULAT sesuai dengan bentuk BUMI.....
============ ========= ========= ===

W :
(ah...pasti anda punya pikiran untuk mengatakan meteor dan benda2 langit yang 
jatuh adalah langit...Tapi tolong jangan lupa BUMI adalah anggota BENDA langit 
juga)
 
Bening :
kita berbicara dengan titik pusat BUMI, akrena kita berada di bumi. Kalau kita 
berada di MATAHARI, maka bumi adalah bagian dari benda angkasa. 
 
============ ========= ==

W :
Jadi, ayat diatas (18:47), bisa juga diartikan bahwa:
Allah AKAN memberikan bukti di 'hari itu' kepada yang beriman kepadanya yaitu 
'kita semua akan melihat bahwa BUMI itu DATAR' seperti saat 'diciptakan' dari 
awal...
 
Bening :
Ana mencoba merubah arti ya ???? saya copykan ayat 48
 
[48] Dan mereka akan dibawa ke hadapan Tuhanmu dengan berbaris. Sesungguhnya 
kamu datang kepada Kami, sebagaimana Kami menciptakan kamu pada kali yang 
pertama; bahkan kamu mengatakan bahwa Kami sekali-kali tidak akan menetapkan 
bagi kamu waktu (memenuhi) perjanjian. 
 
Yang dimaksud dengan seperti pada awal diciptakan bukan bentuk bumi yang datar, 
tetapi manusia dikumpulkan seperti dulu pada awal diciptakan. Jadi manusianya 
bukan bentuk buminya.
============ ========= ========= =====

W :
dan para kafir pagan dan Tuhannya biar nyahoo! bahwa mereka sangat keliru bahwa 
bahwa BUMI itu Bulat!
ada-ada aja...

Bening :
Awal abad pencerahan EROPA, ekspedisi mengarungi lautan sangat menakutkan, 
karena bisa sampai ketepi bumi dan jatuh ( dianggap bumi itu datar ). Jadi 
dalam dunia kristen Abad pertengahan masih percaya Bumi itu datar, sedangkan 
dalam dunia ISLAM, bumi adalah DHAHA seperti telur burung ONTA.
 
salam,

 


      

Kirim email ke