yah namanya juga orang perang (ini dalam konteks perang secara fisik 
menggunakan senjata), segala taktik dipakai supaya menang. Perang ya perang, 
semuanya saling bunuh. Nggak ada yang bagus dari kegiatan itu. Sayangnya, 
taktik perang dimasukin ke dalam kitab agama. Padahal yang namanya perang akan 
menghalalkan segala cara untuk menang. Nilai kemanusiaan, kejujuran, kasih 
sayang, menjadi hilang digantikan dengan taktik dan motivasi mencapai 
kemenangan. Win is everything. Saya tidak heran kalo islam mengkondisikan 
kehidupannya selalu dalam posisi perang. Penuh taktik perang. Mereka tidak 
memerangi hawa nafsunya, bahkan dibulan puasa-nya pun mereka tidak mampu 
mengekang nafsunya, terutama nafsu ingin dihormati dan marah.  
 
=======================
Posted by: "ttbnice" [EMAIL PROTECTED]   ttbnice 
Wed Sep 24, 2008 11:33 pm (PDT) 
Saya sering dengar soal perang Badr, dan baru kali ini membacanya.
Langsung saya syok. Bagitu banyak moral story yang sangat2
menyesatkan dan sangat tidak beradab.

Pertama dibolehkan merampok orang, jika bangsa si perampok itu pernah
merampok kalian. Jadi jika si penjahat yg namanya Stephen yg orang AS
merampok kalian, maka kita boleh merampok si JAmes yg orang baik2 dan
orang AS juga.

MElakukan peperangan dengan alasan sepele, yaitu karena orang lain
mengklaim dirinya jago. childish sekali. 

Bahwa orang yg melakukan perang, udah pasti dimaafkan segala dosa2nya
dan dapet bonus berbagai macam ragam. MAka ga heran munculnya bom2
bunuh diri.

KEsimpulan ngaco bahwa muslim yg ikut berperang, udah pasti semuanya
orang baik2, dan non muslim yg ikut berperang semuanya pasti jahat dan
masuk neraka. Perang itu dimana2 selalu politis. Apa si Muhammad ga
pernah kepikir, yg namanya tentara itu emang tugasnya berperang. Jadi
bukan soal baik jahat. Yang dihukum kan seharusnya yang bikin
keputusan perang. Sementara si tentara dinilai dari perbuatannya
selama hidup, bukan cuma dari perang doang.

Yang paling lucu, di dalam ISlam ternyata ada yg namanya lotere
pahala. Yaitu jika siapa saja yg lagi nonton perang jika kena peluru
nyasar dan mati, dapat jackpot langsung masuk sorga. HAHAHAHA

Ga heran negri2 di Arab sono seneng perang, pada ngarepin dapet jackpot.

--- In [EMAIL PROTECTED] .com, Haryo Penangsang <tawangalun@ ...> wrote:
>
> 
> Perang Badr, Kenangan Manis di Bulan Ramadhan 
> 
> 
> Ramadhan, tahun ke II Hijriyah. Saat itu di Madinah tersiar berita
> bahwa sebuah kafilah raksasa kaum musyrikin Quraisy berangkat
> meninggalkan Syam pulang ke Mekkah. Kafilah yang dipimpin Abu Sufyan
> bin Harb itu membawa seribu ekor unta penuh muatan barang-barang
> berharga. Bersamanya ikut tokoh-tokoh Mekkah lainnya yang jumlah
> keseluruhannya sekitar tiga puluh atau empat puluh orang.
> 
> 
> 
> 
> 
> Mendengar informasi tersebut Rasulullah SAW berkata :
> 
> 
> 
> "Lihatlah itu kafilah Quraisy, membawa harta kekayaan mereka.
> Berangkatlah menghadang mereka, mudah-mudahan Allah akan memindahkan
> harta itu kepada kalian." (HR Ibnu Abbas)
> 
> 
> 
> Bagi kaum Muslimin, harta kekayaan sebesar itu adalah sebagai pengganti
> harta kekayaan mereka yang dirampas oleh kaum musyrikin ketika mereka
> hijrah ke Madinah. Kalau harta kekayaan sebesar itu lepas dari tangan
> musyrikin dan berpindah ke tangan kaum Muslimin, maka itu merupakan
> pukulan dahsyat bagi penduduk Mekkah yang masih setia menjalankan
> kemusyrikan dan menolak agama tauhid.
> 
> 
> 
> 
> 
> Gambar : ilustrasi
> 
> 
> Imam Ahmad bin Hambal meriwayatkan bahwa Abdullah bin Mas'ud
mengisahkan saat-saat kaum Muslimin berangkat menuju Badar :
> 
> 
> Menjelang perang Badr tiap tiga orang dari pasukan Muslimin
> mengendarai seekor unta secara bergantian. Abu Libabah dan Ali bin Abi
> Thalib bersama Rasulullah dengan seekor unta. Ketika tiba giliran
> beliau menunggang unta, dua orang sahabatnya itu berkata: "Ya
> Rasulullah, biarlah kami berjalan dan anda tetap naik." Beliau
> menjawab: "Kalian tidak lebih kuat berjalan daripada aku dan aku tidak
> lebih kurang membutuhkan pahala daripada kalian."
> 
>   
> 
> Dari Sebuah Ekspedisi Kecil Menuju Perang Menentukan
> 
> 
> 
> Kaum Muslimin yang berangkat dalam Perang Badr bersama Rasulullah SAW
> menyangka perjalanan mereka hanya sebagaimana perjalanan sebelumnya,
> hanya sebuah ekspedisi kecil menghadang kafilah Quraisy. Tidak
> terlintas dalam fikiran mereka bahwa ekspedisi kali ini akan menjadi
> sebuah peristiwa penting dalam sejarah Islam.
> 
> 
> 
> Di pihak lain, Abu Sufyan yang telah mendengar kafilahnya terancam
> bahaya mengirim kurir, Ibnu 'Amr Al-Ghafari ke Mekkah untuk minta
> bantuan pasukan guna menyelamatkan harta kekayaan yang dibawa kafilah.
> Ibnu 'Amr, sang kurir mengejutkan penduduk Mekkah dengan aksinya.
> Setelah untanya ditambat ia berdiri di atas punggungnya, melepaskan
> kendalinya, merobek-robek bajunya sendiri, kemudian berteriak : "Hai
> orang-orang Quraisy, bahaya! Bahaya! Harta benda kalian yang dibawa
> kafilah Abu Sufyan dihadang oleh Muhammad dan kawan-kawannya! Saya
> fikir, mau tidak mau kalian harus sanggup menyelamatkannya.
> Bantu….Bantu!
> 
> 
> 
> Seruan heroik Ibnu 'Amr ini membangkitkan semangat jahiliyah kafir
> Quraisy Mekkah. Dengan darah mendidih mereka siap berangkat tanpa
> menghiraukan kesulitan dan rintangan. Sembilan ratus lima puluh orang
> prajurit terkumpul dengan dua ratus ekor kuda ditambah suporter
> penyemangat dari kalangan wanita yang memukul rebana dan menyanyikan
> lagu-lagu ejekan kepada kaum Muslimin. Kekuatan pasukan kafir Quraisy
> ini pun berjalan menuju utara menyusul kafilah yang sedang berjalan ke
> arah Madinah untuk bergabung dengan mereka.
> 
> 
> 
> Sementara itu Abu Sufyan rupanya tidak sabar menunggu datangnya bala
> bantuan dan melakukan sebuah operasi penyelamatan sendiri untuk
> menghindari pasukan kaum Muslimin. Abu Sufyan ketika itu berpapasan
> dengan seorang bernama Majdi bin 'Amr, ia bertanya : "Apakah anda
> melihat seseorang?" Majdi menjawab : "Saya tidak melihat sesuatu yang
> mencurigakan. Saya hanya melihat dua orang menunggang unta menuju ke
> bukit itu. Setelah mengambil air mereka lalu pergi…" Abu Sufyan segera
> menuju ke bukit yang ditunjuk. Di tempat bekas unta kaum Muslimin
> berhenti ia menemukan kotorannya. Setelah dikorek-korek, ia menemukan
> sebuah biji kurma…Ia berguman : "Demi Allah, ini pasti dari makanan
> unta orang-orang Madinah!" Ia yakin benar bahwa dua orang yang
> dikatakan oleh Majdi tentu sahabat-sahabat Muhammad dan pasukannya
> pasti tidak jauh dari tempat itu.



      

Kirim email ke