ANEH bin AJAIB, Bang Tawang dan those of the same ilk mengharapkan hukum
sekuler menguatkan hukum agama dg cara gerilya satu persatu peraturan yg
sekilas baik tapi sebenarnya dungu dimasukkan spy akhirnya Syariah Islam
diberlakukan di Indonesia.

Kalo Muslim(ah) bener2 takwa mereka tidak perlu peraturan sekuler untuk
tidak kawin kontrak, kawin siri, kawin poligami. Mereka tidak perlu
peraturan sekuler untuk membuat mereka tidak melacur, korupsi, berbuat
mesum, dsb.

Bangsa, masyarakat yg beradab tidak membenarkan (apakah krn sunnah nabi
ato alasan laen) perilaku yg jahat, yg mesum, yg merugikan orang laen
dan diri sendiri. Di Indonesia sudah cukup banyak peraturan dan hukum yg
mengatur hal2 tsb. sampe kini yg banyak ektangkap basah melakukan
kejahatan2 tsb. adalah Muslim dan pemuka2 pemerintah.

Melacurkan diri apakah sbg PSK, pemain sinetron yg naik daun krn
melayani producer/director dsb., jadi artis porno, jadi simpenan seorang
pejabat, dsb adalah perilaku yg disadari oleh pelakunya sbg sesuatu yg
im-moral - demikian juga masyarakat yg beradab tau bener bhw semuanya
ini salah bahkan 'dosa' dg konsekwensi yg sering sangat mengerikan.
Manusia beradab harus mengambil tanggung jawab atas perilakunyajangan
merengek2 minta dilindungi hukum. Spt kita ketahui meskipun hukum sudah
jelas melarang perdagangan narkoba masih banyak orang yg berdagang maut
krn masih ada orang2 dungu yg mau membelinya.

Hayo, beranikan diri untuk menolak yg jahat, yg keji, yg mesum yg
merugikan sesama manusia dan jangan cuman ngomong dan mencari excuses
dan tolak yg jahat biarpun itu dilakukan junjungan kita.

Gabriela Rantau


--- In zamanku@yahoogroups.com, "tawangalun" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kalau RI gak punya UU anti porno kelak akan muncul Shelley Luben.Nek
> Genduk malah seneng sih.
>
> Surat dari Bekas "Artis Porno"
>
> Wednesday, 24 September 2008 02:05
>
> Shelley Luben mantan aktris porno mengaku bisa keluar dari dunia gelap
>  bernama 'industri pornografi' dan memilih menjadi aktivis melawan
> ekploitasi seksual terhadap gadis-gadis muda Amerika
>
> Hidayatullah.com--Gadis cantik, bertubuh seksi dan mata yang
> membangkitkan gairah seakan-akan berkata "i want You". Itu kesan yang
> terlihat di setiap sampul film porno. Tapi, bisa jadi itulah tipuan
> terbesar sepanjang masa. Inilah kisah dan pengakuan Shelley Luben
> tentang masa buruk dan seluk beluk industri maksiat itu. Tulisan ini
> diturunkan sebagai pelajaran bagi kita semua. Terutama para aktivis
> yang "menutup mata" terhadap dampak industri pornografi. Percayalah,
> Aku tahu "Aku dulu pernah melakukannya sepanjang waktu dan aku
> melakukannnya karena. Nafsuku akan kekuasaan dan kecintaanku kepada
> uang. Aku tidak pernah menyukai seks. Bahkan Aku tidak menginginkannya
> dan faktanya aku lebih banyak minum Jack Daniels (jenis minuman
> alkohol import original. Sejenis  Jhonny Walke yang juga masuk
> Indonesia, red) daripada bersama para pria yang dibayar seperti aku
> untuk "berpura-pura" di film. Ya Benar tidak ada diantara kami
> -gadis-gadis blonde yang menyukai being in porn movie.
> Kami benci disentuh oleh orang asing yang sama sekali tidak peduli
> dengan kami. Kami benci dianggap rendah oleh mereka, laki-laki dengan
> keringat dan bau busuknya. Beberapa diantara kami sering sampai muntah
> di kamar mandi saat break syuting. Sedangkan yang lainnya berusaha
> menenangkan diri dengan merokok Marlboro tanpa henti. Tapi porn
> industry (industri pornografi) ingin agar kamu selalu berpikir kalau
> kami artis porno sangat menyukai seks. Mereka ingin kamu percaya bahwa
> kami senang dilecehkan seperti binatang dalam berbagai jenis adegan di
> film. Kenyataannya, artis porno sering tidak tahu apa saja adegan yang
> akan mereka lakukan saat pertama kali datang ke lokasi syuting dan
> kami hanya diberi dua pilihan oleh produser: "Lakukan atau Pulang
> Tanpa Bayaran. Kerja atau
> tidak akan bisa kerja lagi." Iya memang benar kami punya pilihan.
> Beberapa diantara kami memang sangat memerlukan uang. Tapi kami
> dimanipulasi, dipaksa bahkan diancam. Beberapa diantara kami
> terjangkit AIDS karena profesi ini. Atau tertular herpes dan
> berbagai macam penyakit kelamin lain yang sukar disembuhkan. Salah
> seorang artis film porno setelah syuting dengan menahan sakit
sepanjang
> hari setelah sampai dirumah menembak kepalanya dengan pistol.
Kebanyakan
> dari artis porno mungkin berasal dari keluarga yang berantakan dan
> pernah mengalami pelecehan seksual dan perkosaan dari keluarga atau
> tetangganya sendiri. Saat kami kecil kami hanya ingin bermain dengan
> boneka, bukan mendapatkan trauma saat seorang laki-laki dewasa berada
> diatas tubuh kami. Jadi
> sejak kecil kami belajar bahwa seks bisa membuat kami berharga. Dan
> dengan semua pengalaman mengerikan itu kami menipu kalian di depan
> kamera padahal sebenarnya kami membenci di setiap menitnya. Karena
> trauma itu kebanyakan artis porno hidupnya tergantung kepada alkohol
> dan narkotika. Dan hidup kami juga selalu diliputi ketakutan akan
> terjangkit HIV atau penyakit kelamin lainnya seperti; Herpes,
> gonorrhea, syphilis, chlamydia, dll. setiap hari menghantui kami.
> Menurut catatan Shelley dalam situs web nya. Sebelas
> bintang pornografi pornografi mati akibat HIV, bunuh diri, pembunuhan
> dan obat pada tahun 2007. Antara 2003 dan 2005, 976 orang pemain
> dilaporkan dengan 1.153 hasil positif STD. 66% dari pemain pornografi
> terkena Herpes, penyakit yang tak dapat disembuhkan. Memang setiap
> bulan kami diperiksa tapi kamu tahu, kalau hal tersebut tidak akan
> bisa mencegah kami tertular penyakit-penyakit mematikan itu.
> Selain penyakit, adegan syuting tidak kalah mengerikannya, banyak dari
> kami mengalami luka sobek atau luka pada organ tubuh bagian dalam
> kami. Diluar syuting kami sering berharap bisa menjalani hidup yang
> normal. Tapi sangat sulit menjalin hubungan yang normal dengan
> laki-laki 'biasa', maka dari itu kebanyakan dari kami menikah dengan
> sutradara film porno
> atau menjalani hidup sebagai lesbian. Buat
> aku, momen yang tidak akan terlupakan adalah ketika tanpa sengaja anak
> perempuanku melihat ibunya yang telanjang sedang berciuman dengan
> gadis lain. Anakku pasti akan terus mengingatnya juga. Pada hari yang
> lain kami bisa berubah seperti zombie dengan botol bir di tangan kanan
> dan gelas wisky di tangan kiri. Kami tidak suka bersih-bersih jadi
> sering kali kami harus menyewa pembantu untuk membersihkan kotoran
> kami. Selain itu artis porno benci memasak sendiri. Biasanya kami
> memesan makanan yang
> kemudian kami muntahkan lagi karena kebanyakan dari kami menderita
> bulimia, semacam gejala lapar yang tidak pernah terpuaskan. Bagi
> artis porno yang memiliki anak, kami adalah ibu yang paling buruk.
> Kami menjerit dan bahkan memukul anak kami tanpa alasan. Seringkali
> saat kami begitu mabuknya sampai-sampai anak kami yang berumur 4 tahun
> yang menyeret kami dari lantai. Dan ketika ada tamu (kebanyakan karena
> alasan seks) kami harus mengunci anak kami terlebih dulu dikamar dan
> menyuruh mereka untuk diam. Kalau aku biasa membekali anak gadisku
> dengan pager dan kusuruh dia menungguku di taman sampai aku selesai
> dengan tamuku." Semua Tipuan... "Kalau
> kamu bisa melihat lebih dalam kehidupan artis film porno mungkin kamu
> akan kehilangan minat menonton film porno. Kenyataan sebenarnya kami
> artis film porno ingin mengakhiri semua rasa malu ini dan semua trauma
> dalam hidup kami. Tapi sayangnya kami tidak bisa melakukannya sendiri.
> Kami berharap kalian kaum pria membantu kami, memperjuangkan kebebasan
> dan kehormatan kami. Kami ingin kalian memeluk kami saat kami
> menghapus air mata dan menyembuhkan luka di hati kami. Kami berharap
> kalian mau berdoa untuk kami dan semoga Tuhan akan mendengar dan
> mengampuni semua kesalahan kami di masa lalu. Industri film porno
> tidak lebih dari "seks palsu" dan "tipuan kamera". Percayalah.......!
> [Kiriman Abidin MA diambil dari situs http://www.shelleyl ubben.com.
> Tulisan ini didedikasikan oleh Shelley untuk semua aktris pornografi
> yang terjangkit HIV, meninggal akibat overdosis atau bunuh
> diri/www.hidayatullah. com]
>
> Shalom,
> Tawangalun.
>

Kirim email ke