yogi trimurti, nggak usah mikirin asli tidaknya al quran kitab milik muslimin, 
kalo kamu 
  bukan muslin, misalkan kamu kristen coba tanyakan ke-asli-an injilmu 
juga...!?! saya juga pernah mengikuti misa-2 di gereja tapi nggak pernah tahu 
seluruh isi gereja tsb termasuk pendeta atau paus sekalipun yg hapal isi 
injilnya karena mereka hanya membuka halaman
  tertentu setiap misa berulang-ulang jangan bohong lho....!! beda dg muslim 
mereka banyak yg hapal al quran karena mereka membuka dan membaca seluruh isi 
al quran tsb.....
  ini suatu kenyataan dan suatu keajaiban bukan sesuatu yg mustahil bahwa itu 
milik umat
  yg 100 % yakin ada suatu kekuatan lain diluar kemampuan pemikiran kamu 
yogi.....
  jadi nggak perlulah menfonis asli atau palsu sesuatu jika kamu sendiri nggak 
bisa membuat
  padanan atau kitab tandingan yg bisa kamu hapal sendiri dg 30 juz, 114 surat 
dg sekian ribu ayatnya.... bagaimana....?! jika kamu mampu bolehlah ngomong 
sesukamulah.....

Yogi Triyuniardi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
                    Sumber Islam mengatakan bahwa Kalifah ketiga, Usman, 
membakar 26 Qur'an, termasuk Qur'an Muhammad. Jadi saat itu terdapat lebih dari 
1 Qur'an. Bukankah tidak masuk akal untuk membakar 26 Qur'an yang sama semua 
isinya? Bagaimana kau bisa tahu bahwa dari seluruh 26 Qur'an yang dibakar itu, 
tidak ada satupun Qur'an yang benar? Lalu dia memerintahkan 4 orang untuk 
menulis kembali Qur'an yang benar. Inilah yang lalu disebut sebagai Qur'an 
Usman yang disimpan di Museum Topkapi di Istambul. Qur'an itu ditulis dalam 
tulisan Arab gundul, dan tidak seperti Qur'an yang kau miliki saat ini, dan 
tulisan Arab gundul seringkali sukar dimengerti. Jika memang benar Qur'an itu 
dari Allah, mengapa dia mengirim Qur'an bertuliskan Arab gundul dan membiarkan 
manusia menambahkan harakatnya untuk menuntaskan tugas Allah menulis Qur'an? 
Orang Arab berkata satu titik harakat saja bisa sama sekali mengubah arti kata 
secara drastis. Bagaimana kau yakin semua harakat yang ditulis
 Muslim itu tanpa salah. Bisa saja orang itu lupa menuliskan sebuah titik. 

Juga jangan bilang bahwa ketika Allah mewahyukan Qur'an pada Muhammad, para 
Muslim menuliskannya di atas tulang2, kulit2 kambing, karena sekarang di mana 
semua tulang2 dan kulit2 kambing itu? Mengapa Allah tidak menjaga keutuhan 
tulang2 dan kulit2 kambing itu? Masyarakat kuno Mesir ribuan tahun sebelum 
Muhammad lahir telah membuat tulisan2 mereka dan sampai detik ini mereka masih 
memiliki tulisan2 asli tersebut di batu2, papirus, kayu, sarkofagus, dinding2 
kuil, piramid, dan lain2. Bukankah ini berarti dewa2 kuno Mesir lebih mampu 
menjaga keutuhan firmannya daripada Allahnya Islam? Kenyataan yang ada 
menunjukkan bahwa Qur'an yang kau miliki sekarang tidak ada sumber aslinya yang 
sama. Ini berarti Qur'an sekarang hanyalah dikarang-karang sendiri saja. Qur'an 
yang sekarang tidak ada silsilah aslinya. Karena itu bagaimana mungkin kau 
menyatakan bahwa Qur'an di seluruh dunia sama. Hal ini sekarang hanya bisa 
terjadi gara2 jasa teknologi percetakan buatan kafir yang memampukan
 Muslim membuat Qur'an yang sama dalam jumlah banyak di seluruh dunia. Majalah2 
Newsweek, Time magazine dan Playboy juga dicetak sama persis isinya setiap 
edisi di seluruh dunia. Apakah ini berarti Allah menjaga keaslian majalah2 itu 
pula dari korupsi? Apakah karena asli lalu itu berarti majalah2 itu adalah 
firman Allah? Triliunan milyar uang dollar dicetak sama setiap saat di seluruh 
dunia. Apakah itu berarti Allah membuat dollar tetap asli dan menjaganya dari 
perubahan? 



                           

       

Kirim email ke