Wanita Dalam Bahaya: Tidak Seorang pun Menolong
 
Sekitar pukul 9.00 malam pada hari Minggu 6 Maret 1983, seorang wanita berusia 
21 tahun memasuki sebuah bar di lingkungan kelasa bawah New Bedford, 
Massachusetts, dan beristirahat untuk minum. Kemudian dia menyatakan bahwa 
ketika dia hendak keluar, seorang pria menghalangi niatnya, memegangnya, 
berusaha melucuti pakaiannya. Akan tetapi pria itu mengalami kesulitan karena 
sweater yang dikenakannyadan kemudian, menyerangnya. Dua pria lain 
membaringkannya dan memaksanya untuk berciuman. Pada saat gadis itu berusaha 
melepaskan diri, berteriak dan meminta tolong dari para pengunjung bar yang 
lain, dia diangkat ke atas meja dan diperkosa. Dalam laporan polisi, "Dia 
berteriak untuk mendapatkan pertolongan, dia meminta bantuan, dia memohon 
bantuan--tetapi tidak ada seorang pun yang menolongnya". Pemilik bar mengatakan 
pada polisi, bahwa dia telah memberikan sekeping koin pada seorang pengunjung 
untuk menelepon polisi, tetapi ternyata dia menghubungi nomor yang
 salah. Tidak seorang pun yang berusaha menolong gadis itu, kata pemilik bar, 
karena salah seorang penyerang mengacungkan sebilah pisau.
 
Akhirnya, wanita itu berhasil melepaskan diri dan berlari keluar dari bar 
tersebut dengan setengah telanjang. Dia merentangkan tangannya untuk menyetop 
sebuah taksi untuk mengantarkannya ke telepon umum. Akhirnya, dia dirawat di 
rumah sakit dan beristirahat. Setelah kejadian itu, polisi menangkap enam orang 
pria yang berusia antara 23 sampai 26 tahun, meskipun para saksi mata tidak 
muncul. Dua hari kemudian, di bawah tekanan masyarakat, pemilik bar itu 
terpaksa menyerahkan surat izin penjualan minuman kerasna, dan bar itu ditutup 
untuk selamanya. Keempat orang pria itu didakwa sebagai pemerkosa, dan dijatuhi 
hukuman penjara.
 
Ada kasus penolakan-untuk-menolong lainnya yang sempat dipublikasikan secara 
gencar, khususnya yang menimpa seorang wanita muda bernama Kitty Genovese. Pada 
tahun 1964, ketika dia pulang kerja agak larut malam, dia diserang dan 
berulangkali ditikam di depan gedung apartemennya di Kew Gardens, New York. 
Selama setengah jam perlawanannya terhadap penyerang, dia berkali-kali menjerit 
bahwa dia ditikam dan mengharapkan pertolongan. Setelah kejadian itu, tiga 
puluh delapan orang yang tinggal di apartemen dan rumah yang berdekatan 
mengatakan bahwa mereka mendengar jeritan wanita muda itu. Akan tetapi, tidak 
seorang pun berusaha menolong atau memanggil polisi. Mereka mengatakan bahwa 
mereka tidak ingin terlibat. Polisi baru dipanggil dua puluh menit setelah 
wanita muda itu meninggal; dan mereka tiba dua menit kemudian. Bahkan pada saat 
itu tidak seorang tetangga pun yang muncul di jalan sampai ambulans datang 
untuk mengangkut jenasahnya.
 
Mengapa tidak ada seorang pun yang menolong? Bagaimana orang di sekitarnya 
mengamati kedua korban ini? Bagaimana mereka menyadari tanggung jawab mereka 
sendiri, dan moralitas orang lain yang melakukannya? Dalam kondisi apakah 
seseorang baru bersedia membantu orang lain, dan kapankah mereka akan 
membiarkan sesuatu terjadi? Para ahli psikologi sosial berusaha membahas kapan 
seseorang akan membantu orang lain, dan mempelajari kapan seseorang akan 
menjadi garang.
 
Psikologi Sosial 1
Sears, Freedman, & Peplau
hal 4-5
 
salam baca,
bhirawa_m
 


      
___________________________________________________________________________
Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke