Saya ke Bali pertama th 1972 waktu itu masih tingkat 3 ikut study tour
jadi senanglah sepanjang jalan bisa weruh wong adus yang topless.
Tapi paling seneng dipemandian tampak Siring ,wahduh mulo Bung Karna
krasan disini pikir saya.Disendang tsb banyak sekali widodari yang
adus.Bung Karna tinggal dari kamar istana didekatnya itu pakai
keker.Ke Bali terakhir th 1988 saya training di Denpasar 2 minggu,yang
saya bilangkan saya nemu rejeki lihat bule wedok tanpa selembar benang
padahal bodinya minta ampun.
Perlu anda tahu seneng saya tadi akibat saya mengikuti bisikan
setan.Dan nyatanya meh kabeh kawan saya senang nyawang pemandangan
indah tsb.Itulah saya katakan jalan keneraka itu kayak jalan Tol,tapi
coba jalan kesurga sudah sempit berbatu batu lagi.
Nah tanpa dibantu UU anti porno maka pemuda2 tadi akan menyenangi
jalan TOL tadi dan akhirnya bakal kejegur neraka.Sebab Allah melarang
mendekati jina.Jadi baru deket saja wis dilarang. 
Ya podo kan pak kenapa Film Indonesia selalu ada sensor film padahal
pemuda2 itu seneng yang gak disensor.Karena pemerintah ingin menutup
jalan Tol tadi.mBok wis film dibebaskan kaya Amerika itu wong nyatane
Amerika malah maju.

Shalom,
Tawangalun.

- In zamanku@yahoogroups.com, wirajhana eka <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Om tawang, 
>    
>   Perlu om ketahui....ada alasan yang mendasari mengapa bule2 dan
wanita indo datang kebali  dan dipantai berpakaian minim (Kapan anda
ke Bali?, Orang2 Bule juga punya rasa malu saat ia telanjang di
pantai, mereka juga punya ajaran moral di negaranya yang kurang lebih
mengajari telanjang depan umum adalah norak! dan tidak ada orang yang
telanjang tanpa selembar benangpun...saat mereka telanjang lantas
mengapa anda juga pusing? adakah orang2-orang bali yang pusing melihat
mereka telanjang? jadi mana yang rusak pikirannya?):
>    
>   1. Bukan bule2 itu yang menulari..namun mereka melihat Para pria
dan wanita bali berpakaian sederhana yang wanita telanjang dada..yang
perempuan terutama di daerah pedalaman dan terutama lagi pada jaman2
sebelum pikiran pikiran kotor para non Agama India datang ke
Bali...mereka tidak memakai beha..telanjang dada juga, jadi orang bule
tidak mempengaruhi...justru penduduk asli yang mempengaruhi
>    
>   2. tujuan mereka buka baju adalah karena di daerah mereka sinar
matahari adalah langka...dan kapan mereka berpakaian minim adalah di
daerah pantai...dan di seputar bali yang udaranya puannnassss
rek...juga jangan khawatir...manusia2 bali biasa aja tuh melihat
itu...ngga ada pikiran2 ngeres..
>    
>   3. Bukan Devisa target utamanya, karena yang menikmati devisa
adalah para miskinwan dan miskin wati dari daerah seberang
pulau...tidak perlu saya sebutkan lagi agamanya ya... nah, orang2 bali
jaman dahulu tidaklah tertarik sangat akan materi...sejak pendatang2
sontoloyo itu datang..mereka mengajari orang2 bali untuk
mengeksploitasi dompet wisatawan...juga sekaligus mengajari
keserakahan dan mulai meninggalkan bahwa sekaya apapun mereka
penyelesaiannya juga di api.
>    
>   4. Pornograpi tidak pernah menjadi masalah di Bali...kalau anda
menonton tarian bali...lirikannya maut menurut kacamata ulama...tapi
biasa aja tuh dikacamata orang bali..bahkan anak2 saya saya suruh
mereka les tari
>    
>   5. pakaian orang2 di bali terutama ke pura untuk sembahyang
...seksi2 lho...hampir tembus pandang dan biasa2 aja tuh..tidak lantas
di perkosa rame2 dan dijadikan budak belian...
>    
>   6. masalah pornograpi itu adalah masalah orang muslim dengan otak
kotornya dan tidak pernah menjadi masalah di Bali dan orang-orang
dengan ajaran India...mengapa?
>     
>    mereka diajarkan untuk mengendalikan diri, mengendalikan pikiran
bukan menutupi badan materi..semua berawal di pikiran dan diselesaikan
pikiran, ajaran india mengenal trikaya parisudha (bahasanya beda2)
Karma yang muncul karena Pikiran, Ucapan dan Perbuatan..lihat mereka
sudah mengetahui level tertinggi yang harus diperbaiki..  
>    mereka diajarkan bahwa mencapai surga bukan dengan menutup tubuh
sendiri diri rapat2 namun menutup pikiran, ucapan dan perbuatan dari
kekotoran..  
>    mereka tidak mempermasalahkan perbedaan agama dan cara
bersembahyang..karena mereka tahu bahwa itu urusan pribadi...di bali
saja saat jaman dahulu ada 5 aliran India datang, tidak masalah,
sekarang datang kristen dan Islam welcome...saat kalian muslim
beribadat orang2 bali hindu yang menjaga kalian untuk lebih
khusyu....dengan pecalang2nya..
>   dan terus terang saya heran dengan orang 2 muslim..saat
minoritas...mereka manis2.(lihat di bali) kaya anak kucing...mereka
patuh2 mengikuti aturan yang baik dan benar...tahu diri...eh, saat
jadi mayoritas...sungguh kurang ajar! makan daging pemeliharannya!
>    
>   nah, bawa saja aturan pornograpi itu untuk diri sendiri...bali dan
Ajaran India tidak perlu diajarkan mana yang porno mana yang bukan...
>    
>   Kami orang ajaran India, mengetahui pasti yang merusak itu bukan
wanita, bukan badan materi namun Pikiran dan tidak pernah yang lain...
>    
>   tidak perlu mengajari dan menggurui kami mana yang baik dan
benar...Bawa saja surga kalian untuk diri sendiri...
>   
> tawangalun <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           Pak Wiraj,saya dulu 2 minggu di Denpasar saya itu jangan
dikira gak 
> seneng lari2 dipantai Kuta,dan kalau Minggu pagi masya Allah ada bule 
> wedok blas tanpa selembar benangpun dan prianya hanya pakai 
> cawed,melenggang dipantai.Memang jalan ke neraka itu serba indah,tapi 
> jalan kesurga berbatu batu.
> Memang mata saya seneng juga dapat hiburan kayak gitu,tapi saya tahu 
> bahwa saya telah nuruti setan sebab syariat saya mengharamkan 
> pemandangan seperti itu.
> Lalu gimana agar pulau dewata itu tidak dipakai ajang seperti itu,opo 
> Pak Wiraj malah sebodo yang penting devisa ?
> Jadi jangan yang anomali kayak koteka mau dipelihara.
> Saya marah bule ke Papua hanya mau ngliat orang kok pakai 
> koteka,padahal itu bangsa saya sendiri.
> Terus majalah PlayBoy mau dipelihara,kok tidak ada usaha preventip 
> sama sekali.
> 
> Shalom,
> Tawangalun.
> 
> - In zamanku@yahoogroups.com, wirajhana eka <wirajhana@> wrote:
> >
> > Om tawang,
> > 
> > Tidak sepakat RUU pornografi jadi UU tdk berarti mendukung 
> Pornografi, saya rasa semua milis membicarakan hal yang sama..
> > 
> > kalau Muslim Indonesia bersikeras untuk memaksakannya, maka jangan 
> juga menolak kalo Sulut, Bali dan beberapa Daerah melepaskan diri 
> dari Indonesia...
> > 
> > Adil kan..
> > 
> > Jangan mengatakan ini dua hal yang berbeda, buat kami yang non 
> Muslim ..ini merupakan hal yang sama, pemaksaan kehendak!
> > 
> > saya mau kasih contoh, misalkan seorang laki2 tertarik secara 
> seksual dengan jidat orang2 muslim yang ada hitam2 nya karena rajin 
> sholat atau tertarik dan ngga ku...ku dengan janggut panjang tanpa 
> kumis dari para muslim-wan sehingga ia membayangkan itu sebagai hal 
> yang maskulin dan bikin greget dan menarik secara seksual..apakah 
> dapat para muslim dengan jidat hitam dan juga yang piara jenggot 
> tanpa kumis itu dikenai pasal pornograpi bab 1 pasal 1 ayat 1?
> > 
> > "Pornografi adalah materi seksualitas yang dibuat oleh manusia 
> dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, 
> gambar bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, 
> atau bentuk pesan komunikasi lain melalui berbagai bentuk media 
> komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang dapat 
> membangkitkan hasrat seksual dan/atau
> > 
> > yang dikaitkan dengan pasal 7
> > 
> > Setiap orang dilarang mendanai atau memfasilitasi perbuatan 
> sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4
> > 
> > yang dikaitkan pada pasal 4.2 c, 8 dan 10
> > mengeksploitasi atau memamerkan aktivitas seksual; dilarang dengan 
> sengaja atau atas persetujuan dirinya menjadi objek...yang mengandung 
> muatan pornografi.
> > 
> > dilarang mempertontonkan diri atau orang lain dalam pertunjukan 
> atau di muka umum..eksploitasi seksual..atau yang bermuatan 
> pornografi lainnya., 
> > 
> > 
> > Boleh?
> > 
> > debatable ya...
> > 
> > Nah, kalau itu saja anda debatable, bisa dong dibayangkan banyak 
> hal-hal lain yang tak terpikir sekarang namun terpikir oleh orang 
> lain..
> > 
> > Bali dan sulut, bukan tempat maksiat, bali disebutkan sebagai Pulau 
> seribu Pura tempat bersemayam para Dewa, dengan upacara yang 
> dilakukan setiap harinya 3 kali oleh rata2 3 juta an keluarga 
> Hindu/Tiongha, Buddhis....namun ketua MUI Palembang JUSTRU menyatakan 
> Bali sebagai tempat maksiat.
> > 
> > 
> > tawangalun <tawangalun@> wrote: 
> Kalau RI gak punya UU anti porno kelak akan muncul Shelley Luben.Nek
> > Genduk malah seneng sih.
> > 
> > Surat dari Bekas "Artis Porno"
> > 
> > Wednesday, 24 September 2008 02:05
> > 
> > Shelley Luben mantan aktris porno mengaku bisa keluar dari dunia 
> gelap
> > bernama 'industri pornografi' dan memilih menjadi aktivis melawan
> > ekploitasi seksual terhadap gadis-gadis muda Amerika
> > 
> > Hidayatullah.com--Gadis cantik, bertubuh seksi dan mata yang
> > membangkitkan gairah seakan-akan berkata "i want You". Itu kesan 
> yang
> > terlihat di setiap sampul film porno. Tapi, bisa jadi itulah tipuan
> > terbesar sepanjang masa. Inilah kisah dan pengakuan Shelley Luben
> > tentang masa buruk dan seluk beluk industri maksiat itu. Tulisan 
> ini
> > diturunkan sebagai pelajaran bagi kita semua. Terutama para aktivis
> > yang "menutup mata" terhadap dampak industri pornografi. 
> Percayalah,
> > Aku tahu "Aku dulu pernah melakukannya sepanjang waktu dan aku
> > melakukannnya karena. Nafsuku akan kekuasaan dan kecintaanku kepada
> > uang. Aku tidak pernah menyukai seks. Bahkan Aku tidak 
> menginginkannya
> > dan faktanya aku lebih banyak minum Jack Daniels (jenis minuman
> > alkohol import original. Sejenis Jhonny Walke yang juga masuk
> > Indonesia, red) daripada bersama para pria yang dibayar seperti aku
> > untuk "berpura-pura" di film. Ya Benar tidak ada diantara kami
> > -gadis-gadis blonde yang menyukai being in porn movie.
> > Kami benci disentuh oleh orang asing yang sama sekali tidak peduli
> > dengan kami. Kami benci dianggap rendah oleh mereka, laki-laki 
> dengan
> > keringat dan bau busuknya. Beberapa diantara kami sering sampai 
> muntah
> > di kamar mandi saat break syuting. Sedangkan yang lainnya berusaha
> > menenangkan diri dengan merokok Marlboro tanpa henti. Tapi porn
> > industry (industri pornografi) ingin agar kamu selalu berpikir 
> kalau
> > kami artis porno sangat menyukai seks. Mereka ingin kamu percaya 
> bahwa
> > kami senang dilecehkan seperti binatang dalam berbagai jenis 
> adegan di
> > film. Kenyataannya, artis porno sering tidak tahu apa saja adegan 
> yang
> > akan mereka lakukan saat pertama kali datang ke lokasi syuting dan
> > kami hanya diberi dua pilihan oleh produser: "Lakukan atau Pulang
> > Tanpa Bayaran. Kerja atau
> > tidak akan bisa kerja lagi." Iya memang benar kami punya pilihan.
> > Beberapa diantara kami memang sangat memerlukan uang. Tapi kami
> > dimanipulasi, dipaksa bahkan diancam. Beberapa diantara kami
> > terjangkit AIDS karena profesi ini. Atau tertular herpes dan
> > berbagai macam penyakit kelamin lain yang sukar disembuhkan. Salah
> > seorang artis film porno setelah syuting dengan menahan sakit 
> sepanjang
> > hari setelah sampai dirumah menembak kepalanya dengan pistol. 
> Kebanyakan
> > dari artis porno mungkin berasal dari keluarga yang berantakan dan
> > pernah mengalami pelecehan seksual dan perkosaan dari keluarga atau
> > tetangganya sendiri. Saat kami kecil kami hanya ingin bermain 
> dengan
> > boneka, bukan mendapatkan trauma saat seorang laki-laki dewasa 
> berada
> > diatas tubuh kami. Jadi
> > sejak kecil kami belajar bahwa seks bisa membuat kami berharga. Dan
> > dengan semua pengalaman mengerikan itu kami menipu kalian di depan
> > kamera padahal sebenarnya kami membenci di setiap menitnya. Karena
> > trauma itu kebanyakan artis porno hidupnya tergantung kepada 
> alkohol
> > dan narkotika. Dan hidup kami juga selalu diliputi ketakutan akan
> > terjangkit HIV atau penyakit kelamin lainnya seperti; Herpes,
> > gonorrhea, syphilis, chlamydia, dll. setiap hari menghantui kami.
> > Menurut catatan Shelley dalam situs web nya. Sebelas
> > bintang pornografi pornografi mati akibat HIV, bunuh diri, 
> pembunuhan
> > dan obat pada tahun 2007. Antara 2003 dan 2005, 976 orang pemain
> > dilaporkan dengan 1.153 hasil positif STD. 66% dari pemain 
> pornografi
> > terkena Herpes, penyakit yang tak dapat disembuhkan. Memang setiap
> > bulan kami diperiksa tapi kamu tahu, kalau hal tersebut tidak akan
> > bisa mencegah kami tertular penyakit-penyakit mematikan itu.
> > Selain penyakit, adegan syuting tidak kalah mengerikannya, banyak 
> dari
> > kami mengalami luka sobek atau luka pada organ tubuh bagian dalam
> > kami. Diluar syuting kami sering berharap bisa menjalani hidup yang
> > normal. Tapi sangat sulit menjalin hubungan yang normal dengan
> > laki-laki 'biasa', maka dari itu kebanyakan dari kami menikah 
> dengan
> > sutradara film porno
> > atau menjalani hidup sebagai lesbian. Buat
> > aku, momen yang tidak akan terlupakan adalah ketika tanpa sengaja 
> anak
> > perempuanku melihat ibunya yang telanjang sedang berciuman dengan
> > gadis lain. Anakku pasti akan terus mengingatnya juga. Pada hari 
> yang
> > lain kami bisa berubah seperti zombie dengan botol bir di tangan 
> kanan
> > dan gelas wisky di tangan kiri. Kami tidak suka bersih-bersih jadi
> > sering kali kami harus menyewa pembantu untuk membersihkan kotoran
> > kami. Selain itu artis porno benci memasak sendiri. Biasanya kami
> > memesan makanan yang
> > kemudian kami muntahkan lagi karena kebanyakan dari kami menderita
> > bulimia, semacam gejala lapar yang tidak pernah terpuaskan. Bagi
> > artis porno yang memiliki anak, kami adalah ibu yang paling buruk.
> > Kami menjerit dan bahkan memukul anak kami tanpa alasan. Seringkali
> > saat kami begitu mabuknya sampai-sampai anak kami yang berumur 4 
> tahun
> > yang menyeret kami dari lantai. Dan ketika ada tamu (kebanyakan 
> karena
> > alasan seks) kami harus mengunci anak kami terlebih dulu dikamar 
> dan
> > menyuruh mereka untuk diam. Kalau aku biasa membekali anak gadisku
> > dengan pager dan kusuruh dia menungguku di taman sampai aku selesai
> > dengan tamuku." Semua Tipuan... "Kalau
> > kamu bisa melihat lebih dalam kehidupan artis film porno mungkin 
> kamu
> > akan kehilangan minat menonton film porno. Kenyataan sebenarnya 
> kami
> > artis film porno ingin mengakhiri semua rasa malu ini dan semua 
> trauma
> > dalam hidup kami. Tapi sayangnya kami tidak bisa melakukannya 
> sendiri.
> > Kami berharap kalian kaum pria membantu kami, memperjuangkan 
> kebebasan
> > dan kehormatan kami. Kami ingin kalian memeluk kami saat kami
> > menghapus air mata dan menyembuhkan luka di hati kami. Kami 
> berharap
> > kalian mau berdoa untuk kami dan semoga Tuhan akan mendengar dan
> > mengampuni semua kesalahan kami di masa lalu. Industri film porno
> > tidak lebih dari "seks palsu" dan "tipuan kamera". 
> Percayalah.......!
> > [Kiriman Abidin MA diambil dari situs http://www.shelleyl 
> ubben.com.
> > Tulisan ini didedikasikan oleh Shelley untuk semua aktris 
> pornografi
> > yang terjangkit HIV, meninggal akibat overdosis atau bunuh
> > diri/www.hidayatullah. com]
> > 
> > Shalom,
> > Tawangalun.
> >
>


Kirim email ke