Suara Merdeka
30 September 2008

Mutiara Ramadan JK Bahagia Bersama SBY

Keutamaan Zakat Fitrah, ''... APABILA yang membayar zakat fitrah orang-orang 
kaya, Allah akan membersihkan hati mereka. Dan jika yang membayar zakat fitrah 
orang-orang miskin, maka Allah akan memberikan limpahan rezeki kepada mereka.'' 
(Al-Hadis)

JAKARTA - Wacana duet Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla (SBY-JK) kembali 
mengemuka setelah presiden RI itu menyatakan akan maju lagi dalam Pilpres 2009. 
Kemungkinan besar, mantan Menkopolkam di era Presiden Megawati Soekarnoputri 
itu akan kembali menggandeng mantan Menko Kesra di kabinet yang sama tersebut.

Gayung pun bersambut, Kalla juga mengisyaratkan hal yang sama. "Semua amanah 
saya siap saja. Pasti bisa, saya siap apa saja untuk bangsa ini selama Tuhan 
beri kesempatan dan umur panjang," kata Kalla menjawab pertanyaan wartawan 
apakah duet bersama SBY bisa terjadi lagi.

Hal itu disampaikan Kalla usai salat asar di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, 
Senin (29/9). Kalla mengatakan, empat tahun bersama SBY berjalan cukup baik. 
Banyak sekali kemajuan untuk bangsa Indonesia. "Bagi saya, apa pun tugasnya 
yang penting dapat mengabdi dengan baik,saya tidak bedakan apa pun amanat itu," 
katanya.

Namun, kata Kalla, semua itu akan diputuskan oleh partai tempatnya bernaung 
yaitu Golkar. Lalu bagaimana perasaan Kalla setelah empat tahun berjalan 
mendampingi SBY? "Saya sangat bahagia dapat bersama SBY selama ini untuk 
mengadakan kemajuan membangun bangsa. Saya pikir, empat tahun kemajuan cukup 
baik," kata dia.

Dia juga mengatakan, dirinya sangat cocok berduet dengan SBY. Buktinya, sampai 
saat ini, kerja sama itu masih berjalan dengan baik. "Kalau tidak cocok, 
bagaimana bangsa ini mau maju. Kalau tidak cocok, buyar bangsa ini," ujar pria 
berkumis tipis ini.

Rencana duet pasangan itu justru menimbulkan tanda tanya bagi PKS. "Apakah 
semua elite Golkar legawa di bawah partai yang hanya sepertiga perolehan 
suaranya menurut hasil polling. Elite di Golkar mau tidak menerima ini. Ini 
perlu di-sounding. Menurut saya ini menarik, tapi rasionalisasinya apa?" kata 
Presiden PKS Tifatul Sembiring, Senin (29/9).

Anggapan PKS ditepis Ketua Fraksi Golkar DPR Priyo Budi Santoso. "Sebagian 
besar elite mendukung. Golkar merasa nyaman dan ini tidak masalah asal koalisi 
beradasarkan hormat menghormati dan penyeimbangan. Menghormati artinya berbagi 
koalisi tugas dan tanggung jawab," kata Priyo, kemarin.

Sementara itu, sebagai lawan politik, PDI-P justru menanggapi enteng dan 
bersikap santai terkait akan majunya lagi SBY dalam Pilpres 2009. "Yang pertama 
semua orang tahu, dia akan maju sebagai capres, dia incumbent. Pernyataan itu 
tidak mengejutkan. Bagi Ibu Mega dan PDI-P, ini hal yang sudah diperkirakan, 
tidak ada yang mengejutkan," kata Sekjen PDI-P Pramono Anung, Senin (29/9).

Terpisah, Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Hadi Utomo menyatakan, pihaknya siap 
mendukung dan memenangkan SBY dalam Pilpres 2009. Menurutnya, salah satu cara 
PD untuk mendukung Ketua Dewan Pembina PD tersebut adalah mengusahakan agar 
batas persyaratan mengajukan capres pada Rancangan Undang-Undang (RUU) 
Pemilihan Presiden/Wapres tetap 15 persen.(J22,dtc-48) 

Kirim email ke