http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2008093001335416

      Selasa, 30 September 2008 
     
      BURAS 
     
     
     
Idulfitri, Saatnya Perubahan! 

       
      "SETELAH lulus ujian berpuasa Ramadan, Idulfitri menjadi acara wisuda 
pencapaian derajat kesuciaan diri! Insya Allah!" ujar Umar. "Dengan demikian, 
Idulfitri menjadi saat perubahan, dari kebiasaan-kebiasaan lama sepanjang tahun 
sebelum Ramadan yang terkadang kurang sesuai dengan tuntunan nurani, berubah 
menjadi insan yang selalu menjaga kesucian itu dengan senantiasa mengikuti 
pilihan-pilihan nurani dalam menjalani kehidupan nyata!"

      "Kesadaran atas pencapaian derajat kesucian itu yang mengaktual dalam 
perilaku sehari-hari yang diamalkan secara bersama akan melembaga sebagai suatu 
masyarakat yang Islami!" sambut Amir. "Perubahan ke arah pelembagaan masyarakat 
Islami itu amat didamba sebuah negara yang berpenduduk mayoritas pemeluk Islam! 
Barometernya justru bersifat objektif, pengukuran oleh lembaga-lembaga 
independen antarbangsa sejauh mana penurunan peringkat Indonesia dari kelompok 
negara terkorup di dunia! Semua tentu sepakat, jika masih dalam kelompok negara 
terkorup di dunia, belumlah cerminan pas masyarakat yang Islami!"

      "Maka itu, pencapaian derajat kesucian pada Idulfitri harus bisa jadi 
pangkal perubahan signifikan itu, mewujudkan masyarakat yang Islami, suatu 
masyarakat berperadaban tinggi beralaskan sikap moral warganya yang sangat 
menghormati hak-hak orang lain berkat kendali diri yang kuat!" tegas Umar. 
"Orang tidak korupsi bukan karena takut KPK, tapi berkat kepribadian yang 
mengaktual sebagai insan beradab, saling menghormati hak-hak sesama, sekecil 
apa pun hak itu, selemah apa pun pemilik hak itu!"

      "Tapi karena korupsi dalam segala bentuknya pada hakikatnya merupakan 
tindakan abuse of power--penyalahgunaan kekuasaan--usaha mewujudkan masyarakat 
Islami itu sebagian besar tergantung pada mereka yang memegang kekuasaan!" 
timpal Amir. "Sebab itu, kesadaran pada pencapaian derajat kesucian pada 
Idulfitri ini amat perlu bagi kalangan yang memegang kekuasaan! Terutama 
kekuasaan yang diperoleh lewat pemilihan langsung oleh rakyat karena secara 
eksplisit kekuasaan yang diperolehnya itu merupakan amanah rakyat! Sehingga, 
melakukan korupsi sebagai penyalahgunaan amanah itu secara nyata pula merupakan 
pengkhianatan terhadap amanah rakyat! Jadi, bisa kurang beradab suatu 
masyarakat yang dipimpin para pengkhianat amanah rakyat!"

      "Karena dengan korupsi begitu pemimpin telah mengecundangi hak-hak 
rakyat, tidak menghormati hak-hak rakyat yang memberi amanah kekuasaan pada 
dirinya!" tegas Umar. "Itu pula logikanya, kenapa dalam lagu Idulfitri 
diucapkan selamat pada pemimpin, (karena) rakyatnya makmur terjamin! Ketika 
kebanyakan rakyat tengah hidup sengsara sebagai korban korupsi, Idulfitri 
menjadi amat penting sebagai momentum perubahan bagi para pemimpin untuk 
menjadikan dirinya sebagai inti dari wujud masyarakat yang Islami! Selamat 
Idulfitri!"

      H. Bambang Eka Wijaya
     

<<bening.gif>>

<<buras.jpg>>

Kirim email ke