Refleksi:  Menurut hadits disebutkan oleh Nabi Muhammad  untuk belajar sampai 
ke Tiongkok, tetapi anehnya  Muslim Tionghoa  di Indonesia perlu perdampingan. 

http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&id=35360

Muslim Tionghoa Butuh Pendamping

Rabu, 01 Oktober 2008 , 16:15:00
BANDUNG, (PRLM).- Mualaf Network (MNW) Yayasan Karim Oey Bandung siap jemput 
bola terhadap kaum etnis Tionghoa yang berminat menjadi pemeluk Islam. Selama 
ini, bimbingan terhadap calon mualaf dilakukan jika ada peminat serius. "Ke 
depan, mungkin kita akan jemput bola agar bisa memberikan informasi kepada 
kawan-kawan yang berminat tentang Islam," kata Koordinator Mualaf Network, 
Syarief Abdurrahman, S.Ag atau yang akrab disapa Ku Khie Fung ketika ditemui 
seusai Solat Idul Fitri di Masjid Lau Tze II, Jln. Tamblong No. 27 Kota 
Bandung, Rabu (1/10). Fung mengatakan, mualaf etnis tionghoa sangat membutuhkan 
pendampingan agar keyakinannya tetap kuat. Jumlah jemaah etnis Tionghoa yang 
rajin mengaji di Masjid Lau Tze II hingga kini mencapai 70 orang. (A-156).*** 


http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&id=35362




Rabu, 01 Oktober 2008 , 16:20:00
BANDUNG, (PRLM).- Umat Muslim Tionghoa di Kota Bandung rayakan Idulfitri 1429 
Hijriyah tanpa ketupat sayur. Pada umumnya, seusai melangsungkan ibadah shalat 
id, mereka langsung kembali ke rumah masing-masing. Salah seorang umat yang 
menolak disebutkan namanya, Rabu (1/10) mengaku enggan membuat ketupat sayur 
karena tak akan ada yang memakannya. Selain itu, ia khawatir diketahui sanak 
saudaranya jika dirinya telah menjadi pemeluk Islam. "Saya bingung mau minta 
maaf pada ibu saya. Nanti beliau tahu bahwa saya masuk Islam," tuturnya. 
Seperti diberitakan, puluhan umat Muslim Tionghoa melangsungkan shalat 
Idulfitri berjamaah di Jln. Veteran Kota Bandung bersama-sama ratusan warga 
pribumi lainnya. Shalat yang diimami Ku Khie Fung itu diselenggarakan oleh 
Masjid Lau Tze II yang beralamat di Jln. Tamblong No. 27 Kota Bandung. 
(A-156).*** 

Kirim email ke