--- In zamanku@yahoogroups.com, wirajhana eka <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Wah, kelihatannya Einstein dan Friedman adalah Nabi terbaru Umat
Abrahamic!
>    
>   Di bulan April tahun 2002, Steinhardt dari Princeton University
dan Turok dari Cambridge University, dalam laporan di jurnal Science
dan hasil wawancara telepon dengan Associated Press, menyatakan bahwa: 
>    
>     
>    Hipotesis Big bang tidak dapat menerangkan apa yang terjadi
sebelum Big Bang dan menjelaskan hasil akhir dari semesta.   
>    Big Bang hanyalah salah satu bagian dari pembuatan semesta, tapi
bukan pelopor dari kelahiran semesta. 

Nice

Bigbang diperkirakan merupakan asal muasal terbentuknya universe. Lalu
ada apa sebelum Bigbang? Memang masih gelap. Apakah ada atau tidak
ada. At least pengetahuan asal muasal manusia sampai bigbang itu
membutuhkan waktu milyar tahun. Not bad for human being.

  
>    Ia hanya bagian kecil dari proses pembentukan semesta yang tidak
memiliki awal dan akhir.   
>    Sehingga penentuan umur semesta, yang muncul dari teori Big Bang,
merupakan kesimpulan mengada-ada.   

Nice

Ini kan cuma conter pendapat yg nilainya sama saja dengan bigbang itu
sendiri.


==================

>    Penambahan dan penyusutan semesta terjadi secara terus-menerus,
berlangsung bukan dalam miliar tapi triliunan tahun.   
>    "Waktu tidak mesti memiliki awal," ujar Steinhardt dalam
wawancara telepon dengan Associated Press. Ia mengatakan bahwa teori
waktu sebenarnya hanya transisi atau tahap evolusi dari fase sebelum
semesta ada ke fase perluasan semesta yang ada saat ini. 
>   Para ilmuwan yang menyokong teori Big Bang melihat ekspansi
semesta ditentukan oleh sejumlah energi yang memperlambat dan
mempercepat ekspansi. Energi yang memperlambat ekspansi ini kemudian
bergerombol dalam galaksi, bintang dan planet. Energi yang mempercepat
ekspansi ini diistilahkan sebagai "energi gelap". 

Nice

Sebetulnya ekspansi yg terjadi hanya percepatan, tidak ada
perlambatan.
http://www.space.com/scienceastronomy/astronomy/universe_expansion_020320.html

========================

>    
>   Namun Steinhardt dan Turok melihat bahwa materi semesta tidak
sekadar terdiri dari energi biasa dan "energi gelap", tapi juga
"spesies ketiga". "Kami melihat rasio energi yang membentuk semesta
adalah 70 persen materi unik dan 30 persen materi biasa," ujar
Steinhardt. 
>    
>   Materi biasa yang dimaksud Steinhardt adalah materi yang membuat
ekspansi semesta lebih pelan, yang mengijinkan gravitasi menciptakan
galaksi, bintang dan planet, termasuk bumi. 
>    
>   Sementara percepatan ekspansi didorong oleh "energi gelap" yang
menyatukan sejumlah zat dan energi. "Energi ini, sekali mengambil alih
semesta, mendorong segala seuatu pada pusat percepatan. Sehingga
semesta akan berukuran dua kali lipat setiap 14 hingga 15 miliar tahun
sepanjang ada energi gravitasi yang mendominasi semesta," ujar
Steinhardt. 
>   Big Bang muncul ketika "energi gelap" mengubah karakter ini.
Dengan alasan inilah, kedua ilmuwan fisika tersebut menolak bahwa Big
Bang merupakan penyebab kelahiran alam semesta. Karena semesta sudah
ada sebelum dentuman itu terjadi. (Sumber: Fisika Net) 

Nice

Ini memang seru. Saya lebih mendukung bigbang,karena segala sesuatu yg
terjadi di universe ini membutuhkan energi. Makanya Tuhannya Starwars
adalah "The Force". Bigbang memenuhi syarat untuk menyediakan energi ini.

==================


>   
> Jadi, Teori BigBang menyadarkan kita kalau Allah itu bagian dari
Proses itu sendiri, konsekuensinya....Ia Bukan Maha Pencipta

Nice

We will never know,would we?


>   
> Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>              
http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2008093001335415
>    
>           Selasa, 30 September 2008    
>           UTAMA            
>   Teori 'Big Bang' Menyadarkan Allah itu Ada 
>    
>   
>             SAAT logika tidak bisa menjabarkan kekuasaan dan
kebesaran Allah, Hj. Arofah Nizarwan berkonsultasi dengan ahli agama.
Dia bersyukur disadarkan melalui training emotional spiritual quotient
(ESQ) saat mendengarkan penjelasan Ary Ginanjar Agustian tentang teori
Big Bang (letusan besar) asal-muasal terjadinya alam semesta.
>   Februari 2005, Arofah mengikuti training ESQ. Dadanya terasa ingin
pecah saat mendengar penjelasan Ary Ginanjar tentang teori Big Bang.
Hal itu menyadarkan dia bahwa Allah itu benar-benar ada.
>   Dia tidak harus melihat Zat Allah, tetapi cukup dengan dengan
membaca dan memaknai Alquran dan Hadis Rasulullah. "Dari mana Muhammad
saw., mengetahui tentang teori Big Bang ini kalau bukan dari Allah,"
kata Arofah mengutip perkataan Ary saat itu.
>   Perempuan kelahiran Kedondong, Pesawaran, 21 April 1965 langsung
menjerit Allahu Akbar. Dia menangis dan meminta ampun kepada Allah.
>   Kepercayaannya ingin mendalami agama Allah setelah pulang
menunaikan ibadah haji pada Maret 2003. Menurut dia, kepergiannya ke
Mekah atas keinginan suaminya, Nizarwan. Saat itu, Arofah merasa belum
siap, berat meninggalkan dua anak kesayangannya.
>   Makin dekat hari keberangkatan, dia makin tertekan. Bahkan, mantan
Wakil Ketua KNPI Lampung itu sempat membuat surat wasiat bagi
anak-anaknya. "Saat melihat anak-anak saya sedih, bayangannya mati
terus. Saya mohon ampunan Allah, banyak-banyak istigfar," kata
Koordinator Wilayah (Korwil) Leadership Center ESQ Lampung.
>   Dengan kondisi yang masih gamang itu, Arofah tetap berangkat ke
Tanah Suci menyempurnakan keimanannya sebagai seorang muslimah.
Sesampainya di Mekah, pemikiran tentang anak-anaknya belum hilang.
>   Ketika melihat Baitullah (Kakbah) saat melaksanakan tawaf
pemikiran tentang dunia hilang seketika. Dia tidak lagi berat
memikirkan anak-anaknya. Tidak ada lagi pikiran tentang duniawi. "Saat
itu, saya malah tidak ingin pulang, saya ingin tetap di Baitullah,"
kenang dia.
>   Keinginan tinggal di Baitullah terus mengiringinya sampai 40 hari
setelah kepulanganannya dari Tanah Suci. "Selama 40 hari setelah
pulang dari Tanah Suci, malaikat masih bersama kita dan mengamini tiap
doa. Sebab itu, pascapulang haji, saya sedih dan menangis." n RINDA
MULYANI/L
>


Kirim email ke