Refleksi: Pantes Amrozi & co. berani bilang  bahwa bila mereka dimatikan akan 
ada pembalasan.

http://www.cenderawasihpos.com/detail.php?id=19733

06 Oktober 2008 03:54:53

Wapres: Jangan Perangi Radikalisme


MAKASSAR- Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai penggunaan tangan besi untuk 
menangkal radikalisme yang dilakukan sejumlah negara tidak bermanfaat. 
Kekerasan tersebut tidak akan menyelesaikan masalah, justru menimbulkan 
kerugian yang lebih besar.  Penegasan tersebut disampaikan Kalla dalam 
pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Prancis Bernard Kouchner dalam pertemuan 
di Paris Sabtu lalu (4/10)

Wapres menilai akan percuma saja jika negara-negara eropa mengirimkan pasukan 
aliansi ke Afganistan hanya untuk memerangi radikalisme. "Percuma saja kirim 
pasukan dan kekuatan militer, mereka susah ditaklukkan. Mereka perang dengan 
hati, tapi Anda (sekutu) perang dengan tangan," kata Wapres seperti diungkapkan 
dalam keterangan pers di kediamannya kemarin malam (5/10). Kalla melanjutkan, 
gerilyawan Afganistan akan senang jika mati dalam pertempuran, karena mereka 
meyakini akan mati syahid yang dijamin masuk sorga. Kondisi ini berbeda dengan 
pasukan sekutu yang menilai kematian personilnya ketika memerangi radikalime 
sebagai korban sia-sia.

Dalam bagian lain perbincangannya, Menlu Bernard Kouchner menilai stabilitas 
keamanan di Indonesia lebih baik dibandingkan negara-negara berpenduduk muslim 
lainnya.  "Menlu Perancis sangat menghormati (respek) hal itu (radikalisme) tak 
terjadi di Indonesia, tetapi di Pakistan,Afganistan, dan Bangladesh. Karena itu 
kita dinilai oleh eropa, lebih stabil, modern dan harus terus menjaga kondisi 
tersebut," kata Wapres. Selain membicarakan soal radikalisme, pertemuan 
tersebut juga dilakukan untuk membahas rencana kunjungan Presiden Prancis 
Zarkorzy ke Indonesia. (noe) 
 

Kirim email ke