Einstein: "Untuk Kategori Agama Kosmis, Maka Pemenangnya Adalah..."   
    
    
---------------------------------
  
  Pengantar
  Hampir setiap agama dan kebudayaan memiliki mitos alam semesta. Mesir kuno 
mempercayai bahwa Dewa Khnumm menciptakan alam-semesta kemudian membuat manusia 
dari tanah liat, lalu Dewi Hathor meniupkan hidup kepada mereka. Yunani kuno 
mempercayai, bahwa segala sesuatu dibuat oleh Oceanus, air yang pertama. Cina 
kuno mempercayai P'an Ku memahat alam-semesta yang sebelumnya berantakan, 
setelah mati tulangnya berubah menjadi bukit, dagingnya menjadi tanah, giginya 
menjadi kandungan logam dan seterusnya, keseluruhan kejadian itu berjalan 
selama 18.000 tahun. ALBERT EINSTEIN menyatakan bahwa 
   
  
  ‘Agama Masa Depan adalah Agama Kosmik. Melampaui Tuhan sebagai suatu 
pribadi serta menghindari Dogma dan Teologi...’
  
   
  Ilmu pengetahuan memberikan dugaan bahwa semesta ini berumur 13,7 Miliyar 
tahun ada juga yang mengatakan 15 Milyar tahun. Penemuan-penemuan fosil manusia 
purba yaitu manusia pertama di asia yang berumur 1.8 juta juga mengenai 
penemuan peradaban Lemuria, yang berusia tidak kurang dari 400.000 tahun telah 
memberikan konfirmasi pasti bahwa Manusia tidak mungkin berusia kurang dari 1 
juta tahun. Di abad 20 ini setidaknya ada lima hipotesis mengenai Penciptaan 
alam. Dari lima hipotesis modern mengenai penciptaan semesta, terdapat dua 
hipotesis yang paling laku dibicarakan, yaitu:
   
  
    
   Hipotesis kabut (1724, 1796), oleh Imanuel Kant, disempurnakan Pierre 
Marquis de Laplace, garis besarnya adalah: Tata surya masih berupa kabut yang 
terdiri dari debu, es, dan gas yang disebut nebula. Unsur gas sebagian besar 
berupa hidrogen. Ada gravitasi, kabut menyusut dan berputar. Suhu kabut memanas 
menjadi bintang raksasa (matahari). Matahari terus menyusut, perputarannya 
semakin cepat. Sebagian dari gas dan es terlontar. Gaya gravitasi, penurunan 
suhu, gas-gas memadat membentuk planet dalam. Dengan cara yang sama, planet 
luar terbentuk.  
   Hipotesis big bang (1922), Bermula pada teori relativitas yang ditemukan 
Einstein, Ia dan beberapa Ilmuwan mengembangkannya namun akhirnya Friedman yang 
mencapai di Hipotesis ini, garis besanya adalah: Terjadi kondensasi benda 
angkasa, menyatu, mengecil kemudian meledak. Debu dan gas membentuk bintang. 
Bintang meledak dan serpihannya membentuk planet-planet, termasuk bumi.
  
  Dari dua yang paling laku dibicarakan, artikel edisi Oktober 1994, Scientific 
American menyatakan: Hipotesis Big Bang adalah satu-satunya yang dapat 
menjelaskan pengembangan alam semesta yang didukung hasil-hasil pengamatan. 
Namun, Di bulan April tahun 2002, Steinhardt dari Princeton University dan 
Turok dari Cambridge University, dalam laporan di jurnal Science dan wawancara 
telepon dengan Associated Press, menyatakan bahwa: 
   
  
    
   Hipotesis Big bang tidak dapat menerangkan apa yang terjadi sebelum Big Bang 
dan menjelaskan hasil akhir dari semesta.   
   Big Bang hanyalah salah satu bagian dari pembuatan semesta, tapi bukan 
pelopor dari kelahiran semesta.   
   Ia hanya bagian kecil dari proses pembentukan semesta yang tidak memiliki 
awal dan akhir.   
   Sehingga penentuan umur semesta, yang muncul dari teori Big Bang, merupakan 
kesimpulan mengada-ada.   
   Penambahan dan penyusutan semesta terjadi secara terus-menerus, berlangsung 
bukan dalam miliar tapi triliunan tahun. 
  
  "Waktu tidak mesti memiliki awal," ujar Steinhardt. Ia mengatakan bahwa teori 
waktu sebenarnya hanya transisi atau tahap evolusi dari fase sebelum semesta 
ada ke fase perluasan semesta yang ada saat ini. 
  
   
  Para ilmuwan yang menyokong teori Big Bang melihat ekspansi semesta 
ditentukan oleh sejumlah energi yang memperlambat dan mempercepat ekspansi. 
Energi yang memperlambat ekspansi ini kemudian bergerombol dalam galaksi, 
bintang dan planet. Energi yang mempercepat ekspansi ini diistilahkan sebagai 
"energi gelap". 
  
   
  Namun Steinhardt dan Turok melihat bahwa materi semesta tidak sekadar terdiri 
dari energi biasa dan "energi gelap", tapi juga "spesies ketiga". "Kami melihat 
rasio energi yang membentuk semesta adalah 70 persen materi unik dan 30 persen 
materi biasa," ujar Steinhardt. 
  
   
  Materi biasa yang dimaksud Steinhardt adalah materi yang membuat ekspansi 
semesta lebih pelan, yang mengijinkan gravitasi menciptakan galaksi, bintang 
dan planet, termasuk bumi. 
  
   
  Sementara percepatan ekspansi didorong oleh "energi gelap" yang menyatukan 
sejumlah zat dan energi. "Energi ini, sekali mengambil alih semesta, mendorong 
segala seuatu pada pusat percepatan. Sehingga semesta akan berukuran dua kali 
lipat setiap 14 hingga 15 miliar tahun sepanjang ada energi gravitasi yang 
mendominasi semesta," ujar Steinhardt. 
   
  Big Bang muncul ketika "energi gelap" mengubah karakter ini. Dengan alasan 
inilah, kedua ilmuwan fisika tersebut menolak bahwa Big Bang merupakan penyebab 
kelahiran alam semesta. Karena semesta sudah ada sebelum dentuman itu terjadi. 
(Sumber: Fisika Net) 
  
   
  Keberadaan mahluk hidup dari sudut menurut kacamata Ilmu modern mengikuti dua 
teori yaitu Abiogenesis dan Biogenesis namun sejak Louis pasteur berhasil 
dengan percoabaan leher angkasanya maka teori yang diakui para Ilmuwan Modern 
adalah Bio genesis, secara ringkas teori Louis pastur terangkum dengan kalimat:
   
  
  omne vivum ex ovo, setiap makhluk hidup berasal dari telur
  omne ovum ex vivo, setiap telur berasal dari makhluk hidup
  omne vivum ex vivo, setiap makhluk hidup berasal dari makhluk hidup
  
   
  Akhir dari bumi kita ini di jelaskan di dalam jurnal Inggris, Astrophysics 
atau pada http://uk.arxiv.org/. Robert Smith, korektor naskah emiritus 
astronomi di University of Sussex, Inggris selatan dan Dr. Klaus-Peter 
Schroeder di Universitas Guanajuato, Meksiko, menyatakan bahwa Miliaran tahun 
dari sekarang, Matahari secara perlahan mengembang..ketika Matahari kehabisan 
bahan bakarnya, Matahari akan berkembang menjadi "raksasa merah" yang 
berbahaya..merenggangnya atmosfir bagian luar Matahari menyebabkan Bumi 
mengorbit di lapisan luar atmosfir yang kepadatannya sangat rendah.
  
  Tarikan itu disebabkan oleh gas dengan kepadatan rendah ini cukup untuk 
mengakibatkan Bumi mengapung di dalamnya dan akhirnya ditangkap dan dipanggang 
oleh Matahari. lautan akan menguap, dengan memenuhi atmosfir dengan uap air dan 
memicu pemanasan besar-besaran. 
  
Namun demikian, sekalipun menjadi garing seperti kerupuk, Bumi akan selamat 
dari kehancuran total, dan itu akan terjadi 7.6 Mliyar tahun lagi (sumber: 
Antara)
   
  
  Tulisan di atas merupakan pengantar dari artikel mengenai penciptaan semesta. 
Untuk itu mari kita lihat Semesta dari kacamata 4 agama terbesar di dunia: 
    
   Penciptaan Semesta: Ajaran Abrahamic(Kristen dan Islam) Vs Ajaran India: 
Hindu dan Buddha?   
   Sejarah manusia: Abrahamic Vs Ajaran India: Hindu dan Buddha?  
   Kiamat/Pralaya di akhir semesta: Ajaran Abrahamic Vs Ajaran India Hindu dan 
Buddha?  
   Umur semesta, kapan kiamat dan kapan Manusia pertamakali ada di muka bumi: 
Ajaran Abrahamic Vs Ajaran India: Hindu dan Buddha?
  
  Siapakah pemenang gelar Agama Kosmis menurut Einstein? Samakah itu dengan 
pilihan anda? Kutipan Einstein tersebut sekaligus merupakan kesimpulan saya 
mengenai Penciptaan semesta dipandang dari kacamata 4 agama terbesar dunia. 
  
   
  [Kembali]
      
---------------------------------
  
  kelanjutannya di:
  
http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/10/einstein-untuk-kategori-agama-kosmis.html#kesimpulan
   



       

Kirim email ke