Perkakas Pembelajaran dan Perubahan Sosial

Hari-hari belakangan ini saya sedang memusatkan perhatian untuk
membaca 3 buku menarik khususnya untuk mempelajari dan memahami
pesatnya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi dan implikasinya
bagi kehidupan kita. Buku pertama adalah karangan Thomas L Friedman
“The World is Flat : Sejarah Ringkas Abad ke 21, kedua buku
karangan John Battelle “The Search : Bagaimana Google dan para
pesaingnya Mengubah Aturan Bisnis dan Kebudayaan Kita” dan terakhir
adalah “Wikinomics’ karangan Don Tapscott dan Anthony D.
Williams”. 


        
                
                        
                                
                                        
                                                
                                                
Di dalam proses ‘pembelajaran’ ini saya menemukan seri
                                                tulisan seorang pakar marketing 
ternama Hermawann Kertajaya di
                                                kompas.com
                                                (pada tanggal 1 Oktober tulisan 
Hermawan telah mencapai bagian
                                                ke 33 dari rencana seratus 
artikel). Seri 100 artikel tersebut
                                                bertajuk New Wave Marketing.

Artikel pertama Hermawan
                                                berjudul The World is still 
Round, the Market is already Flat”.
                                                Artikel selain sebagai pembuka 
seri tulisan New Wave Marketing
                                                juga merupakan respon penulis 
terhadap karya Thomas L.
                                                Friedman.

Yang saya tangkap dari artikel-artikel
                                                Hermawan, New Wave Marketing 
adalah sebuah antisipasi terhadap
                                                fakta pendataran pasar (the 
market is already flat). Salah satu
                                                pendataran itu dilakukan oleh 
teknologi informasi dan
                                                komunikasi.

Seperti yang dipaparkan dalam artikel kedua
                                                Hermawan kini adalah eranya web 
2. Dimana “Internet menjadi
                                                bersifat interaktif dan 
dinamis. Orang jadi bisa lebih mudah
                                                mengekspresikan dirinya, 
melakukan networking, membentuk
                                                komunitas, berkolaborasi, 
berpartisipasi dalam sebuah kegiatan,
                                                dan banyak lagi. Teknologi yang 
ada memungkinkan setiap orang
                                                jadi punya kesempatan yang 
sama, bukan hanya milik sekelompok
                                                orang tertentu”.

Web 2 ini kemudian membuka
                                                kemungkinan baru dalam hubungan 
marketer dan customer. Hermawan
                                                memaparkan bahwa melalui Web 2 
bukan “cuma bersifat
                                                One-to-Many atau One-to-One, 
tapi sudah bersifat Many-to-Many.
                                                Karena itulah, pasar menjadi 
datar. Artinya, tidak ada
                                                perbedaan status antara 
Marketer dan Customer. Marketer dan
                                                Customer sama rata. Marketer 
sudah berbaur dengan
                                                Customer-nya”.

Dan sesungguhnya juga punya potensi
                                                merubah pola hubungan hirarkis, 
bersekat-sekat, dikotomis,
                                                apapun itu atau dilapangan 
manapun, menjadi hubungan yang lebih
                                                horisontal, partisipatif dan 
kolektif.

Sebenarnya
                                                concern saya yang utama 
bukanlah pada sisi bisnis, marketing
                                                atau komersial tetapi lebih 
kepada bagaimana era web 2 ini akan
                                                membuka kemungkinan perubahan 
sosial yang lebih luas di arena
                                                politik, sosial dan budaya. 
Atau bagaimana teknologi web 2 ini
                                                dapat menjadi perkakas bagi 
berbagai kelompok gerakan sosial
                                                untuk perubahan politik, sosial 
dan budaya, sekaligus juga
                                                sebagai perekat gerakan sosial 
itu sendiri.
                                                

                                                
                                                Walaupun hari ini kebanyakan
                                                buku-buku dalam bahasa 
Indonesia yang relevan dengan
                                                perkembangan mutahir teknologi 
informasi dan komunikasi hampir
                                                semuanya lebih menitik beratkan 
pada kepentingan dunia bisnis,
                                                marketing dan komersial (maklum 
saya tidak terlalu menguasai
                                                bahasa Inggris). Seperti ke 
tiga buku yang sedang saya pelajari
                                                walaupun ada juga tinjauan pada 
bidang-bidang lain seperti
                                                politik, budaya dan sosial 
kemasyarakatan.

Namun
                                                demikian hal itu tidak 
menghalangi saya untuk menggeluti ketiga
                                                buku tersebut termasuk 100 
artikel Hermawan Kertajaya yang
                                                sangat menarik, kreatif, 
inspiratif, kaya dan menyegarkan.
                                                Beruntunglah pula saya pernah 
punya background studi marketing,
                                                bergelut di dunia PR dan 
menjadi reporter sebuah majalah
                                                managemen. Tentunya pelajaran 
dari dunia bisnis ini akan
                                                diserap, diolah lebih lanjut 
dan diaplikasikan untuk bidang
                                                yang saya geluti hari ini. Toh 
juga setiap gagasan untuk
                                                perubahan sosial perlu juga 
memasarkan dan menjual gagasannya.
                                                Bahkan kita pun niscaya harus 
mempelajari ‘musuh-musuh’
                                                kita.

Saya dengan senang hati akan membagikan proses
                                                belajar yang saya jalani kepada 
siapa saja yang tertarik
                                                melalui blog saya. Termasuk 
berharap bisa belajar dari
                                                kawan-kawan yang sudah lebih 
‘ngeh’ dengan soal-soal ini.
                                        
                                
                        
                
        




selanjutnya.....
http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2008/10/bag-1-uploading-searching-dan-wiki.html






      

Kirim email ke