Judul                : Psyche (Filosofi Jiwa)
Penulis              : Audifax
Penerbit            : Pinus Book Publisher
ISBN               : 978-979-17885-8-8
Cetakan           : I, Agustus 2008
Tebal                : 284 hlm
 
 
Psikologi merupakan ilmu yang memelajari jiwa manusia. Apakah sesungguhnya 
’Jiwa’ itu? Bukankah ’Jiwa’ itu sedemikian abstraknya? Buku ini hadir untuk 
memberi penjelasan mendasar mengenai ’Jiwa’. Ketika kita memahami filosofi 
Jiwa, maka akan lebih mudah memahami teori dan praktikalitas yang berkaitan 
dengan Jiwa.
 
Sebuah pemikiran bisa dikategorikan sebagai ilmu pengetahuan ketika memiliki 
landasan ontologi, epistemologi dan aksiologi. Demikian pula psikologi sebagai 
ilmu. Buku ini mengambil posisi sebagai penjelas ontologi dan epistemologi dari 
psikologi sebagai ilmu yang memelajari Jiwa. Kehadiran buku ini melengkapi 
banyak buku-buku psikologi yang menjelaskan aksiologi atau psikologi praktisnya 
saja.
 
Inilah yang membedakan dan menjadi kekuatan buku ini. Jika umumnya buku 
psikologi berkutat pada teori-teori psikologi dan petunjuk praktis penerapan 
psikologi, tidak demikian dengan buku ini. Penulis mengambil peran dengan 
menjabarkan sebuah filosofi yang bisa mendasari segala hal sebelum orang 
berbicara lebih jauh tentang ’Jiwa’.
 
Buku ini penting dan perlu dibaca siapa pun yang tengah memelajari Jiwa. 
Disertakan contoh-contoh dari hal populer seperti lagu, film ataupun novel, 
dengan tujuan mempermudah memelajari filosofi dari Jiwa.
 
PENGANTAR PENULIS
Setiap buku memiliki jiwa. Maka itulah Roland Barthes mengatakan ’The Author is 
Dead’. Artinya, ketika sebuah buku sampai ke tangan pembacanya maka sang author 
(penulis) telah kehilangan authority-nya. Demikian pula buku ini. Sebagai 
author, saya telah kehilangan authority atas makna dari apa yang saya tulis. 
Authority pemaknaan tulisan saya sekarang ada di tangan anda sebagai pembaca 
dan di situlah ’Jiwa’ dari buku saya hidup. ’Jiwa’ dari sebuah buku hidup dari 
kepala ke kepala pembacanya.
 
Sama juga dengan proses membaca buku ini, demikian pula ketika seorang psikolog 
‘membaca’ kepribadian seseorang. Authority pembacaan tersebut bukan terletak 
pada si empunya pribadi melainkan pada si pembaca atau sang psikolog. Persis di 
sinilah segala bentuk pembacaan mesti menyadari adanya keliyanan dari apa yang 
dibacanya.
 
Keliyanan inilah salah satu kunci penting dalam memelajari psikologi. Dalam 
buku ini, kita akan mencoba memahami filosofi Liyan dalam psikologi agar kita 
mawas terhadap pembacaan yang kita lakukan terhadap kondisi psikologis 
seseorang.
 
Beberapa pembahasan dalam buku ini juga berfungsi sebagai Liyan dari apa yang 
selama ini begitu saja diyakini di psikologi. Mungkin akan terasa kontroversial 
bagi beberapa orang. Saya memang mengambil posisi tersebut, karena 
berkembangnya sebuah ilmu pengetahuan adalah melalui proses 
tesis-antitesis-sintesis. Sintesis ini kembali menjadi tesis yang mesti 
menghadapi antitesis. Begitu seterusnya.
 
Sebuah ilmu akan menjadi agama jika kebenaran-kebenaran di dalamnya dimapankan 
begitu saja dan tak berbenturan dengan antitesis. Di sinilah kita juga bicara 
tentang ontologi, epistemologi dan aksiologi suatu ilmu, yaitu ketika kita bisa 
melihat ilmu itu mengakomodasi keliyanan dari apa yang sudah dianggap benar. 
 
Saya rasa tak perlu berpanjang-panjang dengan kata pengantar, karena begitu 
buku ini ada di tangan anda dan siap untuk dibaca, saat itu juga pemahaman akan 
buku ini sudah berada di tangan anda dan merupakan otoritas anda untuk 
memaknakan apa saja dari buku ini. Maka itu, lebih baik jika saya mengucapkan 
“Selamat membaca, selamat menerima hidupnya Jiwa dari buku ini di dalam diri 
anda dan selamat menyelami keliyanan dari Jiwa”.


      

Kirim email ke