Liberalisme Adalah System Yang Membela Rakyat Kecil
                                           
> "nano" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Maksud Bu Menteri ini apa ya? Di Amerika,
> konon juga memberikan jaminan kesehatan
> kepada warganya melalui asuransi. Lalu apa
> bedanya dengan program pemerintah RI melalui
> kesehatan gratis bagi rakyat miskin, yang
> sebenarnya tidak gratis tetapi pemerintah
> yang membayar melalui PT. Askes atas klaim
> tagihan rumah sakit/dokter.
> Ketika sistem ekonomi liberalisme mengalami
> kegoncangan, memang ramai perbincangan orang2
> menyalahkan sistem tersebut dan mengenalkan,
> memamerkan sistem ekonominya yang "baru" yang
> mereka anggap tahan banting. Tetapi siapa
> yang akan percaya jika sistem ekonomi baru
> tersebut belum teruji dan belum dipakai
> sebagian besar negara-2 di dunia.
>


Ekonomi Liberal = sama sebangun dengan Ekonomi Komunis.

Di Amerika ada dua partai politik yang bertolak belakang, yaitu partai
Republik yang berideologi conservative yaitu mengedepankan kepercayaan
agama Kristen, partai ini didukung oleh para kapitalist besar di
Amerika, dan lawannya adalah partai Demokrat yang berideologi Liberal
yaitu mengedepankan kerakyatan, segalanya diatur oleh negara,
kesejahteraan rakyat miskin ditanggung negara, sekolah gratis, anak2
disekolah diberi makan dua kali, dan segalanya diatur persis seperti
negara2 komunis.

Krisis Ekonomi sekarang yang sedang berlangsung justru merupakan hasil
para penganut conservative yang sangat anti-Liberalisme.  Kapitalis
Amerika merupakan musuh buyutan dari Liberalisme.

System kesehatan gratis di Amerika ini merupakan proyek dari kelompok
Liberal Amerika yang ditentang oleh kelompok conservative yang
didukung para kapitalis.

Jadi krisis ekonomi sekarang sama sekali bukan krisis ekonomi Liberal
tapi lawan dari ekonomi Liberal yaitu conservative.  MenKes ini betul2
kampungan yang tidak pantas menjadi dokter apalagi jadi menteri. 
Tidak heran kalo system kesehatan Indonesia berantakan karena di-aduk2
menteri yang cuma bisa shalat.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke