Salah satu lagi kegoblokan. Sapta Dharma sholat menghadap Timur,
makanya di tentang FPI. Kiblat adanya di Barat katanya. HAHAHAHAHAHA

DIA BELON TAU KALO DUNIA ITU BULAT. KE TIMUR ATAU BARAT YA SAMA SAJA,
PASTI KETEMU JUGA. MALAH ARAH BARAT ITU SEBETULNYA MASIH SALAH, KARENA
KETEMUNYA BENUA AFRIKA. MOSOK ISLAM NYEMBAH GORILLA? MUNGKIN YANG
TEPAT ARAH 300 DERAJAT, DAN SEDIKIT MENGHADAP TANAH, KARENA JIKA
MENDATAR TERHADAP BUMI, JIKA DITARIK GARIS LURUS, AKAN MENUJU RUANG
ANGKASA (KALO KE ARAB HRS SEDIKIT LENGKUNG KARENA BENTUK BUMI YG BULAT).

LALU GELAS2 PUN BERPECAHAN. SATU LAGI KEBEBASAN MANUSIA DIINJAK2, DEMI
SEBUAH KEBODOHAN.

SEKARANG NILAI SENDIRI DEH APA YANG MEMBUAT KETOLOLAN2 SEPERTI INI.
AJARANNYA? PEMIMPINNYA? ATAU AWLOHNYA?




--- In zamanku@yahoogroups.com, "M.J Thamrin" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> ---------- Forwarded message ----------
> From: Iskandar Z Persani <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Wed, Oct 15, 2008 at 5:25 AM
> Subject: [nasional-list] FPI Tuntut Aliran Kerohanian Sapta Darma
Dibubarkan
> To: GusDurNet <[EMAIL PROTECTED]>, islamlib <[EMAIL PROTECTED]>, ICIP <
> [EMAIL PROTECTED]>, PPMUH <[EMAIL PROTECTED]>, ICRP <[EMAIL PROTECTED]>
> Cc: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
>    *FPI sebagai janin negara dalam negara. FPI awal mula NKRI bubar?*
> 
> FPI Tuntut Aliran Kerohanian Sapta Darma Dibubarkan
> Kompas, Senin, 13 Oktober 2008 | 01:09 WIB SLEMAN, KOMPAS - Sekitar 50
> anggota laskar Front Pembela Islam DI Yogyakarta menyambangi salah satu
> sanggar aliran kerohanian, Sapta Darma, di Dusun Pereng Kembang, Desa
> Balecatur, Sleman, DIY, Sabtu (11/10) malam.
> Front Pembela Islam (FPI) menuntut aliran tersebut membubarkan diri
karena
> dinilai sebagai aliran sesat dan menodai agama Islam.
> Dalam aksi itu, anggota laskar yang dipimpin Ketua FPI DIY Bambang Teddy
> menerobos masuk ke salah satu bangunan sanggar sekitar pukul 22.00 untuk
> menemui pimpinan Sapta Darma. Setelah sempat berargumentasi, beberapa
> anggota FPI langsung memecahkan gelas, piring, dan menurunkan
simbol-simbol
> Sapta Darma yang terpajang di dinding. Dari penuturan saksi, salah satu
> anggota FPI juga sempat memukul wajah seorang anggota Sapta Darma.
> Bambang mengatakan, Sapta Darma sebagai aliran sesat karena
mempraktikkan
> shalat menghadap ke timur, bukannya ke kiblat (barat) sebagaimana
tuntunan
> agama Islam. Lebih jauh, ia mengatakan, pihaknya telah lama
memperingatkan
> aparat berwenang untuk menghentikan kegiatan aliran tersebut.
"Namun, selama
> ini tidak ada tanggapan karena itu kami putuskan untuk bertindak
sendiri,"
> ujarnya.
> Pada aksi malam itu, FPI sebenarnya memiliki target menyambangi satu
tempat
> lain yang mereka nilai sebagai aliran sesat, yakni Tri Tunggal, di
> Babarsari, Depok, Sleman. Namun, hal itu berhasil dicegah kepolisian
yang
> membujuk FPI untuk mengurungkan niatnya.
> Mengenai tuduhan sebagai aliran sesat, Ketua Persatuan Sapta Darma
(Persada)
> DIY Totok Baroto membantahnya karena Sapta Darma adalah aliran
kerohanian,
> bukan agama.
> Totok mengatakan, sebagai aliran kerohanian, Sapta Darma terdaftar
secara
> resmi di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DIY.
> Mengenai praktik shalat yang dipermasalahkan FPI, ia juga mengatakan
hal itu
> bukanlah shalat seperti dalam ajaran Islam, melainkan ritual
kerohanian yang
> dipercayai penganut Sapta Darma sebagai tata cara mendekatkan diri
kepada
> Tuhan Yang Maha Esa. "Jadi, kegiatan kami tidak ada hubungan sama
sekali dan
> tidak menyinggung agama mana pun," ujar Totok.
> Meski demikian, Totok mengatakan, pihaknya tidak akan mempermasalahkan
> penyerangan ini secara hukum dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak
> kepolisian.
> "Untuk sementara, kami akan menghentikan kegiatan sambil menunggu
suasana
> mereda dan menunggu hasil mediasi dari kepolisian," katanya.
> Kepala Polres Sleman Ajun Komisaris Besar Suharsono ketika dimintai
> penjelasan mengatakan, pihaknya telah mempertemukan kedua belah
pihak dan
> meluruskan persepsi masing-masing guna menghindari kekerasan lebih jauh.
> "Saya telah mengimbau kepada FPI untuk membicarakan segala permasalahan
> melalui forum yang ada, yakni Forum Komunikasi Antarumat Beragama,
kekerasan
> tak akan menyelesaikan permasalahan," katanya. (ENG)
>


Kirim email ke