Dari sisi substansi, RUU ini dianggap masih mengandung sejumlah persoalan, 
antara lain RUU ini mengandung atau memuat kata-kata atau kalimat yang ambigu, 
tidak jelas, atau bahkan tidak bisa dirumuskan secara absolut. Misalnya, 
eksploitasi seksual, erotis, kecabulan, ketelanjangan, aurat, gerakan yang 
menyerupai hubungan seksual, gerakan menyerupai masturbasi, dan lain-lain.
 
Bab I Pasal 1 tentang Ketentuan Umum pada draft terakhir RUU Pornografi 
menyebutkan, pornografi adalah materi seksualitas yang dibuat oleh manusia 
dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar 
bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan 
komunikasi lain melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan 
di muka umum yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau melanggar 
nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat. Definisi ini, menunjukkan longgarnya 
batasan "materi seksualitas" dan menganggap karya manusia, seperti syair dan 
tarian (gerak tubuh) di muka umum, sebagai pornografi. Kalimat membangkitkan 
hasrat seksual atau melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat bersifat 
relatif dan berbeda di setiap ruang, waktu, maupun latar belakang.
 
Jadi misalnya kelompok saya tidak senang dgn istri anda,  saya bisa menuntut 
anda dgn UU Pornografi hanya dikarenakan istri anda melakukan gerakan tubuh 
(berjalan melenggang) yg anda anggap biasa namun kami anggap membangkitkan 
gairah seksual kelompok kami.  Atau istri anda hanya berdecak (bersuara) namun 
karena suaranya seksi kami anggap membangkitkan gairah seksual. 
 
Rumusan dalam RUU APP tersebut dikhawatirkan akan dapat menjadikan seorang yang 
pada resepsi pernikahan memakai baju kebaya yang sedikit terbuka di bagian 
dada, dapat dikenakan sanksi paling singkat 2 tahun dan paling lama 10 tahun 
atau denda paling sedikit Rp. 200 Juta dan paling banyak Rp. 1 milyar, karena 
resepsi pernikahan bukanlah upacara kebudayaan atau upacara keagamaan. 
Sedangkan seseorang yang lari pagi di jalanan atau di lapangan dengan celana 
pendek dikhawatirkan akan bisa dinyatakan melanggar hukum, karena tidak 
dilakukan di gedung olahraga.
 
RUU Pornografi bersifat kabur (tidak pasti) sehingga berpotensi multitafsir. 
Pasal 1 angka 1 mengungkapkan ...membangkitkan hasrat seksual. Isi pasal ini 
bertentangan dengan asas lex certa dimana hukum haruslah bersifat tegas.  
Karena terbangkitnya hasrat seksual berbeda2 pada tiap orang, bisa jadi anda 
melihat bibir seksi cuap2 sudah bergairah tapi utk orang lain itu biasa saja.
 
Dalam RUU tsb juga menyebutkan  bahwa masyarakat boleh ikut ambil bagian dlm 
pengawasan, kondisi ini  akan berpotensi menyebabkan kekacauan dalam masyarakat 
dan berpotensi memecah belah kesatuan bangsa. Sekedar contoh, bagaimana kalau 
kelompok melayu merecoki kelompok Papua dgn UU pornografi dan kelompok Papua 
tidak senang. Bukankah akan terjadi sweeping etnis melayu di daerah yg dominan 
Papua. Demikian juga sebaliknya yg terjadi di daerah yg dominan etnis melayu.
 
RUU ini juga cacat secara hukum karena bertentangan dgn UUD 1945 yg merupakan 
hukum tertinggi di Indonesia. Sehingga merupakan legitimasi atas pemandulan UUD 
1945 pasal 28.1 ayat (2) tentang diskriminasi dan ayat (3) tentang identitas 
budaya dan hak masyarakat tradisional. Otomatis melanggar pasal 28 G ayat (1) 
UUD 1945 yaitu timbulnya rasa tidak aman dan tidak adanya perlindungan dari 
ketakutan untuk berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi dari kelompok 
minoritas.
 
Sekian Informasi dari saya
 
** Semoga semua makhluk berbahagia dan terlepas dari penderitaan **

--- On Fri, 10/17/08, Budi P <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Budi P <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: Balasan: Re: Mari kita bantu bersama!!! Negara kita jangan sampai 
diobrak abrik oleh RUU yang aneh
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], zamanku@yahoogroups.com, "Ahmadi 
Agung" <[EMAIL PROTECTED]>, "Boy Riantino" <[EMAIL PROTECTED]>, "ChanCT" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "Because everyone is entitled to my opinion" <[EMAIL 
PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "@prudential.co.id" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "**HeRmAnTo**" <[EMAIL PROTECTED]>, "~* VieNha *~" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "abadi teuku" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], "agung 
setiawan" <[EMAIL PROTECTED]>, "Agus Hamonangan" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL 
PROTECTED], "Akhmad Bukhari Saleh" <[EMAIL PROTECTED]>, "alex alex" <[EMAIL 
PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], "Andreas Harsono" <[EMAIL PROTECTED]>, "andreas 
novendi" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], "anjingloall anjingloall" 
<[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "ardian_c"
 <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], "bebengetoh" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED], "cenggiap yo" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED], "Christofel Simanjuntak" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], 
"Ciao Lie" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "debukaki" <[EMAIL PROTECTED]>, "dede wijaya" 
<[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "eddyhbh" <[EMAIL 
PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], "edogawa2000" <[EMAIL PROTECTED]>, "Eko 
Boenandar" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "Erik" 
<[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED],
 "extrim_bluesky" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "g ice" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL 
PROTECTED], "Golden Horde" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED], "H. M." <[EMAIL PROTECTED]>, "hadjar_wish" <[EMAIL PROTECTED]>, 
[EMAIL PROTECTED], "Han Hwie Song" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], 
"hartono_tjahjadi" <[EMAIL PROTECTED]>, "Hendri Irawan" <[EMAIL PROTECTED]>, 
"Hudzaifah Ibnul" <[EMAIL PROTECTED]>, "Hugh Caddess" <[EMAIL PROTECTED]>, 
"husinganis" <[EMAIL PROTECTED]>, "Hutagalung Erwin" <[EMAIL PROTECTED]>, 
[EMAIL PROTECTED], "idakhouw" <[EMAIL PROTECTED]>, "Ijam Jenal" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "indah" <[EMAIL PROTECTED]>, "indarto tan" <[EMAIL PROTECTED]>, 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "irene karyadi"
 <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], "islam sucks" <[EMAIL PROTECTED]>, 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "Bintang" <[EMAIL PROTECTED]>, "desyanta" 
<[EMAIL PROTECTED]>
Date: Friday, October 17, 2008, 3:36 PM

yg mau di bahas yg bagian mana ?

On 10/17/08, CY <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Mister Budi,  udah baca blon isi dari RUU tersebut??  Baca dulu deh baru
> cuap2.
>
> --- On Fri, 10/17/08, desyanta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> From: desyanta <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Balasan: Re: Mari kita bantu bersama!!! Negara kita jangan sampai
> diobrak abrik oleh RUU yang aneh
> To: "Budi P" <[EMAIL PROTECTED]>,
[EMAIL PROTECTED],
> zamanku@yahoogroups.com, "Ahmadi Agung"
<[EMAIL PROTECTED]>, "Boy
> Riantino" <[EMAIL PROTECTED]>, "ChanCT"
<[EMAIL PROTECTED]>,
> "Because everyone is entitled to my opinion"
<[EMAIL PROTECTED]>,
> [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "@prudential.co.id"
> <[EMAIL PROTECTED]>, "**HeRmAnTo**"
<[EMAIL PROTECTED]>, "~*
> VieNha *~" <[EMAIL PROTECTED]>, "abadi teuku"
<[EMAIL PROTECTED]>,
> [EMAIL PROTECTED], "agung setiawan"
> <[EMAIL PROTECTED]>, "Agus Hamonangan"
<[EMAIL PROTECTED]>,
> [EMAIL PROTECTED], "Akhmad Bukhari Saleh"
<[EMAIL PROTECTED]>, "alex
> alex" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED],
"Andreas
> Harsono" <[EMAIL PROTECTED]>, "andreas novendi"
<[EMAIL PROTECTED]>,
> [EMAIL PROTECTED], "anjingloall anjingloall"
> <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
> "ardian_c"
>  <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
> [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "bebengetoh"
> <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED],
> [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
> [EMAIL PROTECTED], "cenggiap yo"
<[EMAIL PROTECTED]>,
> [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "Christofel
> Simanjuntak" <[EMAIL PROTECTED]>,
> [EMAIL PROTECTED], "Ciao Lie"
<[EMAIL PROTECTED]>,
> [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "CY"
> <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED],
"debukaki"
> <[EMAIL PROTECTED]>, "dede wijaya"
<[EMAIL PROTECTED]>,
> [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "eddyhbh"
<[EMAIL PROTECTED]>,
> [EMAIL PROTECTED], "edogawa2000" <[EMAIL PROTECTED]>,
"Eko Boenandar"
> <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED],
> "Erik"
>  <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], "extrim_bluesky"
> <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED],
> [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
> [EMAIL PROTECTED], "g ice"
<[EMAIL PROTECTED]>,
> [EMAIL PROTECTED], "Golden Horde"
<[EMAIL PROTECTED]>,
> [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "H. M."
> <[EMAIL PROTECTED]>, "hadjar_wish"
<[EMAIL PROTECTED]>,
> [EMAIL PROTECTED], "Han Hwie Song"
<[EMAIL PROTECTED]>,
> [EMAIL PROTECTED], "hartono_tjahjadi"
<[EMAIL PROTECTED]>, "Hendri
> Irawan" <[EMAIL PROTECTED]>, "Hudzaifah Ibnul"
> <[EMAIL PROTECTED]>, "Hugh Caddess"
<[EMAIL PROTECTED]>,
> "husinganis" <[EMAIL PROTECTED]>, "Hutagalung
Erwin"
> <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED],
"idakhouw"
> <[EMAIL PROTECTED]>, "Ijam Jenal"
<[EMAIL PROTECTED]>, "indah"
> <[EMAIL PROTECTED]>, "indarto tan"
<[EMAIL PROTECTED]>,
> [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
>  "irene karyadi" <[EMAIL PROTECTED]>,
[EMAIL PROTECTED], "islam
> sucks" <[EMAIL PROTECTED]>,
[EMAIL PROTECTED],
> [EMAIL PROTECTED], "Bintang"
<[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Friday, October 17, 2008, 2:32 PM
>
> Keliatan klo anda asal ceplos tanpa membaca teks yang
> sudah disampaikan oleh AA.
> Klo punya mata yg melek dan pikiran yg bisa digunakan
> untuk berpikir, gunakan dong! ;-)
>
> Peace,
> Desyanta.
>
> --- Budi P <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
>
>> apakah hal ini menandakan bahwa rakya Sulut
>> mendukung pornografi ?
>>
>>
>> On 10/16/08, Awal Anugerah <[EMAIL PROTECTED]>
>> wrote:
>> > Kamis, 16 Oktober 2008 - 02:44 WIB
>> > Terbangkan Delegasi untuk Beraksi di Senayan
>> > Sulut Hadang RUU Pornografi
>> >
>> > Oct 15, 2008 at 08:24 AM
>> > Terbangkan Delegasi untuk Beraksi di Senayan
>> >
>> > MANADO-Penolakan warga Sulut terhadap RUU
>> Pornografi tidak saja disampaikan
>> > di hadapan tim panitia kerja (Panja) DPR RI yang
>> menggelar rapat dengar
>> > pendapat umum (RDPU) di kantor gubernur Senin
>> (13/10) lalu. Pasalnya, Sulut
>> > berencana mengirim delegasi ke Senayan untuk
>> menghadang kemungkinan
>> > disahkannya RUU Pornografi oleh DPR RI yang
>> direncanakan dilakukan 24
>> > Oktober mendatang.
>> > Wakil Ketua DPR Sulut Djenri Keintjem SH MH
>> menegaskan, perjuangan menolak
>> > RUU kontroversi ini sampai kapan pun, dimana pun
>> akan dilakukan. "Jangankan
>> > di Jakarta, di luar negeri atau di luar angkasa
>> pun kami akan menghadang
>> > pengesahan RUU Pornografi," tandas Keintjem.
>> > Ia menambahkan, sikap penolakan sudah mutlak.
>> Karena hasil putusan resmi
>> > lembaga dewan Sulut sesuai aspirasi masyarakat
>> yang masuk. Jadi, sudah
>> > seharusnya ini diperjuangkan. "Tentunya sebagai
>> lembaga resmi kami akan
>> > mengambil langkah-langkah sesuai putusan dewan.
>> Dan saya akan berjuang
>> > meminta ada tim terdiri dari perwakilan dewan,
>> pemerintah maupun masyarakat
>> > yang akan menyuarakan di pusat. Lagi pula kami
>> sangat kecewa karena pada uji
>> > publik oleh tim Panja kami tak dilibatkan," terang
>> Keintjem.
>> > Desakan untuk menghadang RUU Pornografi juga
>> lantang disuarakan Drs Arthur
>> > Kotambunan BSc, Wakil Ketua DPR Sulut. "Saya
>> sependapat, sampai kapan pun
>> > harus ada upaya penolakan hingga ke pusat. Jangan
>> kita hanya terlena
>> > melakukan penolakan di daerah lantas di pusat kita
>> tak melakukan aksi
>> > apa-apa," urai Kotambunan.
>> > Dia sendiri akan mengupayakan langkah-langkah
>> penolakan ke pusat perlu
>> > dibawa ke rapat pimpinan dewan untuk menentukan
>> tindakan apa yang akan
>> > diambil. "Lagi pula komitmen PDS juga sangat
>> menentang RUU Pornografi.
>> > Terbukti kami terus melakukan kampanye penolakan
>> ke daerah-daerah yang
>> > menentang," ujar politisi yang juga Ketua DPW PDS
>> Sulut ini.
>> > Di sisi lain, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI
>> dituding melakukan perpecahan
>> > di kalangan masyarakat, sehubungan dengan adanya
>> RUU Pornografi. Wakil Ketua
>> > Umum DPP Partai Damai Sejahtera (PDS) ML Denny
>> Tewu menegaskan penolakan
>> > Gubernur Sulut SH Sarundajang saat uji publik RUU
>> Pornografi, Senin (13/10)
>> > merupakan bentuk aspirasi masyarakat yang harus
>> diterima anggota DPR.
>> > Apalagi penolakan serupa juga datang dari Provinsi
>> Bali dan Jogyakarta.
>> > "Indonesia kan negara pluralis, jadi dengan adanya
>> RUU Pornografi malah
>> > bertentangan dengan hukum. Jika ada daerah yang
>> menolak, berarti RUU
>> > tersebut batal secara hukum," tegasnya.Dia
>> mengimbau agar DPR membuka lagi
>> > UUD 1945 dan mempelajarinya baik-baik. "Jangan
>> sepelekan hanya satu atau dua
>> > provinsi yang menolak, sebab negara bisa tidak
>> kondusif karena pemaksaan
>> > kehendak. Dan perlu dicatat, kami PDS tetap
>> menolak RUU Pornografi karena
>> > tidak sesuai dengan amanat UUD 1945."
>> > Sementara, anggota panitia kerja (Panja) RUU
>> Pornografi Eva Kusuma Sundari
>> > menilai penolakan SHS merupakan fakta bahwa telah
>> terjadi keresahan
>> > masyarakat atas RUU itu. Jika penolakan tersebut
>> tidak disikapi secara
>> > komprehensif oleh DPR pada akhirnya akan mendorong
>> masyarakat untuk
>> > terpecah-belah. "DPR harus mencarikan jalan
>> terbaik guna mengantisipasi
>> > potensi perpecahan tersebut," cetusnya.
>> > Ditegaskan Eva, di manapun negara hukum di dunia
>> sangat langka sebuah RUU
>> > ditolak secara terang-terangan oleh pejabat
>> pemerintah maupun masyarakat
>> > secara luas. Untuk itu yang harus dilakukan
>> bersama adalah mengatasi
>> > pro-kontra dan mencari solusi terbaik. Jika tidak,
>> maka fenomena pro dan
>> > kontra yang bersumber dari RUU Pornografi akan
>> berpengaruh terhadap
>> > perhelatan Pemilu 2009 mendatang.
>> > Saat RDPU, Gubernur SH Sarundajang membeber
>> beberapa alasan RUU Pornografi
>> > ditolak. Yakni, RUU Pornografi adalah bukti salah
>> tafsir suara mayoritas
>> > dalam demokrasi. Sehingga merupakan legitimasi
>> atas pemandulan UUD 1945
>> > pasal 28.1 ayat (2) tentang diskriminasi dan ayat
>> (3) tentang identitas
>> > budaya dan hak masyarakat tradisional. Selain itu,
>> akhir- akhir ini telah
>> > timbul fenomena "main hakim sendiri" yang sangat
>> intensif dari sekelompok
>> > orang yang mengklaim diri representasi mayoritas.
>> Ironisnya, aparat penegak
>> > hukum tidak bertindak antisipatif namun cenderung
>> bertindak sebagai "pemadam
>> > kebakaran" belaka. Preseden ini jika digabung
>> dengan pengesahan RUU
>> > Pornografi, maka otomatis tidak terpenuhi pasal 28
>> G ayat (1) UUD 1945 yaitu
>> > timbulnya rasa tidak aman dan tidak adanya
>> perlindungan dari ketakutan untuk
>> > berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi dari
>> kelompok minoritas.
>> > Aspiralisasi butir 2 di atas, jelas-jelas
>> mengabaikan amanat UUD 1945 pasal
>> > 28.E ayat (1), (2) dan (3) tentang beragama. Nah,
>> jiwa dan semangat RUU
>> > Pornografi bertentangan dengan kovenan ekosob dan
>> kovenan hak sipil dan
>> > politik yang sudah diratifikasi. Pun Pasal 14 RUU
>> Pornografi tidak
>> > mengakomodir kepentingan masyarakat tradisional di
>> berbagai belahan
>> > Indonesia seperti Papua, Kalimantan dan beberapa
>> daerah lain yang tatacara
>> > berpakaian belum modern.
>> > Menurut rencana, setelah dilakukan RDPU 12 - 14
>> Oktober, pada 20 Oktober
>> > digelar rapat membahas hasil RDPU. Dan pada 22
>> Oktober digelar rapat
>> > pemandangan umum fraksi. Berdasarkan estimasi maka
>> pada tanggal 24 Oktober
>> > sebelum masa reses akan dilakukan pengesahan di
>> rapat paripurna DPR.
>> > (ras/esy/mms)
>> >
>> > Sumber ; Manado Post. (www.partaidamaisejahtera)
>> >
>> >
>> >
>>
>
>
>
>       Kenapa BBM mesti naik? Apakah tidak ada solusi selain itu? Temukan
> jawabannya
> di Yahoo Answers!&quot;
>
>
>
>
>



      

Kirim email ke