FPI memang nampaknya adalah utusan pembawa kehancuran dari pasukannya muhammad 
pemimpin besar islam. selamat pada FPI semoga arwahnya muhammad menunggu anda 
dan memberikan bidadari bekas muhammad.




________________________________
Dari: Eben Grey <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: zamanku@yahoogroups.com
Terkirim: Minggu, 19 Oktober, 2008 13:39:55
Topik: Re: [zamanku] Fwd: FPI Tuntut Aliran Kerohanian Sapta Darma Dibubarkan


Ini lagi satu bukti bahwa FPI akan menerjang siapa saja yang bukan 'islam'.
Ahmadiyah diteror karena dituduh melenceng dari ajaran 'islam'.
Kata mereka (FPI & konco2nya): "boleh saja sesat, tapi jangan bawa2 nama islam! 
Ganti saja namanya jadi 'aliran ahmadiyah'! jangan menggunakan nama islam!"

Sapta Darma, yang jelas-jelas tidak menggunakan embel-embel 'islam', kenapa 
diteror juga?
Lalu kenapa aparat hanya 'membujuk' FPI untuk mengurungkan niatnya? Padahal FPI 
bisa ditangkap dengan tuduhan perbuatan anarkis.

Di lain pihak, aliran2 semacam Sapta Darma justru tidak melanggar hukum. Selain 
dilindungi oleh UUD, aliran2 tersebut juga tidak 'menodai' agama tertentu.

Sungguh ironis.



----- Original Message ----
From: M.J Thamrin <m.j.thamrin@ gmail.com>
To: [EMAIL PROTECTED] ps.com; [EMAIL PROTECTED] s.com; [EMAIL PROTECTED] .com; 
forum_lingkarpena@ yahoogroups. com
Sent: Wednesday, October 15, 2008 9:14:22 AM
Subject: [zamanku] Fwd: FPI Tuntut Aliran Kerohanian Sapta Darma Dibubarkan





---------- Forwarded message ----------
From: Iskandar Z Persani <[EMAIL PROTECTED] com>
Date: Wed, Oct 15, 2008 at 5:25 AM
Subject: [nasional-list] FPI Tuntut Aliran Kerohanian Sapta Darma Dibubarkan
To: GusDurNet <[EMAIL PROTECTED] net>, islamlib <[EMAIL PROTECTED] com>, ICIP 
<[EMAIL PROTECTED] org>, PPMUH <[EMAIL PROTECTED] net.id>, ICRP <[EMAIL 
PROTECTED] id>
Cc: [EMAIL PROTECTED] net.id, [EMAIL PROTECTED] net.id



FPI sebagai janin negara dalam negara. FPI awal mula NKRI bubar?
 
FPI Tuntut Aliran Kerohanian Sapta Darma Dibubarkan
Kompas, Senin, 13 Oktober 2008 | 01:09 WIB 
SLEMAN, KOMPAS - Sekitar 50 anggota laskar Front Pembela Islam DI Yogyakarta 
menyambangi salah satu sanggar aliran kerohanian, Sapta Darma, di Dusun Pereng 
Kembang, Desa Balecatur, Sleman, DIY, Sabtu (11/10) malam.
Front Pembela Islam (FPI) menuntut aliran tersebut membubarkan diri karena 
dinilai sebagai aliran sesat dan menodai agama Islam.
Dalam aksi itu, anggota laskar yang dipimpin Ketua FPI DIY Bambang Teddy 
menerobos masuk ke salah satu bangunan sanggar sekitar pukul 22.00 untuk 
menemui pimpinan Sapta Darma. Setelah sempat berargumentasi, beberapa anggota 
FPI langsung memecahkan gelas, piring, dan menurunkan simbol-simbol Sapta Darma 
yang terpajang di dinding. Dari penuturan saksi, salah satu anggota FPI juga 
sempat memukul wajah seorang anggota Sapta Darma.
Bambang mengatakan, Sapta Darma sebagai aliran sesat karena mempraktikkan 
shalat menghadap ke timur, bukannya ke kiblat (barat) sebagaimana tuntunan 
agama Islam. Lebih jauh, ia mengatakan, pihaknya telah lama memperingatkan 
aparat berwenang untuk menghentikan kegiatan aliran tersebut. "Namun, selama 
ini tidak ada tanggapan karena itu kami putuskan untuk bertindak sendiri," 
ujarnya.
Pada aksi malam itu, FPI sebenarnya memiliki target menyambangi satu tempat 
lain yang mereka nilai sebagai aliran sesat, yakni Tri Tunggal, di Babarsari, 
Depok, Sleman. Namun, hal itu berhasil dicegah kepolisian yang membujuk FPI 
untuk mengurungkan niatnya.
Mengenai tuduhan sebagai aliran sesat, Ketua Persatuan Sapta Darma (Persada) 
DIY Totok Baroto membantahnya karena Sapta Darma adalah aliran kerohanian, 
bukan agama.
Totok mengatakan, sebagai aliran kerohanian, Sapta Darma terdaftar secara resmi 
di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DIY.
Mengenai praktik shalat yang dipermasalahkan FPI, ia juga mengatakan hal itu 
bukanlah shalat seperti dalam ajaran Islam, melainkan ritual kerohanian yang 
dipercayai penganut Sapta Darma sebagai tata cara mendekatkan diri kepada Tuhan 
Yang Maha Esa. "Jadi, kegiatan kami tidak ada hubungan sama sekali dan tidak 
menyinggung agama mana pun," ujar Totok.
Meski demikian, Totok mengatakan, pihaknya tidak akan mempermasalahkan 
penyerangan ini secara hukum dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.
"Untuk sementara, kami akan menghentikan kegiatan sambil menunggu suasana 
mereda dan menunggu hasil mediasi dari kepolisian," katanya.
Kepala Polres Sleman Ajun Komisaris Besar Suharsono ketika dimintai penjelasan 
mengatakan, pihaknya telah mempertemukan kedua belah pihak dan meluruskan 
persepsi masing-masing guna menghindari kekerasan lebih jauh.
"Saya telah mengimbau kepada FPI untuk membicarakan segala permasalahan melalui 
forum yang ada, yakni Forum Komunikasi Antarumat Beragama, kekerasan tak akan 
menyelesaikan permasalahan, " katanya. (ENG) 
 

____________ _________ _________ _________ _________ __
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail. yahoo.com     

__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam?  Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam  
http://id.mail.yahoo.com 

Kirim email ke