Masya allah!

Di Indonesia apakah sudah ada hukum yang mengatur batasan minimal usia 
perkawinan? terlebih untuk perempuan?
Jika memang ada, kenapa hal seperti ini masih bisa terjadi? siapa yang 
mengesahkan perkawinan ini?
Bukankah seharusnya negara melindungi hak-hak anak yang masih di bawah umur?

Sungguh ironis...seorang bocah yang baru lulus SD harus mengubur impiannya demi 
dikawinkan dengan pria yang SUDAH BERISTRI.
Bayangkan...ketika teman-teman sebayanya baru mulai memasuki dunia remaja yang 
penuh warna-warni, Ulfa sudah harus menjadi seorang ibu rumah tangga.
Dan anehnya...si Syeh Puji ini tega..koq dia sampai hati ya? 

Bagaimana kaum perempuan bisa maju dalam hal pendidikan?? jika baru lulus SD 
sudah dinikahi...tanya kenapa?



----- Original Message ----
From: Sunny <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, October 21, 2008 1:28:15 PM
Subject: [zamanku] Ulah sensasional Pengusaha Nyentrik Semarang Syeh Puji


Jawa Pos
 
 
 
[ Senin, 20 Oktober 2008 ] 
 
 
Ulah sensasional Pengusaha Nyentrik Semarang Syeh 
Puji 
SEMARANG - 
Pengusaha nyentrik asal Bedono, Jambu, Semarang, Pujiono Cahyo Wicaksono tidak 
henti memunculkan sensasi. Akhir Ramadan lalu dia membagikan zakat sebesar Rp 
1,3 miliar.

Pengusaha yang akrab dipanggil Syeh Puji itu kembali berbuat nyeleneh dengan 
menunjuk istri keduanya yang baru berusia 12 
tahun, Lutfiana Ulfa, menjadi manajer umum (general manager/GM) 
sejumlah perusahaan miliknya.

Penunjukan Ulfa dilakukan secara terbuka di 
hadapan para santri pondok pesantrennya kemarin (19/10). Bocah manis 
berkerudung 
tersebut diserahi penuh mengelola perusahaan yang bergerak di bidang ekspor 
kuningan, kaligrafi, dan buku agama itu. ''Dia bisa jadi GM termuda di 
Indonesia. Bahkan, mungkin bisa dikatakan di dunia," kata Syeh Puji saat 
melantik Ulfa sebagai GM di halaman Ponpes Mifthul Jannah milik Syeh 
Puji.

Meski resmi menjadi GM, Ulfa masih terlihat malu-malu. Saat 
diwawancarai wartawan, dia lebih banyak diam. Justru sang suami yang banyak 
memberikan jawaban. ''Insya Allah, segala kepercayaan yang diberikan Syeh 
kepada 
saya akan saya jalankan dengan sebaik-baiknya, '' ujarnya 
singkat.

Hebatnya, meski masih malu-malu, setelah dilantik, dia langsung 
memberikan sambutan dalam bahasa Inggris. Padahal, dia hanya lulusan sekolah 
dasar.

Syeh Puji menjelaskan bahwa pilihannya jatuh kepada Ulfa karena 
istri pertamanya, Umi Hanni yang berusia 26, menyatakan tidak sanggup. Hanni 
lebih menginginkan mengelola dan memimpin Ponpes Miftahul Jannah.

Hanni 
memang ikhlas madunya itu mengelola perusahaan sang suami. Bahkan, dia jugalah 
yang dulu memilih Ulfa untuk dijadikan istri kedua.

Saat itu Hanni 
sengaja mencarikan istri kedua untuk suaminya, gadis yang masih muda. 
Pertimbangannya ialah membantu suaminya tirakat. 

''Istri pertama saya 
tidak sanggup. Karena itu, saya dicarikan yang usianya muda,'' ucap peraih 
tokoh 
sosial yang dianugerahkan Pemkab Semarang pada 2006 tersebut. Lelaki berusia 43 
tahun itu mengungkapkan bahwa dirinya menikahi Ulfa 8 Agustus 2007. 
(dm/isk/jpnn/ ruk    


      

Kirim email ke