Suka2x AS lah.. sok ngerti kondisi AS hihihih
Arab mu saja sana klo ga ada AS, makan Korma...
GP

2008/10/21 Lusy Anita <[EMAIL PROTECTED]>

>     Artinya tetap saja pemerintah Amerika mengintervensi pasar dan itu
> melanggar prinsip-prinsip kapitalis yang didasarkan pada pasar bebas. Kalau
> pemerintah Amerika menjual obligasi, bond, stock atau berbagai bentuk saham2
> lainnya dengan harga yang sangat murah berarti pemerintah Amerika tidak
> percaya dengan pasar dengan kata lain pemerintah Amerika tidak percaya
> dengan sistem kapitalis yang dibangunnya sendiri.
>
> --- On *Sun, 10/19/08, Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]>* wrote:
>
> From: Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [zamanku] Krisis Ekonomi Melanda Amerika Rezeki Menimpa Anda !!!
> To: zamanku@yahoogroups.com
> Date: Sunday, October 19, 2008, 8:48 PM
>
>
>  Krisis Ekonomi Melanda Amerika Rezeki Menimpa Anda !!!
>
> Janganlah tersesat, arti krisis ekonomi yang melanda Amerika bukanlah
> berarti kehancuran Amerika, bukan juga berarti porak porandanya
> simpanan anda, dan sama sekali bukan berarti kehancuran sistem
> kapitalisme ataupun hancurnya pasaran dunia.
>
> Krisis ekonomi yang melanda Amerika artinya hanyalah sebatas
> pemerintah Amerika kekurangan duit. Atau lebih tepatnya, kecepatan
> mengalirnya pengeluaran uang/dana yang berlangsung mendadak meningkat
> melebihi uang/dana yang bisa ditariknya masuk.
>
> Untuk mengatasinya, pemerintah Amerika menjual obligasi, bond, stock
> atau berbagai bentuk saham2 lainnya dengan harga yang sangat murah
> atau harga yang jatuh agar bisa mendapatkan uang dollar secepatnya
> untuk menutupi kebutuhan yang mendadak ini. Setelah berhasil
> mengatasi kebutuhan yang mendadak ini, maka harga obligasi, bond,
> stock dan berbagai saham2 ini kemudian akan naik lagi harganya karena
> hal ini merupakan kewajiban pemerintah Amerika untuk membayar kembali
> uang atau dana yang se-olah2 dipinjamnya. Juga untuk mendapatkan uang
> secara cepat maka bank2 Amerika menaikkan suku bunganya. Resesi
> keuangan yang melanda Amerika ini menyebabkan harga2 barang turun dan
> harga bensin juga turun karena kurangnya dana yang dimiliki
> masyarakat. Daya beli masyarakat turun maka harga barang juga turun.
>
> Pemerintah negara2 berkembang seperti RI akan memanfaatkan situasi ini
> dengan menarik dollar dari rakyatnya didalam negeri untuk dibelikan
> atau diinvestasikan kedalam bond2 atau saham2 yang dijual murah oleh
> pemerintah Amerika dan juga untuk didepositokan ke bank2 di Amerika.
> Akibatnya, harga dollar dalam negeri naik tinggi, harga saham dalam
> negeri juga anjlok, bank2 kosong, barang import terhambat dan pasaran
> jadi kosong yang akibatnya harga2 jadi naik dan bensin makin tinggi
> harganya. Hal ini terbalik dengan apa yang terjadi di Amerika. Daya
> beli masyarakat Indonesia menurun diikuti dengan harga barang2 yang
> menaik karena semua barang diimport dengan dollar.
>
> Resesi yang melanda Amerika ini malah bisa menjadi rezeki besar bagi
> anda apabila anda bisa memborong stock dan bond yang dijual pemerintah
> Amerika, apabila anda punya dana yang bisa didepositokan di bank2
> Amerika yang sedang naik suku bunganya.
>
> Namun biasanya anda kalah cepat dengan pejabat2 pemerintah yang korup
> yang bisa bermain dengan BI untuk menghadang informasi yang membawa
> rezeki ini, dan umumnya memang cuma para pejabat2 korup saja yang
> biasa bermain seperti ini yang justru membuat ekonomi negara makin
> terpuruk dan hancur akibatnya. Permainan ini biasanya disebut sebagai
> spekulasi dan tidak bisa dibuktikan sebagai tindak korupsi, apalagi
> hanya mendepositokan dana negara cukup seminggu saja bisa menarik
> bunganya triliunan rupiah jumlahnya dan uang negara ini kemudian
> dikembalikan setelah seminggu dalam jumlah yang sama tanpa sesenpun
> yang berkurang.
>
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
>
>
> 
>



-- 
Salam, Great Pretender

Kirim email ke