Tidak perlu pakar untuk melihat kebiadaban Islam.

GP

2008/10/21 Lusy Anita <[EMAIL PROTECTED]>

>     Yang ngomong James Lewis, pakar keamanan nasional di Center for
> Strategic and International Studies. Atau Gabby merasa lebih pakar dari
> James Lewis
>
>
> --- On *Sun, 10/19/08, gkrantau <[EMAIL PROTECTED]>* wrote:
>
> From: gkrantau <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [zamanku] Re: Analis AS : Hentikan Kampanye "Perang Melawan Teror"
> Ala Bush
> To: zamanku@yahoogroups.com
> Date: Sunday, October 19, 2008, 3:51 PM
>
>
>  YG JELAS perang melawan terrorists harus terus digalakkan. Virus2
> virulent - orang2 yg tidak ragu2 membunuh, membantai orang2 yg non-combatant
> dan yg menyebabkan penderitaan keluarga mereka, merusak ekonomi (Bali I&II)
> dst. sudah sepantasnya dibinasakan.
>
> Adapun caranya terserah yg penting effective dan mungkin yg perlu dilakukan
> ialah mengikis habis roots of the problem-nya: menjinakkan dasar ajaran yg
> membuat terrorists tsb melakukan tindakan biadab.
>
> Hentikan bantuan ekonomi kpd negara2 yg dikenal sbg breeding ground
> terrorrists. Biarkan bangsa2 yg demen bunuh-membunuh untuk melakukan hobby
> mereka. Mungkin sekali G.W. Bush dlm approachnya kurang tepat (lebih2 krn
> menyebabkan matinya ribuan warga-negara US dan juga civilian collateral
> damages), tapi tanpa balasan kekerasan terrorists sinting itu akan lebih
> meraja-lela. Dunia akan jauh menderita krn ulah orang2 gila agama itu yg
> nekad bunuh diri dg harapan (forlorn hope) akan masup sorga dan dikawinkan
> dg 72 bidadari/hourin. How dumb can some people be!
>
> *Gabriela Rantau*.
>
> --- In [EMAIL PROTECTED] .com, Lusy Anita <[EMAIL PROTECTED] .> wrote:
> >
> >
> > Analis AS : Hentikan Kampanye "Perang Melawan Teror" Ala Bush
> > Senin, 13 Okt 2008 09:53
> > Para analis di AS menyatakan, sudah saatnya kampanye "perang melawan
> teror" yang dihembuskan pemerintahan Presiden George W. Bush dihentikan.
> Menurut mereka, pendekatan "perang melawan teror" yang dilakukan
> pemerintahan Bush terbukti gagal dan sudah kehilangan kredibilitasnya.
> > "Segala sesuatunya sudah tidak relevan lagi. Pendekatan yang diambil oleh
> pemerintahan ini sudah gagal dan kehilangan kredibilitas serta dukungan
> politik," kata James Lewis, pakar keamanan nasional di Center for Strategic
> and International Studies.
> > Sejak Bush menggelar kampanye "perang melawan teror"nya paska serangan 11
> September 2001 di AS, kebijakan-kebijakan perang melawan teror yang
> dilakukan pemerintahan AS telah menimbulkan ketakutan bahkan berbuah invasi
> yang berakhir dengan penjajahan AS di Irak dan Afghanistan.
> > Pemerintahan Bush dengan semena-mena melakukan interogasi paksa,
> penangkapan- penangkapan tanpa alasan yang jelas dan penyadapan telepon dan
> email, yang pada akhirnya memicu tuntutan di kalangan masyarakat AS sendiri
> agar Bush mengubah total pendekatan-pendekat an yang dilakukannya dalam
> "perang melawan teror".
> > "Saya pikir, Anda akan melihat makin banyak tuntutan agar dilakukan
> peninjauan kembali dan tuntutan agar dilakukan kontrol yang lebih baik,"
> ujar Lewis.
> > Kebijakan "perang melawan teror" yang dilakukan pemerintahan Bush semakin
> tak terkendali ketika tahun 2007 lalu, pemerintahan Bush mengamandemen
> Foreign Intelligence Surveillance Act yang memberikan kewenangan luas pada
> pmerintah untuk memonitor komunikasi ke luar negeri. Bulan ini, Jaksa Agung
> Michael Mukasey mengesahkan tuntunan operasi FBI yang memberikan kekuasaan
> luas pada lembaga intelejen dalam negeri AS itu untuk memata-matai dan
> menggunakan teknik-teknik investigasi tertentu pada warga negaranya sendiri.
> > Pemerintahan Bush juga memblokir perintah pengadilan mengenai pembebasan
> 17 warga Muslim Uighur China dari Guantano ke AS serta melakukan pengadilan
> militer terhadap sejumlah tahanan Guantanamo meski meski tindakan itu
> ilegal.
> > Brian Jenkins, seorang pakar terorisme dari RAND Corporation juga menilai
> pendekatan pemerintahan Bush dalam "perang melawan teror" sudah saatnya
> dihentikan. "Setiap bangsa yang demokratis, yang selama ini bergulat dengan
> masalah ancaman teroris punya kewajiban untuk mengubah aturan-aturannya,
> seperti aturan pengumumpulan informasi intelejen, kewenangan pada kepolisian
> dan aturan-aturan lainnya," kata Jenkins.
> > "Ketika segala sesuatunya sudah mulai menuju ke arah yang salah, orang
> akan mengatakan tidak ada gunanya ada aturan," sambung Jenkins.
> > Dalam studi terbarunya, RAND Corporation menyatakan bahwa AS harus
> berhenti menggunakan istilah "perang melawan teror" dan mengubah strateginya
> dalam menghadapi kelompok-kelompok yang dianggap sebagai kelompok teroris.
> AS, menurut lembaga think-tank tersebut, sudah saatnya melepaskan
> ketergantungannya pada kekuatan militer tapi harus lebih memanfaatkan
> kerja-kerja intelejennya.
> > Menurut Jenkins, jika pemerintahan AS yang baru nanti bersikap lebih
> bijak dan lebih menunjukkan nilai-nilai ke-amerika-an dalam perang melawan
> teror, AS akan lebih mendapatkan dukungan dunia internasional. Langkah
> pertama yang harus dilakukan AS untuk mengubah strateginya, kata Jenkins,
> adalah dengan menutup kamp penjara Guantanamo .
> > "Kamp tersebut sudah menjadi simbol bahwa AS telah melakukan kesalahan
> dalam kebijakan 'perang melawan teror'. Kita perlu segera mengindentifikasi
> dan membebaskan mereka yang menjadi korban salah tangkap. Kita harus
> melakukan prosedur yang lebih adil, " tukas Jenkins. (ln/iol)
> >
> > ____________ _________ _________ _________ _________ __
> > Do You Yahoo!?
> > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> > http://mail. yahoo.com
> >
>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
> 
>



-- 
Salam, Great Pretender

Kirim email ke