> Lusy Anita <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Artinya tetap saja pemerintah Amerika
> mengintervensi pasar dan itu melanggar
> prinsip-prinsip kapitalis yang didasarkan
> pada pasar bebas. Kalau pemerintah Amerika
> menjual obligasi, bond, stock atau berbagai
> bentuk saham2 lainnya dengan harga yang
> sangat murah berarti pemerintah Amerika
> tidak percaya dengan pasar dengan kata lain
> pemerintah Amerika tidak percaya dengan
> sistem kapitalis yang dibangunnya sendiri.
> 


Sebaiknya anda debat aja deh di mesjid, disini semua sudah tahu dasar2
pelajaran SMP, bahwa yang disebut "Pasar" itu tempat jualan, dan
hukumnya juga sederhana, barang murah dibeli orang, barang mahal
ditawar orang.

Banyak barang harga turun, sedikit barang harga naik.
Banyak dollar nilai turun, sedikit dollar harga naik.

Amerika negara dagang bukan negara kapitalis, tapi banyak kapitalist
yang berdagang di Amerika karena kapitalis hanyalah pemilik modal. 
Dan setiap perusahaan raksasa tak boleh monopoli dan harus menjual
saham sehingga rakyat kecil juga bisa jadi kapitalis.  Jadi Amerika
bukan negara kapitalis karena kapitalis hanyalah rakyat jelata yang
memiliki modal.  Namun meskipun ada rakyat kecil yang tidak bermodal,
tetap bisa jadi kapitalis dengan meminjam modal dan setelah punya
modal bisa dinamakan kapitalist.  KAPITAL = MODAL, dan kapitalis
adalah pemilik modal.

Jadi Amerika tidak terikat rumus kapitalis atau rumus komunis tidak
melanggar pasar atau melanggar prinsip2 apapun.  Dana yang di
keluarkan pemerintah Amerika se-mata2 membantu rakyat agar tidak
terjepit resesi ekonomi yang terjadi.  Seharusnya pemerintah RI juga
membantu rakyatnya bukan malah mencekek rakyatnya dengan Syariah2
biadab yang mengkorupsi sedekah, mengkorupsi zakat, dan meng-ada2
infaq maupun pungli2 lainnya yang berbau Islam.

Ny. Muslim binti Muskitawati.







Kirim email ke