Pecat 220 Karyawan MUSLIM Karena Shalat Dan Buka Puasa

Selasa, 16 September 08 

 Sebuah perusahaan pengalengan daging di kawasan Colorado, Amerika
memecat 150 orang Muslim akibat terjadi pertikaian yang bermula dari
sikap mereka mengambil waktu istirahat sepanjang maghrib untuk
melaksanakan shalat dan berbuka puasa Ramadhan. 

Para direktur perusahaan "Swift" itu menentang para karyawannya
mengambil waktu untuk beristirahat. Hal itu menyebabkan mereka bertikai
dengan lebih dari 220 karyawan Muslim asal Somalia yang bekerja di
tempat itu. 

Ibrahim Hober, juru bicara pusat hubungan Islam-Amerika mengatakan,
"Perbedaan pendapat seputar para karyawan melakukan kewajiban agama
mereka sepanjang jam-jam kerja sudah sering terjadi dalam banyak kasus.
Biasanya berakhir dengan solusi damai dan kekeluargaan." Ibrahim
mengaku, dirinya belum pernah menyaksikan dari sekian perselisihan itu
yang berujung pada pemecatan seperti ini. Demikian seperti yang dirilis
CNN. 

Perselisihan itu terjadi pertama kali pada tanggal september lalu,
ketika 220 karyawan pabrik perusahaan "Swift" .keluar saat matahari
tenggelam karena memprotes penolakan perusahaan untuk menjadikan jam
istirahat mereka sesuai dengan jam shalat maghrib agar mereka dapat
menjalan shalat dan berbuka puasa. 

Hober menambahkan, shalat maghrib adalah satu-satunya shalat yang tidak
mungkin diakhirkan, sebab kesempatan melaksanakannya sangat sempit
sekali dari sisi waktu. Di samping, sepanjang bulan Ramadhan juga
ditambah dengan waktu berbuka setelah di siang hari penuh berpuasa.
Hober menegaskan, "Dengan demikian, tidak mungkin kami mengatakan kepada
mereka undurlah satu jam lagi.!" 

Juru bicara itu menegaskan, saat ini pengacaranya telah melakukan
negosiasi untuk menengahi masalah tersebut dengan pihak manajemen dan
para karyawan. Namun bila menemui jalan buntu dan tidak adanya
penghormatan terhadap ajaran agama maka akan diajukan ke pengadilan. Ia
berharap, hal itu mudah-mudaham tidak sampai terjadi. (ismo/AH) 

<<bdi-1-160908.jpg>>

Kirim email ke