Pembelaan Eichmann: Sekedar Mematuhi Perintah
 
Sebelum Perang Dunia II, hampir sembilan juta orang Yahudi tinggal di Eropa. 
Masyarakat Yahudi Eropa ini memiliki tradisi budaya yang kuat dan mengagumkan, 
bakat seni dan prestasi intelektual yang tinggi, serta ketaatan religius. Adolf 
Hitler dan partai Nazi yang berkuasa di Jerman tahun 1933, menyatakan bahwa 
bangsa Arya lebih unggul daripada "ras campuran", seperti Yahudi dan Gipsy, dan 
bahwa Eropa perlu dimurnikan secara rasial dari bangsa pendatang. Dalam 
beberapa tahun kemudian, rezim Nazi mulai menangkapi dan memenjarakan 
orang-orang Yahudi di Jerman. Sampai tahun 1939, ketika Jerman menyerbu 
Polandia, ratusan ribu orang Yahudi telah dijebloskan ke dalam barak-barak 
tahanan.
 
Segera setelah itu, secara rahasia para pejabat Nazi mulai menukar memo tentang 
'keputusan akhir untuk memecahkan masalah orang Yahudi." Di bawah pengelolaan 
yang efektif dari Adolf Eichmann, seorang birokrat karier yang berdedikasi, 
secara teratur orang-orang Yahudi dari seluruh Eropa ditangkapi dan dikirim ke 
barak-barak tahanan seperti di Dachau dan Auschwitz, sebagian besar dengan 
kereta api, tempat mereka mengalami penderitaan, dibunuh dengan gas, ditembak, 
dibakar, dan dimakamkan di pekuburan massal. Sampai tahun 1945, ketika Perang 
Dunia II berakhir, sekitar enam juta orang Yahudi Eropa telah tewas. Dari 
jumlah itu, tiga dari seitap empat orang Yahudi yang sebelum perang tinggal di 
21 negara yang diduduki Jerman, tewas. Pada saat itu juga, bom-bom atom telah 
dijatuhkan ke atas 100 kota untuk membunuh sebanyak mungkin orang Jepang.
 
Setelah perang berakhir, Eichmann melarikan diri ke Argentina dan akhirnya 
ditangkap oleh para penyidik Israel pada tahun 1961. Dia dibawa ke Israel dan 
diadili. Dia melakukan pembelaan diri dengan mengatakan bahwa secara pribadi 
dia tidak bertanggung jawab atas kematian orang-orang Yahudi, karena dia hanya 
mematuhi perintah. Tetapi argumentasi itu ditolak, dia dianggap bertanggung 
jawab atas kejahatannya dan dihukum mati. "Pembelaan Eichmann" kemudian menjadi 
istilah yang dipakai untuk menyatakan bahwa seseorang dibenarkan melakukan 
tindak kekacauan karena dia "sekedar mematuhi perintah".
 
Tidak dapat disangkal bahwa pembinasaan bangsa Yahudi Eropa itu terjadi karena 
adanya kerja sama erat antara beribu-ribu orang Jerman--birokrat, tentara, 
dokter, pegawai perkeretaapian, tukang kayu, penjaga pintu. Apakah perilaku ini 
timbul karena adanya karakteristik patologis orang Jerman? Dan yang lebih 
menakutkan, apakah perilaku itu disebabkan oleh kondisi wajar dalam proses 
sosial sehari-hari, seperti kepatuhan pada otoritas? Dalam kondisi apakah orang 
akan melakukan tindak kekacauan yang diperintahkan kepadanya? Bagi para ahli 
psikologi sosial, kejadian semacam itu menimbulkan pertanyaan mendasar tentang 
kepatuhan terhadap otoritas, dan tentang kondisi di mana orang akan tunduk atau 
menentang perintah yang tidak sesuai dengan norma moralnya.
 
Psikologi Sosial 1
Sears, Freedman, & Peplau
hal. 5-6
 
salam baca,
bhirawa_m
 


      
___________________________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke