Karena deskripsi pornografi yg tak jelas spt itu, tetap akan terjadi salah 
tafsir oleh aparat di berbagai daerah, dan hal tsb bisa dimanfaatkan oleh 
aparat2 tak bertanggung jawab sebagai lahan tambahan utk menambah omset dgn 
menjerat masyarakat yg kurang paham isi RUU tsb. Ingat, hanya segelintir 
masyarakat yg paham RUU seperti kita. Kalau semua aparat punya persepsi sama 
spt bang Budi, kami cukup lega, tapi sayangnya tidak.  Sedangkan 
tilang-menilang aja dlm lalulintas (yg peraturannya sgt jelas) bisa dijadikan 
ajang korupsi, apalagi yg spt ini.  Apakah bang Budi ingin menambah lahan 
korupsi tikus2 tak bertanggung jawab itu?? Seharusnya bang Budi bisa melihat 
kenyataan di negara ini, bukan hanya secara teori. Pemanfaatan RUU tsb oleh 
oknum2 tak bertanggung jawab yg kami takuti, bukan hal lain.
 
Saya tidak akan mendebat lebih jauh dikarenakan draft tersebut kembali akan 
direvisi, namun pada hemat kami sebaiknya waktu, energi, dan biaya utk membahas 
RUU tsb digunakan utk hal lain yg lebih bermanfaat.  Karena di KUHP sudah ada 
setidaknya 20 pasal tentang pornografi. Untuk mencegah kriminalitas dlm hal 
pelecehan seksual,  memperberat hukuman (spt hukum cambuk atau penjara seumur 
hidup misalnya) akan lebih punya efek jera daripada sekedar menambah undang2 yg 
sudah ada. Dan tentu saja hukuman berat plus action serius dari aparat dlm 
menangani kasus pelecehan seksual.  Kalo aparat no action talking only, seratus 
RUU Pornografi keluar juga percuma.  Yg ada malah calon korban yg merasa di 
intimidasi oleh RUU bukannya merasa dilindungi, harusnya calon pelaku yg harus 
kita intimidasi shg takut.
 
Negara ini sedang terancam kolaps, dan kolaps itu penyebab utamanya bukan 
pornografi tapi korupsi. Jadi yg lebih penting di kejar dahulu. Kalo sudah 
kolaps seribu RUU Pornografi juga ga guna. Jangan mudah terpancing utk 
pengalihan masalah.

--- On Wed, 10/22/08, Budi P <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Budi P <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: Balasan: Re: Mari kita bantu bersama!!! Negara kita jangan sampai 
diobrak abrik oleh RUU yang aneh
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED], zamanku@yahoogroups.com, "Ahmadi Agung" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Boy Riantino" <[EMAIL PROTECTED]>, "ChanCT" <[EMAIL PROTECTED]>, 
"Because everyone is entitled to my opinion" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL 
PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "@prudential.co.id" <[EMAIL PROTECTED]>, 
"**HeRmAnTo**" <[EMAIL PROTECTED]>, "~* VieNha *~" <[EMAIL PROTECTED]>, "abadi 
teuku" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], "agung setiawan" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Agus Hamonangan" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], "Akhmad 
Bukhari Saleh" <[EMAIL PROTECTED]>, "alex alex" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL 
PROTECTED], "Andreas Harsono" <[EMAIL PROTECTED]>, "andreas novendi" <[EMAIL 
PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], "anjingloall anjingloall" <[EMAIL PROTECTED]>, 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "ardian_c" <[EMAIL PROTECTED]>,
 [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
"bebengetoh" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "cenggiap 
yo" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "Christofel 
Simanjuntak" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], "Ciao Lie" <[EMAIL 
PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED], "debukaki" <[EMAIL PROTECTED]>, "dede wijaya" <[EMAIL PROTECTED]>, 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "eddyhbh" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL 
PROTECTED], "edogawa2000" <[EMAIL PROTECTED]>, "Eko Boenandar" <[EMAIL 
PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "Erik" <[EMAIL PROTECTED]>, 
[EMAIL PROTECTED], "extrim_bluesky"
 <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], "g ice" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], "Golden 
Horde" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "H. M." 
<[EMAIL PROTECTED]>, "hadjar_wish" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], "Han 
Hwie Song" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], "hartono_tjahjadi" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Hendri Irawan" <[EMAIL PROTECTED]>, "Hudzaifah Ibnul" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Hugh Caddess" <[EMAIL PROTECTED]>, "husinganis" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Hutagalung Erwin" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], 
"idakhouw" <[EMAIL PROTECTED]>, "Ijam Jenal" <[EMAIL PROTECTED]>, "indah" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "indarto tan" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], "irene karyadi" <[EMAIL PROTECTED]>,
 [EMAIL PROTECTED], "islam sucks" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], "Bintang" <[EMAIL PROTECTED]>, "desyanta" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wednesday, October 22, 2008, 10:24 PM



Jawaban gue ada di bawah


2008/10/17 CY <[EMAIL PROTECTED]>






Dari sisi substansi, RUU ini dianggap masih mengandung sejumlah persoalan, 
antara lain RUU ini mengandung atau memuat kata-kata atau kalimat yang ambigu, 
tidak jelas, atau bahkan tidak bisa dirumuskan secara absolut. Misalnya, 
eksploitasi seksual, erotis, kecabulan, ketelanjangan, aurat, gerakan yang 
menyerupai hubungan seksual, gerakan menyerupai masturbasi, dan lain-lain.
 
Bab I Pasal 1 tentang Ketentuan Umum pada draft terakhir RUU Pornografi 
menyebutkan, pornografi adalah materi seksualitas yang dibuat oleh manusia 
dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar 
bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan 
komunikasi lain melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan 
di muka umum yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau melanggar 
nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat. Definisi ini, menunjukkan longgarnya 
batasan "materi seksualitas" dan menganggap karya manusia, seperti syair dan 
tarian (gerak tubuh) di muka umum, sebagai pornografi. Kalimat membangkitkan 
hasrat seksual atau melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat bersifat 
relatif dan berbeda di setiap ruang, waktu, maupun latar belakang.
 
Jadi misalnya kelompok saya tidak senang dgn istri anda,  saya bisa menuntut 
anda dgn UU Pornografi hanya dikarenakan istri anda melakukan gerakan tubuh 
(berjalan melenggang) yg anda anggap biasa namun kami anggap membangkitkan 
gairah seksual kelompok kami.  Atau istri anda hanya berdecak (bersuara) namun 
karena suaranya seksi kami anggap membangkitkan gairah seksual. 

Budi P :

Anda tidak dapat menuntut, karena
- BUkan dilakukan pada media komunikasi
- Tidak dilakukan pada pertunjukan di muka umum.

Perhatikan kata kuncinya adalah "media komunikasi" dan "pertunjukan"

Tarian dalam pertunjukan di muka umum juga tidak akan kena, karena merupakan 
budaya. Budaya, adalah salah satu pengecualian sebagaimana yg tertera di Pasal 
14


 






 
Rumusan dalam RUU APP tersebut dikhawatirkan akan dapat menjadikan seorang yang 
pada resepsi pernikahan memakai baju kebaya yang sedikit terbuka di bagian 
dada, dapat dikenakan sanksi paling singkat 2 tahun dan paling lama 10 tahun 
atau denda paling sedikit Rp. 200 Juta dan paling banyak Rp. 1 milyar, karena 
resepsi pernikahan bukanlah upacara kebudayaan atau upacara keagamaan. 
Sedangkan seseorang yang lari pagi di jalanan atau di lapangan dengan celana 
pendek dikhawatirkan akan bisa dinyatakan melanggar hukum, karena tidak 
dilakukan di gedung olahraga.

Budi P:

Menurut Bab II pasal 4, pemakai kebaya di resepsi pernikahan tentu saja gak 
akan kena


 






 
RUU Pornografi bersifat kabur (tidak pasti) sehingga berpotensi multitafsir. 
Pasal 1 angka 1 mengungkapkan ...membangkitkan hasrat seksual. Isi pasal ini 
bertentangan dengan asas lex certa dimana hukum haruslah bersifat tegas.  
Karena terbangkitnya hasrat seksual berbeda2 pada tiap orang, bisa jadi anda 
melihat bibir seksi cuap2 sudah bergairah tapi utk orang lain itu biasa saja.

Budi P :

As I said before. Memang ada pasal-pasal yang perlu perubahan, namun bukan 
berarti pembahasan untuk pengesahan RUU Pornografi ditolak mentah-mentah.


 






 
Dalam RUU tsb juga menyebutkan  bahwa masyarakat boleh ikut ambil bagian dlm 
pengawasan, kondisi ini  akan berpotensi menyebabkan kekacauan dalam masyarakat 
dan berpotensi memecah belah kesatuan bangsa. Sekedar contoh, bagaimana kalau 
kelompok melayu merecoki kelompok Papua dgn UU pornografi dan kelompok Papua 
tidak senang. Bukankah akan terjadi sweeping etnis melayu di daerah yg dominan 
Papua. Demikian juga sebaliknya yg terjadi di daerah yg dominan etnis melayu.

Budi P:

Perhatikan Bab II pasal 14

 






 
RUU ini juga cacat secara hukum karena bertentangan dgn UUD 1945 yg merupakan 
hukum tertinggi di Indonesia. Sehingga merupakan legitimasi atas pemandulan UUD 
1945 pasal 28.1 ayat (2) tentang diskriminasi dan ayat (3) tentang identitas 
budaya dan hak masyarakat tradisional. Otomatis melanggar pasal 28 G ayat (1) 
UUD 1945 yaitu timbulnya rasa tidak aman dan tidak adanya perlindungan dari 
ketakutan untuk berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi dari kelompok 
minoritas.
 

Budi P:

Dalam hal ini tidak ada yang namanya mayoritas dan minoritas. Jika mintoritas 
merasa haknya diberangus, maka pihak lain juga memiliki hak untuk menjaga 
anak-anak dan keluarganya dari bahaya pornografi.



 






Sekian Informasi dari saya
 
** Semoga semua makhluk berbahagia dan terlepas dari penderitaan **

--- On Fri, 10/17/08, Budi P <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Budi P <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: Balasan: Re: Mari kita bantu bersama!!! Negara kita jangan sampai 
diobrak abrik oleh RUU yang aneh
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], zamanku@yahoogroups.com, "Ahmadi 
Agung" <[EMAIL PROTECTED]>, "Boy Riantino" <[EMAIL PROTECTED]>, "ChanCT" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "Because everyone is entitled to my opinion" <[EMAIL 
PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "@prudential.co.id" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "**HeRmAnTo**" <[EMAIL PROTECTED]>, "~* VieNha *~" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "abadi teuku" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], "agung 
setiawan" <[EMAIL PROTECTED]>, "Agus Hamonangan" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL 
PROTECTED], "Akhmad Bukhari Saleh" <[EMAIL PROTECTED]>, "alex alex" <[EMAIL 
PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], "Andreas Harsono" <[EMAIL PROTECTED]>, "andreas 
novendi" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], "anjingloall anjingloall" 
<[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "ardian_c"
 <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], "bebengetoh" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED], "cenggiap yo" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED], "Christofel Simanjuntak" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], 
"Ciao Lie" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "debukaki" <[EMAIL PROTECTED]>, "dede wijaya" 
<[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "eddyhbh" <[EMAIL 
PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], "edogawa2000" <[EMAIL PROTECTED]>, "Eko 
Boenandar" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "Erik" 
<[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED],
 "extrim_bluesky" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "g ice" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL 
PROTECTED], "Golden Horde" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED], "H. M." <[EMAIL PROTECTED]>, "hadjar_wish" <[EMAIL PROTECTED]>, 
[EMAIL PROTECTED], "Han Hwie Song" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], 
"hartono_tjahjadi" <[EMAIL PROTECTED]>, "Hendri Irawan" <[EMAIL PROTECTED]>, 
"Hudzaifah Ibnul" <[EMAIL PROTECTED]>, "Hugh Caddess" <[EMAIL PROTECTED]>, 
"husinganis" <[EMAIL PROTECTED]>, "Hutagalung Erwin" <[EMAIL PROTECTED]>, 
[EMAIL PROTECTED], "idakhouw" <[EMAIL PROTECTED]>, "Ijam Jenal" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "indah" <[EMAIL PROTECTED]>, "indarto tan" <[EMAIL PROTECTED]>, 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "irene karyadi"
 <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], "islam sucks" <[EMAIL PROTECTED]>, 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "Bintang" <[EMAIL PROTECTED]>, "desyanta" 
<[EMAIL PROTECTED]>
Date: Friday, October 17, 2008, 3:36 PM



yg mau di bahas yg bagian mana ?

On 10/17/08, CY <[EMAIL PROTECTED]> wrote:



> Mister Budi,  udah baca blon isi dari RUU tersebut??  Baca dulu deh baru
> cuap2.
>



      

Kirim email ke