Harian komentar
24 Oktober 2008

Rencana Eksekusi Amrozi Cs Kabur  


Jakarta, KOMENTAR
Konon, Kejagung akan meng-umumkan soal eksekusi mati Amrozi cs pada 24 Oktober 
ini. Namun kini, rencana itu seakan kabur karena Keja-gung menyangkalnya. 
Kapus-penkum Kejagung Jasman Pandjaitan mengatakan, kete-rangan yang akan 
disampai-kan hari ini bukanlah peng-umuman eksekusi. "Jadi besok bukan 
kepastiannya karena tidak ada ketentuan yang mewajibkan Kejaksaan mengumumkan 
kapan pelak-sanaan eksekusi," ujarnya. Hal itu disampaikan Jasman di kantornya, 
Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Kamis (23/10).

Jasman menegaskan, sebe-narnya tidak ada kendala dalam pelaksanaan eksekusi 
itu. "Tidak ada kendala dan intervensi kepada Kejagung," tandasnya. Kabarnya 
Lapas Batu, Nusakambangan sudah tertutup, pak? "Tertutup apa, kalau tertutup 
awan iya, ka-rena di sana kan lagi musim hujan. Kalau pengamanan, itu tanggung 
jawab lapas," ka-tanya.

Ditambahkan, para terpida-na akan diberitahu waktu ek-sekusi tiga hari sebelum 
pe-laksanaan eksekusi itu dilak-sanakan. "Kita akan memberi tahu pada para 
terpidana tiga hari sebelum dieksekusi. Se-karang belum ada pemberi-tahuan," 
kata Jasman. 

Hal itu, imbuh dia, sesuai dengan UU Nomor 2/Pnps/1964 tentang Tata Cara 
Pelaksanaan Hukum Mati. Bila sudah dieksekusi, Kejaksaan akan menyerahkan mayat 
terpidana mati itu untuk dikuburkan pihak keluarga. "Sesuai dengan Pasal 15 UU 
Nomor 2/Pnps/1964, Kejaksaan tetap bertanggung jawab setelah eksekusi. Yakni 
akan menyerahkan pengubu-rannya kepada keluarga," ujar dia. Menurut Jasman, 
penasi-hat hukum dapat mendam-pingi para terpidana yang akan dieksekusi. Namun 
UU tidak menjelaskan apakah pen-dampingan tersebut dilakukan pada saat isolasi 
atau pada saat eksekusi. "Penasihat dapat menghadiri. Namun pertama, harus ada 
permohonan dulu kepada Kejaksaan. Nanti akan dikaji," imbuh Jasman. Me-nanggapi 
rencana Tim Penga-cara Muslim (TPM) yang akan menuntut Jaksa Agung ke Mahkamah 
Internasional bila eksekusi tetap dilakukan, Jasman mempersilakan. Na-mun dia 
mempertanyakan atas dasar apa tuntutan itu dila-kukan.(dtc/zal)  

Kirim email ke