Refleksi: Dari mana bisa orang tahu bahwa Islam, antara Kapilaisme dan 
Komunisme, kalau yang disebut komunisme itu dilarang untuk dibaca atau 
dipelajari di sekolah?

http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2008102323324835

      Jum'at, 24 Oktober 2008 
     
      OPINI 
     
     
     
Islam, antara Kapitalisme dan Komunisme 

      Muhammmad Aqil Irham

      Ketua PW GP Ansor Provinsi Lampung

      Kapitalisme dalam implementasinya berkali-kali mengalami revisi sebagai 
wujud inkonsistensinya. Aslinya kapitalisme merupakan praktek usaha 
perseorangan dan swasta yang lepas kontrol dari intervensi sebuah negara. 
Kapitalisme merupakan mainstream domain ekonomi yang lahir dari filsafat 
liberalisme. Kebebasan adalah kata kunci. Tidak ada ruang bagi pembatasan. 
Kebebasan biar bablas dan alamiah.

      Kemampuan dan daya manusiawi individual adalah instrumen kehidupan yang 
lebih daripada cukup untuk menjalankan kehidupan. Pandangan ini paradoks dengan 
sosialisme dan komunisme yang berakar pada filsafat materialisme historis Marx, 
yang memandang kebebasan individual dibatasi masyarakat dan negara. Negara 
memiliki tanggung jawab menyejahterakan warga negara.

      Komunisme optimistis mampu mewujudkan masyarakat tanpa kelas: Masyarakat 
semua bisa sejahtera. Kedua pandangan ini dalam prakteknya tak mampu 
membuktikan konsistensi.

      Untuk menghindari keruntuhan ideologi tersebut, seringkali keduanya 
saling mengadopsi. Komunisme pernah mencoba melakukan kapitalisasi namun gagal 
dan kapitalisme juga meminta uluran tangan negara sebagai pertanda 
kelemahannya. Apa yang sedang terjadi di Amerika, di mana anjloknya harga saham 
di pasar modal merupakan titik-titik lemah ideologi ini yang diambang 
kehancuran menyusul "saudara sepupu-nya" komunisme.

      Islam sejak dini mengingatkan dunia bahwa kekayaan individual sebagai 
hasil jerih payah yang halal diwajibkan didistribusikan kepada orang-orang 
miskin, lemah, dan marginal baik sebagai akibat kultural maupun ketidakadilan 
struktural. Tujuan Islam ini merupakan langkah antisipasi agar modal tidak 
terkonsentrasi dan dikuasai segelintir orang-swasta tertentu saja.

      Pasar saham merupakan tempat mainnya pelaku-pelaku pasar yang 
menginvestasikan modalnya agar terjadi akumulasi modal dalam jangka waktu 
panjang. Perputaran modalnya pun hanya dinikmati minoritas sementara mayoritas 
berada pada kehidupan yang nyaris mati akibat susahnya mereka menghadapi 
tantangan hidup tanpa ada belas kasihan dan kasih sayang. Mayoritas masyarakat 
tidak paham pasar modal, di pasar tradisional pun mereka tidak mampu karena 
daya beli nya lemah. Ideologi mana yang peduli atas kehidupan mereka?

      Runtuhnya Kapitalisme Global

      Pasar modal internasional memiliki ketergantungan antarnegara di dunia. 
Sebagai bos kapitalisme, remote-control di tangan Amerika. Goncangan dan gempa 
ekonomi tentu berimbas ke semua negara, termasuk Indonesia.

      Hampir semua negara terpengaruh liberalisme dan kapitalisme global. 
Pancasila sebagai ideologi negara kehilangan relevansi dan aktualisasinya yang 
diakibatkan trauma rezim Orde Baru. Indonesia berjalan seakan tanpa arah dan 
panduan. Karena itu, mau tidak mau kita ikut arus perubahan dunia dengan sikap 
reaktif, spontan dan seringkali adaptif. Dalam konteks ini dapat kita ketahui 
dari bagaimana langkah pemerintah Indonesia dalam mengambil sikap dan respons 
atas krisis finansial ini.

      Sudah cukup bukti bahwa resesi ekonomi Amerika disebabkan lepas kendali 
mekanisme pasar bebas internasional yang dianjurkan kapitalisme. Menurut Ahmad 
Erani Yustika, Direktur Eksekutif Indef, tragedi Amerika bersumber dari 
keyakinan kapitalisme bahwa ekonomi tanpa regulasi negara dan 
internasionalisasi persaingan ekonomi. (Kompas, [13-10]).

      Indonesia memang berbeda dengan AS. Di negeri Paman Sam, 60% rakyatnya 
bermain di pasar modal. Padahal problem kemiskinan dan pengangguran juga 
merupakan hantu yang menakutkan bagi rakyat Amerika sekarang.

      Di Indonesia, 1 juta orang yang berinvestasi secara langsung di bursa 
saham (Mirza Adityaswara, Kompas, [13-10]).

      Dapat kita bayangkan betapa tajamnya ketimpangan dan kesenjangan antara 
orang-orang kaya dengan orang orang miskin. Segelintir orang berbanding ratusan 
juta rakyat Indonesia berhadap-hadapan antara orang yang memiliki "uang 
nganggur" di saham dengan orang yang "nganggur cari uang" dari hari ke hari, 
minggu ke minggu bahkan dari bulan ke bulan "mengejar uang" di sektor formal 
dan sektor riil pasar tradisional dan pasar pinggiran kaki lima. Bahkan 
orang-orang yang tidak berpenghasilan karena angka penganguran masih cukup 
tinggi.

      Solusi

      Hak milik pribadi bukan tidak diperkenankan dalam Islam. Menjadi hukum 
alam, tidak mungkin ada kehidupan tanpa kelas.

      Sistem yang adil akan mampu melihat stratifikasi dan kelas sosial secara 
komprehensif. Sistem dan ideologi mana di dunia yang begitu peduli dan 
eksplisit menunjukkan upaya membantu golongan ekonomi lemah.

      Prinsip Islam menyatakan sebagian harta kekayaan orang kaya merupakan hak 
orang miskin. Berarti hak orang miskin di tangan orang kaya itu boleh diambil 
baik secara persuasif maupun paksa.

      Kekayaan perseorangan dan swasta yang dimiliki minoritas harus bermanfaat 
untuk kepentingan mayoritas dengan mekanisme pengaturan oleh sebuah negara yang 
sistem pemerintahannya adil, kredibel, dan amanah. Kekayaan pribadi dan swasta 
yang tidak bersedia menginvestasikan uangnya ke sektor produktif di kalangan 
ekonomi lemah wajib diberi sanksi tegas oleh negara.

      Sebagai kepala negara (khalifah), Abu Bakar dengan tegas dan "marah" 
kepada orang-orang yang ingkar menunaikan kewajiban zakat setelah Rasulullah 
meninggal. Zakat adalah solusi ketimpangan sosial ekonomi. Yang tidak 
diperkenankan Islam adalah menumpuk-numpuk harta untuk memperkaya diri. Harta 
merupakan amanah, sebagaimana anak keturunan kita juga amanah yang dititipkan 
sementara dengan jaminan "hak guna kelola". Substansi dan makna hakiki dari 
seluruh harta kekayaan itu adalah milik Allah dan merupakan ujian dari-Nya.

      Demikian sebaliknya bagi orang-orang miskin dan fakir merupakan ujian 
yang juga ada regulasinya agar tidak menimbun "harta" dari hasil minta-minta. 
Dengan kata lain, Islam melarang orang melanggengkan kemiskinannya dengan cara 
yang kurang pantas.

      Sekarang, mengapa bangsa kita tidak self-confidence? Sosialisme-komunisme 
dan liberalisme-kapitalisme tidak dapat direvisi secara parsial seperti 
dilakukan di Amerika karena akan merombak bangunan filosofinya. Momentum 
ketakberdayaan ideologi dunia ini, sistem ekonomi Pancasila perlu diaktualisasi 
dan direvitalisasi dengan mengadopsi nilai-nilai universal ajaran Islam.

      Bahwa kekayaan sumber daya alam dikuasai negara dan dimanfaatkan 
sepenuhnya untuk kemakmuran rakyat, orang-orang miskin, bodoh, dan terbelakang 
merupakan tanggung jawab bersama yang diatur mekanisme pemberdayaannnya oleh 
negara agar terjalin keharmonisan dan kesejahteraan serta kedamaian antarwarga 
negara dan dunia. Ini adalah prinsip-prinsip Pancasila yang perlu dijual ke 
pentas dunia.

      Gagalnya komunisme dan kapitalisme, seharusnya menjadi inspirasi kita 
menawarkan alternatif ideologi dunia yang lebih berkeadilaan dan menjunjung 
tinggi kesetaraan negara-negara maju dan berkembang bahkan dengan negara-negara 
miskin sekalipun.
     

<<bening.gif>>

Kirim email ke