hehehe...peristiwa itu ada bedanya doyok...
   
  Pertama,
  BUDDHA tidak mengajarkan untuk melawan HAWA NAFSU dengan MEMOTONG titit..dan 
KITAB rujukan BUDDHIS yaitu TRIPITAKA tidak ada PERINTAH untuk melakukan potong 
TITIT 
   
  Kedua,
  Potong Titit tidak menyelesaikan Masalah karena Masih ada DUBUR....jadi TIDAK 
PERNAH potong titit menjadi SOLUSI melawan NAFSU BIRAHI!
   
  Jadi, kesimpulannya yang dilakukan oleh Biksu itu adalah SIA-SIA saja...dan 
PANDANGAN yang SALAH
   
  Kalo kamu pikir saya berinterpretasi asal bunyi...tanyakan sama orang2 
BUDDHIS..benar ngga bahwa TINDAKAN BIKSU itu adalah PANDANGAN yang SALAH 
mengenai Melawan HAwa NAFSU... 
   
  Nah sekarang apakah yang dilakukan oleh KYAI itu SALAH?
   
  TIDAK!!!!....karena KYAI tersebut mengikuti SUNNAHTULLLAH..
   
  DI HADIS SAHIH dan SUNAN memberikan KONFRIMASI bahwa NABI mengawini AISYA 
yang berusia 9 tahun...bahkan seorang dari RASHIDUN: UMAR mengawini Umm Kulthum 
yang masih BALITA yaitu:berusia 4/5 tahun!!!
   
  Kalangan Syi’ah:
  
  Umm Kulthum binti Abu Bakar, Ibunya Asmaa binti Umay (saudara kandung 
perempuan Muhammad ibn Abu Bakar dan Anak angkat perempuan Ali ibn Abu Talib)
  
  
  
  Kalangan Sunni:
  
  Umm Kulthum, adalah anak kedua (ada yang mengatakan anak ke 4) dari Ali and 
Fatimah, yang merupakan anak terkecil mereka. Ia dilahirkan disekitar 6 H (628 
M). Ia dinikahi khilafah of Umar ibn al-Khattab [menurut Ibn Sa‘d, 
‘At-Tabaqat al-Kubra’ (vol. 8 p. 338, ed. Muhammad 'Ab al-Qadir ‘Ata, Dar 
al-Kutub al-‘Ilmiyyah, Beirut 1990] 
  
  
  
  Umar menikahi Umm Kulthum sekitar th 623 M [menurut Al Farooq vol. II by 
Shibli Numani p 539. History of Abul Fida, vol. I p 171]. 
  
  
  
  [note: dua Sumber tidak klop tahun lahir dan menikahnya]
  
   
  Banyak kalangan syi’ah dan Sunni menyatakan bahwa Ia menikah di 17 H (639 
M). Ia di nyatakan ia lahir beberapa bulan setelah Abu bakar meninggal tahun 
634 M sehingga umur Umm saat menikah adalah Khutum adalah 4 tahun s/d 5 tahun. 
Referensi Sunni juga berkata bahwa Umme berumur 4 s/d 5 th 
  
Hebatkan keleluasaan untuk PRIA di ISLAM...ahhh..Bukan cuma itu saja DOYOK...
   
  Islam menghalalkan melakukan hubungan SEKSUAL MELALUI DUBUR...dan ITU adalah 
PERINTAH ALLAH!
   
  Jabir Ibnu Abdullah berkata: Orang Yahudi beranggapan bahwa seorang laki-laki 
menyetubuhi istrinya dari duburnya sebagai kemaluannya, maka anaknya akan 
bermata juling. Lalu turunlah ayat Al Baqarah 2:223, ‘Isteri-isterimu adalah 
(seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat 
bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Muttafaq Alaihi dan 
lafadznya menurut Muslim. (kemungkinan kisah dan turunnya ayat adalah disekitar 
permulaantahun Hijriah)
  
  
  
   
  Jabir ra., ia berkata: 
  
  Orang-orang Yahudi biasa mengatakan bila seorang lelaki menggauli istrinya 
pada kubulnya (liang) dari belakang, maka anak yang terlahir akan juling 
matanya. Lalu turunlah ayat: Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu 
bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana 
saja kamu kehendaki. [Sahih Muslim 2592]
   
  Doyok.. untuk mengenal APA YANG BISA di lakukan Para PRIA MUSLIM...ada 
baiknya kamu buka artikel ini:
  Selain Khadijah, Semua Istri Nabi berusia Muda dan Ranum  Nah, 
kira-kira...kamu sudah paham atau tidak dengan penjelasan saya yang sederhana 
ini?
  
peyok doyok <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          mari kita potong penis kita demi alasan ibadah:


  Memotong Kemaluan karena Alasan “Ibadah”
      
  ada ada saja ulah orang di muka bumi ini. tapi di luar penilaian sebagai 
tindakan aneh, niatnya untuk memotong 'burung' boleh juga. biar lbh khusyuk 
beribadah 


Memotong Kemaluan karena Alasan “Ibadah” 
Kamis, 23 November 2006 

Dengan alasan ingan totalitas dalam ibadah, seorang biksu Budha asal Bangkok 
memotong kemaluannya sendiri. Tapi ia dilarikan ke rumah sakit karena 
pendarahan 


Hidayatullah.com--Karena memilih mengabdikan hidupnya untuk beribadah, biksu 
berusia 35 tahun itu rela kehilangan alat kelaminnya. Kemarin, dia nekat 
memotong penisnya karena mengalami ereksi saat bermeditasi.

Tidak diketahui apa yang menyebabkan biksu tersebut mengalami ereksi saat 
bermeditasi. Yang pasti, dia merasa kecewa dengan peristiwa itu. Karena 
dianggap menghalangi totalitasnya dalam beribadah, biksu yang tidak disebutkan 
identitasnya itu nekat memotong alat kelaminnya sendiri dengan sebuah parang.

Karena terus berdarah, biksu tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit 
Maharaj, Bangkok. Di sana, biksu tersebut bersedia diobati tapi tidak mau alat 
kelaminnya dipasang kembali meski kondisinya masih memungkinkan.

"Kami membersihkan dan menjahit lukanya. Sebenarnya kami sudah menawarinya 
untuk memasang kembali alat kelaminnya namun dia menolak. Katanya dia sudah 
meninggalkan semua yang bersifat keduniawian," ujar Prawing Euanontouch dari 
rumah sakit Maharaj.

Mereka yang memilih menjadi biksu Buddha memang harus meninggalkan semua hal 
yang bersifat duniawi seperti uang atau makanan mewah lainnya. Setiap hari, 
kegiatannya diisi dengan beribadah. Untuk memenuhi kebutuhan seperti makanan, 
mereka mendapat sumbangan dari warga buddha lainnya. [rtr/jp/cha]





sumber:
http://www.acehforum.or.id/memotong-kemaluan-karena-t4003.html?s=749fe950883034764e118b1e8bfc857f&amp;

wirajhana eka <[EMAIL PROTECTED]> wrote:       
  Ini dari detiknews:
   
   
  Kiai Nyentrik Nikahi Gadis 12 Tahun
Triono Wahyu Sudibyo - detikNews

  
Syekh Puji 
  
  -->Semarang - Kiai nyentrik yang juga pemilik Ponpes Miftakhul Jannah, Desa 
Bedono, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Pujiono Cahyo Widianto (43) atau 
dikenal dengan sebutan Syekh Puji kembali membuat sensasi. Dia menikahi gadis 
berusia 12 tahun.

Tak jelas betul bagaimana prosesi pernikahan itu dilangsungkan. Tapi menurut 
informasi yang dihimpun detikcom, Syekh Puji dan gadis itu menikah pada tanggal 
8 Agustus 2008.

Gadis bernama Lutfiana Ulfa itu baru lulus SD tahun ini. Dia merupakan anak 
pasangan suami istri Suroso (35) dan Siti Hurairah (33), warga Desa 
Randugunting, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.

Selain memiliki ponpes, Syekh Puji memiliki usaha kuningan atau tepatnya 
kaligrafi dari kuningan di bawah naungan PT Sinar Lendoh Terang (PT Silenter). 
Produknya lebih banyak dieskpor ke luar negeri.

Lutfiana termasuk gadis yang beruntung. Beberapa minggu setelah dinikahi, 19 
Oktober 2008, gadis itu langsung dinobatkan sebagai General Manager PT Silenter.

"Istri pertama saya (Ummi Hani, 26 tahun) ingin mengurusi ponpes. Istri kedua 
saya yang akhirnya mengurusi perusahaan," kata Syekh Puji dalam sebuah 
kesempatan.

PT Silenter didirikan pada tahun 1991. Dalam waktu cepat, perusahaan itu 
berkembang dan kini omzetnya ditaksir sekitar 100-an miliar rupiah. Menjelang 
Lebaran tahun ini, Syekh Puji membagikan zakat malnya senilai Rp 1,3 M.
(try/djo) -->
  


    
---------------------------------
  Dapatkan nama yang Anda sukai! 
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.   

                           



       

Kirim email ke