Si Murtad in meninggalkan ISLAM beralih ke Kristen bukan karena ajaran atau 
memperbandingkan ajaran, tetapi karena SUPERMI.........ha.......ha.... marilah 
kita buktikan.
 
Dia mengatakan bahwa ajaran ISLAM mengharamkan BABI dan mengatakan 
BODOH.......ha....ha.......... dia berkata begitu pasti dia tidak belajar 
ALKITAB. Kalau dia belajar ALKITAB terutama Kisah 15:19-21, dia pasti akan 
mengatakan bahwa PAULUS adalah orang BODOH juga, sehingga si MURTAD akan MURTAD 
lagi dari KRISTEN......
 
Marilah saya Tunjukkan :
 
15:19 Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan 
bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah,
 
15:20 tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan 
diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari 
daging binatang yang mati dicekik dan dari darah.
 
15:21 Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan 
sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat."
 
Dari ayat diatas JELAS, bahwa PAULUS masih mengharamkan apa yang diharamkan 
OLEH PERJANJIAN LAMA.
 
Hayo.........siapa yang AHLI ALKITAB disini ???? berani berdiskusi ???? yang 
jelas GABY pasti tidak berani.......ha...........ha...........
 
Salam,

--- On Sat, 10/25/08, uztad murtad <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: uztad murtad <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [zamanku] Kasus Lemak Babi di Indonesia
To: zamanku@yahoogroups.com
Date: Saturday, October 25, 2008, 4:39 AM










Ajaran islam memang aneh dan bodoh ... babi diharamkan tapi LALAT di halalkan
ada hadist yg mengatakan itu....
Bukankah lalat lebih kotor dibanding babi ??  ... apalagi lalat hijau

murtad nich !!!


--- On Sun, 26/10/08, Sunny <[EMAIL PROTECTED] se> wrote:

From: Sunny <[EMAIL PROTECTED] se>
Subject: [zamanku] Kasus Lemak Babi di Indonesia
To: Undisclosed- Recipient@ yahoo.com
Date: Sunday, 26 October, 2008, 5:10 AM






http://www.hidayatu llah.com/ index.php? option=com_ 
content&view=article&id=7764:kasus- lemak-babi- 
di-indonesia-&catid=1:nasional&Itemid=54
 





 
Kasus Lemak Babi di Indonesia 
 
 
 
 



Thursday, 23 October 2008 05:39 



Kasus lemak babi bukan barang baru di Indonesia. Sebelumnya, di era 80-an, umat 
Islam pernah digegerkan hasil temuan Dr. Tri Soesanto, Unibraw, tentang 
kandungan gelatin pada beberapa produk makanan 
 
Hidayatullah. com—Adalah Tri Soesanto, seorang dosen teknologi pangan di 
Universitas Brawijaya Malang. Kala itu, sekitar tahun 80-an, bersama sejumlah 
mahasiswanya, ia menyentak kesadaran umat Islam Indonesia setelah penelitiannya 
menunjukka, banyaknya makanan yang memakai bahan dari babi.
Inisiatif Tri Soesanto, melakukan penelitian bermula ketika  ia melihat seorang 
rekannya yang muslim memakan bacon, daging babi asap. Tri lalu berkesim pulan, 
tentu sedikit yang tahu bahwa banyak makanan memakai bahan dari babi atau 
barang yang diharamkan dalam Islam. Bersama beberapa mahasiswanya, Tri lantas 
menindaklanjuti dengan cara meneliti produk-produk yang dijual di sejum lah 
pasar swalayan dan toko kelontong. Mereka mencatat nama produk yang memakai 
gelatin, shortening, lard , dan alkohol.
Gelatin adalah protein yang diturunkan dari kulit, jaringan urat, dan tulang 
binatang. Kebanyakan gelatin berasal dari babi karena tulang binatang  ini 
lunak. Shortening ini semacam margarin yang berasal dari lemak hewan, bisa juga 
berasal dari minyak tumbuhan yang ditambahkan ke lemak babi. Sedangkan lard 
adalah minyak babi. 
Hasilnya cukup mencengangkan. Sebab Tri menemukan 34 jenis makanan dan minuman 
yang mengandung barang haram itu. Hasil penelitian itu menghebohkan masyarakay 
Muslim di Indonesia.  
Gara-gara hasil penelitian ini, banyak pengusaha panik. Produsen biskuit Siong 
Hoe, PT Tri Fabig,  misalnya, harus "mengiklankan" diri bila barangnya tidak 
haram. PT Food Specialties Indonesia (FSI), terpakda harus mengeluarkan dana 
iklan Rp 340 juta.  
Bahkan, Sekjen Departemen Agama (ketika itu) Tarmizi Taher,  bersama tim MUI, 
secara demonstratif minum susu di pabrik Dancow di Pasuruan untuk meredam 
masyarakat.
Kasus Ajinomoto
Heboh soal makanan haram juga pernah terjadi di Bandung pada 1984. Ketika itu, 
sejumlah mahasiswa Fakultas Peternakan meneliti dagangan tukang bakso keliling 
atau yang mangkal di pinggir jalan. Sekitar 30 persen bakso yang dijual 
terbukti mengandung daging babi.
Juga  kasus Ajinomoto, tahun 2001.    Masyarakat dibuat heboh, akibat fatwa 
Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang mengharamkan Ajinomoto. Sebab, berdasarkan 
penelitian MUI, bahan baku Ajinomoto “ditengarai” dicampur dengan lemak babi.  
Masyarakat Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam, langsung 
tersentak.  
Aparat keamanan bertindak sigap. Untuk meredam gejolak massa, Jumat malam 
kepolisian Jawa Timur menahan empat pimpinan PT Ajinomoto, dan menjadikannya 
sebagai tersangka. Tuduhannya melanggar UU Konsumen.
Ke-empat pimpinan PT Ajinomoto tersebut masing-masing Ir Haryono (Manajer 
Quality Control), Yosiko Ogama (Direktur Teknik), Sartono (Manajer Produksi) 
dan Hari Suseno (Manajer Pabrik). Hingga Sabtu siang, mereka masih diperiksa 
tim Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polda Jawa Timur.
Sebelum ini, sebenarnya Ajinomoto sudah mengantungi sertifikat 'halal' dari 
MUI. Namun itu hanya berlaku dua tahun, dan berakhir sejak Juni 2000. Setelah 
tanggal itu, pihak Ajinomoto tak melakukan pemeriksaan lagi ke MUI. Mereka 
malah mengubah bahan bakunya, yang ditengarai MUI mengandung ekstrak lemak babi.
Tapi benarkah megandung lemak babi? PT Ajinomoto Indonesia membantah bahwa 
produk akhir MSG Ajinomoto mengandung unsur "porcine". Bantahan PT Ajinomoto 
itu dikemukakan dalam siaran pers yang ditandatangani Department Manager PT 
Ajinomoto Indonesia, Tjokorda Bagus Sudarta, Kamis.
Sebelumnya Tjokorda melalui media masa mengakui menggunakan bactosoytone yang 
diekstrasi dari daging babi untuk menggantikan polypeptone yang biasa 
diekstrasi dari daging sapi.
Diungkapkan juga olehnya, alasan menggunakan bactosoytone itu karena lebih 
ekonomis, namun penggunaan ekstrasi daging babi itu hanyalah sebagai medium dan 
sebenarnya tidak berhubungan dengan produk akhir.
Dalam siaran persnya, Tjokorda mengatakan, untuk menghilangkan keresahan dan 
menjaga ketenangan masyarakat dalam mengkonsumsi produk Ajinomoto, maka 
pihaknya akan menarik secara serentak di seluruh Indonesia produk MSG Ajinomoto 
yang telah beredar dalam kurun waktu dua hingga tiga minggu terhitung mulai 3 
Januari 2001. Jumlahnya sekitar 10 ribu ton.
Tjokorda mengatakan, setelah proses penarikan selesai dilaksanakan maka 
pemasaran produk baru MSG Ajinomoto akan menggunakan unsur "mameno" dalam 
proses produksi setelah mendapat sertifikat halal dari LP POM MUI.
Dalam siaran pers itu juga disebutkan, PT Ajinomoto Indonesia menyampaikan 
permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia.
Ia mengatakan, seluruh produk Ajinomoto harus ditarik dari peredaran dan stok 
baru hanya boleh dipasarkan setelah mendapat sertifikat halal yang baru dari 
MUI.
Akibat kasus ini, PT Ajinomoto terpaksa harus memberi ganti-rugi pedagang  
dengan total nilai sebesar Rp 55 milyar. [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.


Get your preferred Email name! 
Now you can @ymail.com and @rocketmail. com.
 














      

Kirim email ke