kebiadaban adalah ketika hukum tidak lagi bsia memberikan keadilan.
Hukuman mati masih harus dilakukan terutama terhadap teroris.

dari kasus ini amrozy cs dan para pendukungnyalah yang biadab, bagaimana tidak 
jelas jelas mereka bersalah, masih juga dianggap sebagai pahlawan, keadilan 
macam apa yang seperti itu?????




________________________________
Dari: utusan.allah <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: zamanku@yahoogroups.com
Terkirim: Sabtu, 25 Oktober, 2008 18:18:59
Topik: [zamanku] Re: Rencana Eksekusi Amrozi Cs Kabur



Hukuman mati harus dihapuskan, termasuk hukuman mati terhadap pembom
Bali itu.

Hukuman mati adalah hukuman biadab.

Dan kebiadaban tidak layak dibalas dengan kebiadaban.

--- In [EMAIL PROTECTED] .com, "ttbnice" <serikat_indonesia@ ...> wrote:
>
> Meski Amrozy CS biadab, bukan berarti orang boleh berbuat jahat kepada
> mereka. ARtinya sama jahatnya. 
> 
> Penundaan hukuman mati yg berlangsung terus menerus seperti ini jauh
> lebih menyiksa daripada langsung dihukum mati. 
> 
> 
> 
> 
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED] .com, "Sunny" <ambon@> wrote:
> >
> > Harian komentar
> > 24 Oktober 2008
> > 
> > Rencana Eksekusi Amrozi Cs Kabur 
> > 
> > 
> > Jakarta, KOMENTAR
> > Konon, Kejagung akan meng-umumkan soal eksekusi mati Amrozi cs pada
> 24 Oktober ini. Namun kini, rencana itu seakan kabur karena Keja-gung
> menyangkalnya. Kapus-penkum Kejagung Jasman Pandjaitan mengatakan,
> kete-rangan yang akan disampai-kan hari ini bukanlah peng-umuman
> eksekusi. "Jadi besok bukan kepastiannya karena tidak ada ketentuan
> yang mewajibkan Kejaksaan mengumumkan kapan pelak-sanaan eksekusi,"
> ujarnya. Hal itu disampaikan Jasman di kantornya, Jalan Sultan
> Hasanuddin, Jakarta Selatan, Kamis (23/10).
> > 
> > Jasman menegaskan, sebe-narnya tidak ada kendala dalam pelaksanaan
> eksekusi itu. "Tidak ada kendala dan intervensi kepada Kejagung,"
> tandasnya. Kabarnya Lapas Batu, Nusakambangan sudah tertutup, pak?
> "Tertutup apa, kalau tertutup awan iya, ka-rena di sana kan lagi musim
> hujan. Kalau pengamanan, itu tanggung jawab lapas," ka-tanya.
> > 
> > Ditambahkan, para terpida-na akan diberitahu waktu ek-sekusi tiga
> hari sebelum pe-laksanaan eksekusi itu dilak-sanakan. "Kita akan
> memberi tahu pada para terpidana tiga hari sebelum dieksekusi.
> Se-karang belum ada pemberi-tahuan, " kata Jasman. 
> > 
> > Hal itu, imbuh dia, sesuai dengan UU Nomor 2/Pnps/1964 tentang Tata
> Cara Pelaksanaan Hukum Mati. Bila sudah dieksekusi, Kejaksaan akan
> menyerahkan mayat terpidana mati itu untuk dikuburkan pihak keluarga..
> "Sesuai dengan Pasal 15 UU Nomor 2/Pnps/1964, Kejaksaan tetap
> bertanggung jawab setelah eksekusi. Yakni akan menyerahkan
> pengubu-rannya kepada keluarga," ujar dia. Menurut Jasman, penasi-hat
> hukum dapat mendam-pingi para terpidana yang akan dieksekusi. Namun UU
> tidak menjelaskan apakah pen-dampingan tersebut dilakukan pada saat
> isolasi atau pada saat eksekusi. "Penasihat dapat menghadiri. Namun
> pertama, harus ada permohonan dulu kepada Kejaksaan. Nanti akan
> dikaji," imbuh Jasman. Me-nanggapi rencana Tim Penga-cara Muslim (TPM)
> yang akan menuntut Jaksa Agung ke Mahkamah Internasional bila eksekusi
> tetap dilakukan, Jasman mempersilakan. Na-mun dia mempertanyakan atas
> dasar apa tuntutan itu dila-kukan.( dtc/zal)
> >
>

 


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke