"Kunci kebahagiaan itu ada dalam pikiran," Kata Arvan Pradiansyah
-----------------------------------------------------------------

Di buku terbarunya, Arvan Pradiansyah membicarakan prinsip meraih kebahagiaan.


JAKARTA - "Buku tentang cara meraih kesuksesan sudah banyak, tapi buku tentang 
mencapai kebahagiaan masih sedikit; padahal banyak orang yang sukses ternyata 
tidak bahagia," demikian kata Arvan Pradiansyah di awal talkshow The 7 Laws of 
Happiness yang diadakan di MP Book Point, Jumat, 24 Oktober 2008. Talkshow 
dipandu oleh Mutia Shahab dan acara tersebut akan ditayangkan Jak TV. 

The 7 Laws of Happiness (Kaifa, 2008) sudah berada di rak-rak toko buku sejak 
awal Oktober. 
Pada 27 September 2008 lalu, buku tersebut pertama kali didiskusikan lewat 
teleconference di Islamic Center, Kompleks Graha Hijau 2 dan Masjid Villa 
Cendana. Sejak terbit, sejumlah orang telah mengomentari buku keempat Arvan 
tersebut, di antaranya ialah Hernowo, penulis Mengikat Makna yang terkemuka 
sebagai ahli kepenulisan dan editor senior. Hernowo menyatakan: "Buku terbaru 
Arvan ini memiliki ragam-bahasa-tulis yang indah-menenteramkan. Kita akan 
setuju dengan apa yang dikatakannya: Jadi, kunci kemenangan sebenarnya ada di 
dalam pikiran kita dan sangat bergantung pada pikiran yang kita pilih. 
Sebaliknya, jika memilih pikiran positif, kita akan senantiasa diliputi rasa 
bahagia." 

Di Facebook, situs jaringan sosial, Sari Meutia menulis: Saya baru mulai 
membaca buku The 7 Laws of Happiness, dan saya mulai dari bab Gratefulness dan 
Patience karena saya rasa bersyukur dan sabar ini sesuatu yang mudah kita 
ucapkan, tapi sulit sekali dilaksanakan. Terima kasih atas pencerahan yang saya 
dapatkan dari buku bapak. Saya sangat merekomendasikan buku ini untuk dibaca 
karena urutan penulisannya, pemuatan kutipan yang sangat mencerahkan, dan 
fontnya yang menyenangkan untuk dibaca, bahkan untuk orang-orang berusia 
lanjut. Sementara itu Mirza Dewi Yanti berkomentar: Saya sudah baca buku The 7 
Laws of Happiness. Saya beruntung membacanya karena isi di buku ini adalah 
rangkuman dari kepingan-kepingan temuan saya dari beberapa pendapat orang-orang 
yang saya hormati. 
 
Arvan Pradiansyah dikenal sebagai fasilitator pengembangan SDM, pembicara 
publik, host talk show, dan kolumnis. Dia menggunakan latar belakang 
keahliannya di bidang SDM untuk menghasilkan kolom dan buku-buku inspirasional, 
dengan rentang subjek mulai dari kepemimpinan, manajeman, profesionalisme, 
sampai manajemen kehidupan. Tiga buku pertamanya terserap pasar dengan baik dan 
semua sudah cetak ulang, bahkan Cherish Every Moment (2007) kini bisa diakses 
melalui Amazon.com. Di kalangan pendengarnya, Arvan kerap dijuluki sebagai 
"Your personal inspirator."

Di talkshow tersebut Arvan menyatakan bahwa dia berniat menebarkan tujuh 
vitamin kehidupan yang bahagia ke dalam pikiran pembaca. "Kunci kebahagiaan ada 
dalam pikiran. Pikiran orang yang bahagia akan menghasilkan kebaikan." Dia 
menyarankan agar orang lebih banyak mengonsumsi "makanan positif" masuk dalam 
pikiran, karena studi membuktikan kebanyakan orang justru sakit psikis (jiwa) 
karena pikirannya terganggu. Orang yang berpikir positif cenderung mampu 
melakukan hal-hal yang terbaik dalam kehidupannya.

Pendapat ini sejalan dengan studi psikologi positif yang dikembangkan Martin 
E.P. Seligman, terutama dalam buku Authentic Happiness (2002). Pada akhir tahun 
itu pula Arvan menyatakan bahwa ide tentang The 7 Laws of Happiness sudah 
muncul. Dia mengembangkan konsep itu pada 2004; namun kesibukan yang begitu 
padat, termasuk kehilangan data naskah di hard disk, membuat buku ini baru 
selesai pada pertengahan 2008.

"Fondasi kebahagiaan itu sabar," tegas dia, sambil mengoreksi bahwa sabar di 
sini bukan mengelus dada, melainkan terus mencari jalan lain agar berhasil 
menyatukan pikiran, badan, dan jiwa dalam satu tindakan. Setelah sabar, ada 
enam lagi hukum kebahagiaan, yang puncaknya ialah surrender, yakni berserah 
diri (pasrah) kepada Tuhan.

Begitu talkshow selesai, Arvan dikerubungi para pendengar yang ingin lebih 
lanjut membicarakan pemikirannya. Sebagian pengunjung membeli The 7 Laws of 
Happiness dan meminta tanda tangannya. "Buku ini untuk kado saudara saya yang 
akan menikah," kata seorang perempuan yang sekaligus membeli dua kopi buku 
tersebut.[]


Oleh Anwar Holid

Copyright © 2008 BUKU INCARAN

Situs terkait:
http://www.ilm.co.id
http://www.mizan.com
http://halamanganjil.blogspot.com 



      

Kirim email ke