Untuk Mengeksekusi Amrozy Perlu Uang Kopi !!!
                                    
Soal eksekusi Amrozy itu di-ulur2 bukanlah urusan masyarakat RI
melainkan menjadi urusan yang sedang dimanfaatkan jadi kartu truf oleh
pemerintah RI dibelakang layar dalam memeras beberapa negara diluar
negeri yang sedang menunggu dilaksanakannya eksekusi ini.

Kepada negara2 ybs dijelaskan bahwa eksekusi Amrozy belum bisa
dilakukan karena pemerintah RI belum siap mengantisipasi ancaman
keamanan apabila eksekusi dilakukan.

Semuanya itu terkait dana pemerintah untuk pengamanan yang tidak
memadai sehingga diharapkan negara2 lain ikut menanggung biaya
pengamanan eksekusi ini yang jumlahnya sekian puluh juta dollar. 
Transfer duit inilah yang sedang ditunggu pemerintah untuk
melaksanakan eksekusi ini.

Pemerintah RI ibaratnya hanya memenuhi harapan negara2 diluar negeri
apabila ada bayarannya.  Sama saja patung2 di Borobudur hilang
kepalanya, begitu dana rehabilitasi dibayar dari luar negeri, mendadak
patung2 itu ada kepalanya lagi.  Sayang enggak ada tentara asing yang
boleh masuk, padahal kalo ada tentara asing boleh masuk bisa langsung
kerumah pak lurah saja dan disanalah kepala2 patung itu disembunyikan
sementara dana rehabilitsinya belum tiba.

Patung2 Buddha itu dijadikan sandra, amoy2 dan toko2 cina juga
dijadikan sanderea, gereja2 juga dijadikan sandra dan sekarang Umat
Islam Ahmadiah juga sudah mulai dijadikan sandra.

Dan yang mengejutkan adalah ternyata rakyat Indonesia juga dijadikan
sandra oleh pemerintahnya sendiri seperti kasus Lapindo maupun kasus
Tsunami Aceh dimana bantuan luar negeri dilarang masuk apabila mereka
tidak memenuhi ini dan itu kepada pemerintah RI yang notabene dikorup
oleh para pejabat2nya.

Jangan dilupakan bahwa Papua juga sekarang jadi alat pemerasan oleh
pemerintah RI.  Cara2nya memang bisa sangat komplex sulit dimengerti,
tapi kalo anda yang pernah jadi pejabat tinggi tentunya bisa mudah
mengerti bagaimana cara2nya menyandra.  Kalo terroris diluar negeri
harus nekad ngadu nyawa hanya untuk bisa mendapatkan sandra,
sebaliknya pemerintah RI cukup menyandra dirinya sendiri untuk meminta
tebusannya dari luar negeri.

Contohlah kasus poso dan ambon tak mungkin bisa berhenti apabila
embargo pembelian senjata tidak dicabut sebagian.  Begitu bantuan dana
datang dari Amerika, maka kasus ambon langsung selesai dan panglimah
laskar jihad tanpa dipaksa langsung membubarkan diri, padahalkan
seharusnya dia ditangkap, diadili, dan dihukum.  Panglima laskar jihad
hilang, dibuat panglima baru dari FPI yang namanya habib rusak. 
Adakah cara mendapatkan dollar yang lebih baik dari permainan sandra
ini ???  Dana yang diberikan biasanya juga dibawah tangan.

Ny. Muslim binti Muskitawati.






Kirim email ke