Kalo Tak Ada Kemiskinan Tak Perlu Berzakat !!!
                                             
System ekonomi yang baik tidak mengenal orang miskin, system ekonomi
yang baik tidak membutuhkan satu warga menyumbang untuk warga yang
lainnya.

Karena system yang baik akan mampu membuka lapangan pekerjaan untuk
warganya, untuk umatnya, dan pekerjaannya itu harus bisa menjamin
kehidupan se-hari2 maupun kehidupan masa tua waktu tidak bekerja atau
waktu jatuh sakit maupun cacat seumur hidup.

Dengan system yang baik, kita tidak perlu memaksakan satu warga untuk
bersadaqoh/berzakat/berinfaq untuk membantu orang2 miskin.

> Pesantren Syariah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Zakat, infaq, dan sadaqoh dalam Syariah
> Islam adalah bukti kesempurnaan system
> ekonomi Syariah yang tidak pernah dikenal
> dalam ekonomi riba/ kapitalisme maupun
> komunisme. Dunia Barat dan Timur sekarang
> berbalik menengok Ekonomi Syariah dalam
> mengatasi krisis ekonomi yang tak habis2
> nya.  Tentu saja, pengetrapan ekonomi
> Syariah tidak bisa diambil sepotong2, karena
> dalam pelaksanaannya: Ekonomi Syariah harus
> berbasis keimanan kepada Allah SAW oleh
> setiap umatnya, kekafiran dilarang karena
> orang2 kafir selalu merusak perekonomian.

Tujuan zakat/infaq/sadaqoh dalam Islam sangatlah menonjol karena
kegiatan ini mewajibkan kepada umat Islam dalam menghimpun dana yang
bertujuan untuk menolong umat yang miskin.

Kesimpulannya kalo tak ada orang miskin tentunya tidak perlu berzakat?
 Jawabnya sangatlah sederhana, orang miskin selalu ada dalam Syariah
Islam.

Kalo Ekonomi Syariah Paling sempurna tentunya tidak ada orang miskin
dan tidak perlu berzakat, berinfaq, dan bersadaqoh. 
Zakat/Infaq/Sadaqoh adalah system yang paling korup dalam beragama
Islam karena tidak ada petunjuk siapa yang berhak menarik atau
mengumpulkan zakat untuk di-bagi2kan kepada orang yang berhak.  Apakah
ketua RT/RW berhak menarik zakat/infak/sadaqoh?  Apakah Lurah berhak
menarik zakat/infak/sadaqoh?  Apakah kepala polisi berhak menarik
zakat/infak/sadaqoh?  Apakah Imam mesjid berhak menarik
zakat/infak/sadaqoh?  Apakah pemuda2 pengangguran berhak menarik
zakat/infak/sadaqoh di-pengkolan2 jalan ???  Ternyata semua ini tidak
ada jawabannya baik di Quran maupun didalam Hadist.  Bahkan akibat
brainwash keimanan yang meracuni otak kemampuan umat untuk
berkreativitas membuka lapangan kerja yang baru juga impotent. 
Kenaikan jumlah populasi umat tidak disertai kenaikan jumlah lapangan
kerja yang bisa.

Syariah Islam hanya membicarakan cara2 penarikan zakat/sadaqoh/infaq
dalam membantu umat yang miskin dan sama sekali tidak membicarakan
cara2 membuka lapangan kerja agar tidak ada lagi umat yang miskin.

Syariah Islam hanya membicarakan cara2 penarikan zakat/sadaqoh/infaq
dalam membantu umat yang miskin dan sama sekali tidak membicarakan
cara2 pengaturan, pencatatan, dan klassifikasi umat yang miskin yang
berhak mendapatkan bantuan.  Misalnya, siapakah yang berhak menerima
zakat ini, apakah kepala keluarga, apakah cuma isteri2 saja, apakah
anak2 berhak menerima zakat sendiri2 dan ayah ibunya juga menerima
zakat terpisah ???  Lalu bagaimana isteri kesatu, isteri kedua dan
isteri ketiga berhak menerima zakat yang sama ???  Kesemuanya itu
tidak ada aturannya, semuanya tidak ada jawabannya, dalam prakteknya
zakat/sadaqoh/infaq merupakan kegiatan pengumpulan dana YANG PALING
KORUP YANG PERNAH ADA DIDUNIA INI.

Bahkan, ada seorang ibu mencatatkan namanya di empat tempat untuk
menerima zakat empat kali ditempat yang ber-beda2.  Juga ada yang cuma
mendapat satu kali saja, tapi ada anggauta panitia zakat itu sendiri
yang memanipulasi list nama2nya sehingga seluruh keluarganya,
bujang2nya, dan teman2 dekatnya kebagian zakat sehingga bukan lagi
miskin tapi menjadi kaya raya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.





Kirim email ke