Perlombaan Senjata
 
Sampai permulaan tahun 1980-an, negara-negara di dunia ini mengeluarkan 500 
bilyun dolar setiap tahun untuk membangun kekuatan militer. Pada masa sepuluh 
tahun sebelumnya, terjadi sekitar 50 peperangan dan konflik senjata, hampir di 
seluruh negara Dunia Ketiga yang mengalami tekanan kemiskinan, penyakit, dan 
kepadatan penduduk. Sebagian besar perang ini mempergunakan senjata yang 
diekspor oleh Amerika Serikat dan Uni Soviet. Tetapi ancaman terbesar bagi umat 
manusia adalah perang nuklir. Daya ledak nuklir terus-menerus ditingkatkan 
sejak pertama kali bom atom dijatuhkan di Hiroshima. Misalnya, pada awal tahun 
1980-an Amerika Serikat telah memiliki 1052 rudal ICBM (Intercontinental 
Ballistic Missiles). Ujung peledak senjata nuklir dalam setiap rudal Titan II 
mempunyai daya ledakan sembilan juta ton TNT-- sama dengan kekuatan 700 bom 
yang dijatuhkan di Hiroshima. Dan ujung peledak tunggal ini secara bertahap 
mulai diganti dengan tiga ujung peledak.
 
Amerika Serikat atau Uni Soviet hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk 
meluncurkan sebuah rudal ICBM untuk mencapai negara lain. Para ahli 
memperkirakan bahwa 10 menit di antaranya diperlukan untuk menyampaikan pesan 
penyerangan kepada seluruh struktur komando negara sasaran, termasuk membawa 
pesan kepada pimpinan negara. Muncul ketidakpastian apakah adanya landasan 
peluncuran rudal ICBM di setiap negara akan dapat mempertahankan negara itu 
dari serangan nuklir negara lain. Oleh karena itu, Presiden Amerika atau 
Pemimpin Soviet akan memiliki waktu sekitar 20 menit untuk memutuskan apakah 
dia akan menekan tombol nuklirnya, apakah dia sudah siap menerima resiko 
kematian cepat sebagian besar penduduk musuh, dan juga penghancuran negaranya 
sendiri.
 
Saat ini setiap negara memiliki kekuatan serangan yang sangat besar untuk 
membunuh pendduk negara lain, meratakan seluruh kota utamanya, dan 
menghanguskan semua kekuatan militernya. Bahkan kemungkinan terjadinya perang 
semakin bertambah karena adanya kesalah-hitungan. Para ahli setrategi mengakui 
bahwa pengadaan senjatan nuklir untuk tujuan militer sudah terlalu banyak, 
melebihi apa yang mereka perkirakan. Tetapi mereka berpendapat bahwa jumlah 
senjata nuklir yang sangat besar ini diperlukan sebagai "alat perundingan" 
sehingga mereka dapat melakukan perundingan pengurangan senjata "dari posisi 
yang kuat". Setiap negara melihat keunggulan pihak lawan sebagai ancaman dan 
akan segera mengambil langkah untuk menyamakan atau mengatasi keunggulan 
tersebut.
 
Bagaimana sebenarnya kita mencapai keadaan di mana peradaban dapat dihancurkan 
dalam beberapa menit? Apa yang menyebabkan dua negara adikuasa membiarkan 
dirinya jatuh ke dalam situasi perang yang akan menghancurkan dirinya sendiri? 
Banyak pengamat yakin bahwa jawaban pertanyaan itu terletak pada sifat hubungan 
kedua negara--pada struktur interdependensi mereka dan pada pengertian negara 
yang satu terhadap perilaku negara lain. Mereka berpendapat bahwa Amerika 
Serikat dan Uni Soviet berperilaku satu terhadap yang lain seperti apa yang 
dilakukan dua orang awam jika mereka saling tergantung dan memiliki kemungkinan 
untuk saling mengancam satu sama lain.
 
Psikologi Sosial 1
Sears, Freedman, & Peplau
hal 6-7
 
salam baca,
bhirawa_m
 


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke