Orang Tua Ulfa Harus Ditangkap Karena Menjual Anaknya
                             
Latar belakang dilarangnya menikahkan anak dibawah umur adalah bahwa
anak2 itu adalah milik dirinya sendiri dan orang tuanya hanyalah
tempat penitipan sementara selama anak tsb belum mencapai umur dewasa.

Pada umur dewasa, seorang anak sudah dianggap bisa bertanggung jawab
atas dirinya sendiri, bertanggung jawab atas keputusan yang
diambilnya, sehingga umur inilah yang merupakan batas diizinkan
menikahkan anaknya.

Keputusan memilih pasangan menikah merupakan hak azasi anaknya yang
tidak boleh dipengaruhi oleh ketakutan terhadap kekuasaan orang
tuanya, karena selama masih dibawah umur, seorang anak takut terhadap
orang tuanya dan menganggap kalo sampai ditolak tidak diakui anak oleh
orang tuanya tentu bingung mau tinggal dan makan dirumah siapa ???

Demikianlah, secara psikologis anak dibawah umur hanya bisa menurut
saja apa yang diingini orang tuanya.  Akibat dari posisi si Anak
inilah seringkali si orang tua mengambil keuntungan mencuri manfaat
bagi kepentingannya tanpa memikirkan kepentingan anaknya secara
psikologis.  Atas dasar inilah, pembatasan umur pernikahan ditetapkan
untuk mencegah orang tuanya menyalah gunakan posisi si anak yang masih
tergantung kepadanya.

Ternyata, ayah Ulfa dijanjikan posisi pekerjaan yang baik
diperusahaannya Syeikh Puji sementara Ulfa sendiri diangkatnya jadi
General Manager perusahaannya.  Padahal ada UU-nya bahwa anak dibawah
umur tidak boleh dipekerjakan, apalagi lulus SMP-pun belum, bagaimana
mungkin jadi General Manager selain tujuannya cuma untuk membujuk agar
mau dikawini oleh bandot tua ini.

Ayah Ulfa adalah orang yang nomor satu seharusnya ditangkap dengan
tuduhan menjual anaknya kepada juragannya demi uang dan pekerjaan yang
diterimanya.  Orang kedua yang harus dihukum adalah Syeikh bandot ini.

Celakanya KUA malah berniat mengabulkan pernikahan ini dengan syarat
bahwa orang tua Ulfa mengajukan dispensasi.

Jelas kalo di-puter2 ke Syariah Islam perbuatan ini dihalalkan
meskipun melanggar UU negara.

Inilah ujian bagi pemerintah, apakah berani menegakkan hukum negara
atau hanya menyerah aparatnya melanggar hukum atau menggantikan hukum
yang bertentangan dengan hukum yang berlaku.

Lain kondisinya dengan di Amerika, sejak SD hingga SMA, anak2 sudah
dijelaskan dan dididik apabila ada hal2 yang seperti ini agar cepat
melaporkan kepada polisi dan si anak akan dilindungi oleh pemerintah
dan ditanggung hidupnya hingga lulus sekolah dan mendapatkan pekerjaan
yang diingininya dan orang tuanya dilarang untuk menemui anaknya itu.

Ny. Muslim binti Muskitawati.


Kirim email ke