Jangan kaget ...kalo ke singapore berpakaian dgn atribut2 Ulama seperti itu ... 
akan merasakan kesulitan 
Bahkan seseorang yang namanya berbau asia timur/islam ... akan merasa seperti 
di-diskriminasikan ... dicurigai, dipersulit
Saya sudah merasakan ... dan menyesal punya nama yang islamiyah, 
rasa2 nya lebih terhormat seekor anjing (jenis Golden Retriver) dibanding 
manusia yg menyandang nama berbau islamiyah

murtad nich !!!

--- On Wed, 29/10/08, Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Sunny <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [zamanku] Syeh Puji Boyong Istri ke Singapura
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Wednesday, 29 October, 2008, 6:13 PM










    
            



http://www.poskota. co.id/news_ baca.asp? id=46579&ik=5


Syeh 
Puji Boyong Istri ke Singapura 

Senin 27 Oktober 2008, 
Jam: 19:17:00 

SEMARANG ( Pos Kota ) – Setelah maraknya pemberitaan dan 
kecaman tentang pernikahannya dengan bocah 12 tahun, Syeh Puji bersama keluarga 
termasuk kedua istrinya hengkang dari rumahnya. 

Ulama kontroversial ini 
dikabarkan pergi berlibur ke Singapura sejak Minggu kemarin . 

Sebelum ke 
Singapura, kepada wartawan, Syeh Puji pernah mengatakan ingin berlibur tanpa 
memberi batas waktu. "Ya, dari pada pusing-pusing mikirin yang tidak perlu,” 
katanya sebelum meninggalkan rumah sekaligus pondoknya, beberapa hari lalu. 


Ketika didesak seputar kepergiannya, lelaki berjenggot itu mengatakan, 
hanya ingin liburan bersama keluarga sekalian mengecek penjualan kerajinan 
kuningannya di Singapura. 

Syeh Puji menepis anggapan sejumlah kalangan 
bahwa kepergiannya ke Singapura karena takut diperiksa polisi atau menghadapi 
sejumlah gugatan terkait pernikahan dengan isteri keduanya Ulfa yang masih 
dibawah umur. 

"Siapa takut,” tepisnya. "Sekali lagi saya tidak pernah 
merasa takut menghadapi siapa pun terkait pernikahan kedua saya ini,” 
tambahnya. 


Sementara itu, menurut sejumlah sumber, Syeh Puji sengaja berlibur ke 
Singapura karena pusing memikirkan reaksi sejumlah kalangan atas pernikahannya 
dengan Ulfa, 12. 

Selain itu, Syeh Puji juga tidak mau bertemu dengan 
Ketua Komnas Perlindungan Anak Kak Seto Mulyadi. Padahal Kak Seto sudah berada 
di Semarang, namun gagal bertemu Syeh Puji. 

ORANGTUA IKHLAS 
Lutfiana 
Ulfa,12, gadis kecil putri pasangan Suroso - Ny Siti Huriyah, warga Desa 
Randugunting, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, ini mendadak popular. 

Bocah lulusan SD ini kontan menjadi bahan pergunjingan lantaran bersedia 
menjadi isteri kedua Syeh Puji. 

Menurut Suroso, sang ayah, putrinya 
bersedia dinikah karena akan dipercaya memimpin perusahaan kerajinan kuningan 
PT 
Sinar Lendoh Terang (Silenter) milik Syeh Puji. Ulfa juga bisa sekolah lagi 
meski dengan cara mengundang guru ke rumah. 

’’Saya masih kuat bekerja 
dan bisa menghidupi anak istri. Tetapi melihat niat dan tujuan Syeh Puji yang 
baik, saya, istri, dan anak saya setuju dan ikhlas dengan pernikahan ini. Anak 
saya juga ingin membahagiakan orangtuanya,’’ terang Suroso, kepada wartawan. 


Bahkan Suroso,33, dan istrinya Siti Huriah,30, mengaku sudah tahu jika 
Syeh Puji banyak uang. Namun bukan itu satu-satunya tujuan. ’’Tujuan anak saya 
itu bahagia dunia dan akherat. Kalau ada orang kaya yang menikahi anak saya 
tapi 
tujuannya tidak jelas, tentu kami tidak bersedia,’’ sambungnya. 

Suroso 
menjelaskan, meski sudah menikah, Ulfa direncanakan baru akan memiliki anak di 
atas usia 17 tahun. 

(suatmadji/rf/ g) 


      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Get your new Email address!
Grab the Email name you&#39;ve always wanted before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke