YANG SANGAT jelas ialah bhw pendukung UU Pornografi adalah orang2 yg
meskipun hidup di abad ke-21 tapi masih berpikiran spt orang yg hidup di
abad ke-7. Di samping itu mereka adalah orang2 yg munafik.


    * Mereka menginginkan kita yg hidup dlm abad ini dikungkung dg
peraturan dlm dikotomi sopan-tidak sopan ukuran abad ke-7, lebih2 lagi
aturan main di gurun pasir Saudi. Di zaman itu tidak tidak ada orang yg
ngantor (terutama perempuan) atopun kerja di pabrik.
    * Mereka lupa bhw kita hidup di bumi persada, Indonesia dan tidak di
gurun pasir. Bangsa Indonsia mempunyai stamdar kesopanan yg jauh lebih
luhur dari yg hidup di gurun pasir.
    * Sbg contoh kaum perempuan Indonesia tidak pernah menjadi kambing
hitam kalo ada laki2 yg konak, tergiur, terbangkit nafsu birahinya
(tidak pada waktu dan tempat yg benar!). Justru si laki2 hypersexed
itulah yg dianggap tidak sopan, tidak tau diri, dsb.
    * Pendukung UU Porno jelas membenci kebudayaan bangsa Indonesia.
Begitu juga mereka membenci pakaian daerah, tari2n Indonesia yg
lemah-lembut, indah dipandang dan sama sekali tidak bisa dianggap porno
(kecuali orang yg otaknya hanya mikirin sex)
    * Pendukung UU Porno itu juga merupakan kelompok yg ingin memaksakan
minderwardigheid complex thdp orang lain.

    * Mereka ini pasti orang2 yg munafik krn meskipun mereka meng-gebu2
menerapkan UU Pornografi & aksi tapi mrk menyetujui perkawinan  dg bocah
kecil bahkan balita!
    * Mereka tidak berkeberatan kalo turis Islami datang ke Indonesia
untuk kawin kontrak (sehari, seminggu dsb = pelacuran yg diberkati
agama), kawin siri, poligami dan kemudahan talaq 3. Bagi mereka praktik2
mesum ini bukanlah pornoaksi krn dilakukan sesuai dg aturan agama
(albeit aturan yg meremehkan derajat perempuan dan menjurus ke
pedofilia!)
    * Ketika bangsa2 di dunia ingin meningkatkan tourism - para pendukung
ini ingin membuat Indonesia dan bangsa Indonesia sebg imitation, poor
imitation at that dari bangsa Arab! (Di negara2 Teluk Arabia - tarian,
termasuk tarian massal itu dilakukan oleh laki2 doang. Gerakan tariannya
bisa dikatagorikan tidak bermutu dan sama sekali tidak menarik!)
    * Sebaliknya di niteclubs dan di hotel2 mewah ada pertunjukan tari
PERUT yg ngumbar aurat. Munafik, kan?
    * Lebih gila lagi (spt yg sudah terjadi di banyak negara Islami dan
di Nangro Aceh) peraturan ttg 'kesopanan & busana Islami' itu bisa
di-enforced oleh siapa saja! Nomor satu ada Polisi Susila ('Muttawa' -
di Timur Tengah. I wonder who scrutinize them?) yg kerjanya ngurusin
pakeyan, make-up, penampilan orang laen.khususnya kaum perempuan. Nomor
dua, laki2 yg getol ngerusuhin perempuan demen ngegerayangin tubuh
perempuan yg dituduhnya tidak berbusana Islami!
    * Bayangin pegawai pabrik hrs pake jilbab, ibu tani hrs pake jilbab
sewaktu kerja di lumpur, Polwan pake jilbab, dsb. yg jelas tidak
praktis, lebih mahal dan menyiksa perempuan!
    * Belon lagi laki2 musti pake celana yg nggantung spy tidak masup
neraka, dsb.
    * Mangkanya Indonesia terus ambur-adul krn yg penting2 spt membuka
lapangan pekerjaan bagi rakyat, memastikan bhw selalu tersedia bahan
sembako, tidak ada korupsi, kikis habis kemiskinan rakyat, junjung
martaba kaum perempuan (50% dari human resource!), tingkatkan mutu
pendidikan, dsb. - koq malah bingung ngurusin UU Pornografi & pornoaksi
yg sudah diatur oleh hukum yg sudah ada.
    * DASaR KURANG KERJA dan guoblok pisan!
    *

    * Gabriela Rantau

--- In zamanku@yahoogroups.com, Lanang Anom <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> betul sekali bossss
> justru menurut saya mereka yang setuju dengan RUU porno, yang katanya
di tujukan untuk melindungi perempuan dan anak anak sama sekali tidak
menunjukkan perlindungannya dalam setiap tindak lakunya.
>
> sebagai contoh ketidak perdulian mereka pada anak anak adalah,
kelompok pendukung yang mayoritas adalah kalangan islam yang suka
memakai jilbab lebar dan celana semata kaki itu, ketika melakukan demo
pada kesempatan lain sangat sering membawa anak anak, bahkan batita.
saya heran dimana rasa keibuan mereka menjadikan anaknya sebagai tameng
dari halauan aparat, dimana mother insting mereka yang tega membiarkan
anaknya ikut pengap kepanasan ditengah terik matahari jakarta. jangankan
mereka yang masih balita, orang dewasa saja bisa pusing berjalan di
siang hari.
>
> nah apakah kelakuan seperti ini masih layak menyuarakan nilai nilai
perlindungan pada anak????? saya rasa hanya orang bodoh saja yang bisa
percaya.
>
> belum lagi perlindungan bagi perempuan, oke mereka memang dinikahi,
tapi ingat kita bangsa indonesia punya UU pernikahan yang mengatur
batasan seorang wanita bisa menikah, nah ini anak ingusan 12 tahun sudah
di perawanin bandot umur 43 tahun, weleh weleh ini toh namanya
perlindungan terhadap kaum perempuan.
>
> secara fisik wanita usia 12 tahun meski dia sudah menstruasi, tapi
tetap dia sedang berada dalam fase tumbuh kembang, organnya sedang
berkembang yang artinya saat usianya 12 tahun pertumbuhannya belumlah
maksimal. belum lagi praktek poligami yang dilakukan oleh para pendukung
RUU porno ini, saya yakin ngak ada kok perempuan yang benar benar merasa
mendapat keadilan kalau suaminya berpoligami, sebab ukuran dari keadilan
adalah kepuasan dan kepuasan pada setiap waktu selalulah berubah.
>
>
>
>
> ________________________________
> Dari: ttbnice [EMAIL PROTECTED]
> Kepada: zamanku@yahoogroups.com
> Terkirim: Kamis, 23 Oktober, 2008 13:14:57
> Topik: Bls: [zamanku] Re: Desak jangan ada Pengesahan RUU Pornografi -
Untuk yg menolak
>
>
> Kenapa ya selalu saja pendapat para pendukung RUU porno mengatakan
> pihak yg menolak RUU berarti suka porno? Ini kan suatu kesalahan
fatal.
>
> Lalu saya beranalisa ria.
>
> Apa type orang2 yg menolak RUU? Non muslim, budayawan, cendekiawan.
> Dimana kebanyakan dari mereka semua memiliki wawasan yang luas dan
> mampu melihat dengan jernih semua permasalahan. Dan mereka tau betul
> apa isi RUU yg mereka pertentangkan. Ibarat pemain catur yg mampu
> melihat 5 langkah ke depan, mereka tau apa akibatnya jika RUU ini
> digolkan.
>
> Lalu type orang2 pendukung RUU adalah Islam fundies, Islam hasil
> pembodohan (yg doyan ke mesjid dan selalu angguk2), Ustad, ulama, dll.
> (Bahkan dalam demonya, mereka tidak malu bawa anak2)
>
> Lalu saya cocokkan dengan hipotesa saya bahwa ada pembodohan dalam
> shalat2 jumat, membuktikan adanya stereotype pandangan para pendukung
> RUU ini yg berarti ada sumber yg sama yg lalu di estafetkan.
>
> Cirinya: Pertama mereka yg demo tidak tau apa isi RUU itu, kedua yang
> mereka tau hanyalah bersumber dari omngan yg diestafetkan, ketiga
> karena ketidak tahuan mereka dan ajaran kebencian yg diestafetkan,
> mereka hanya mempu melakukan kekerasan dalam menyampaikan pendapat.
>
> Habib Riziq dengan mudah mengatakan adanya bantuan dana thd AKKBB,
> membuktikan kelas seorang ulama saja dengan mudah melontarkan fitnah.
> Ini budaya Islam yang sudah sangat sesat sat sat...
>
> Tulisan di bawah semakin menguatkan hipotesa saya. Liat aja dia ga tau
> apa yg diomongin...
>
> --- In [EMAIL PROTECTED] .com, "setyawan_abe" <setyawan_abe@ ...>
wrote:
> >
> > Kepada yang menolak RUU pornografi:
> >
> >                       Tolong doong kasih kami teladan bagaimana
> > berpornografi yang baik dan benar
> >
> >
> >
> > Buat yang menentang RUU porno aksi, aku mau tanya :
> >
> >                         Porno aksi tuh seperti bayi ya? Bugil ?
> >
> >
> > Khusus untuk yang menolak RUU pornografi, aku tanya lagi :
> >
> >                          Pernah sujud? kepala gimana? kening mencium
> > bumi, kepala (dan tentu saja beserta
> >                           isinya) lebih rendah dari dari pantatnya
(?)
> >
> > ???????????? ????????? ????????? ?????
> >
> >
> >
> > Please share for me
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > --- In [EMAIL PROTECTED] .com, Lanang Anom <be_kisar@> wrote:
> > >
> > > bung rantau namun anda juga jangan salah bahwa mayoritas PSK
dinegeri
> > ini juga beragama islam.
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > ____________ _________ _________ __
> > > Dari: gkrantau gkrantau@
> > > Kepada: [EMAIL PROTECTED] .com
> > > Terkirim: Selasa, 21 Oktober, 2008 18:42:14
> > > Topik: [zamanku] Re: Desak jangan ada Pengesahan RUU Pornografi
> > >
> > >
> > > BANG TAWANG sudah kehabisan peluru jadi asal nulis apa saja yg
penting
> > bereaksi.
> > >
> > > Tidak ada orang Kristiani, Buddha, Hindu dsb. yg 'setuju' dg
> > pornografi! Semua orang yg menolak UU Anti-pornografi krn:
> > >
> > > #1 Hal2 yg termasuk dlm pornografi itu sudah ada hukum dan
> > peraturannya;
> > > #2 UU Anti-pornografi itu cenderung memberlakukan standard
morality
> > Islam thdp seluruh bangsa termasuk yg non-Muslim;
> > > #3 UU Anti-pornografi itu akan menjerumuskan bangsa Indonesia,
> > menjadikan kita semua fotocopy dari bangsa Arab dan yg pasti akan
> > mematikan budaya asli bangsa Indonesia serta keberagaman budaya,
> > agama-kepercayaan dan bahkan bahasa; @4 Bagi yg banyak bergaul dg
kawula
> > muda dari Timur Tengah - khususnya yg terpe;lajar - mereka ini
> > mendambakan kebebasan yg dinikmati oleh kawula muda di negara2
> > multicultural spt Indonesia!
> > >
> > > Sayangnya banyak orang Muslim Indonesia yg masih terus
terperangkap
> > dlm pemikiran bhw segala sesuatu yg ke-Arab2-an itu baik.
> > >
> > > Gabriela Rantau
> > > --- In [EMAIL PROTECTED] .com, "tawangalun" tawangalun@ ..>
wrote:
> > > >
> > > > Tahu gak kenapa kantong2 Kristen setuju dg pornografi? sebabnya
di
> > > > Atmajaya ada patung Yesus gede hanya pakai cawed.
> > > >
> > > > Shalom,
> > > > Tawangalun.
> > > >
> > > > - In [EMAIL PROTECTED] .com, Awal Anugerah awalanugerah@
wrote:
> > > > >
> > > > > Kamis, 16 Oktober 2008 - 02:44 WIB
> > > > > Terbangkan Delegasi untuk Beraksi di Senayan
> > > > > Sulut Hadang RUU Pornografi
> > > > >
> > > > > Oct 15, 2008 at 08:24 AM
> > > > > Terbangkan Delegasi untuk Beraksi di Senayan
> > > > >
> > > > > MANADO-Penolakan warga Sulut terhadap RUU Pornografi tidak
saja
> > > > disampaikan di hadapan tim panitia kerja (Panja) DPR RI yang
> > > > menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) di kantor gubernur
Senin
> > > > (13/10) lalu. Pasalnya, Sulut berencana mengirim delegasi ke
Senayan
> > > > untuk menghadang kemungkinan disahkannya RUU Pornografi oleh DPR
RI
> > > > yang direncanakan dilakukan 24 Oktober mendatang.
> > > > > Wakil Ketua DPR Sulut Djenri Keintjem SH MH menegaskan,
perjuangan
> > > > menolak RUU kontroversi ini sampai kapan pun, dimana pun akan
> > > > dilakukan. "Jangankan di Jakarta, di luar negeri atau di luar
> > angkasa
> > > > pun kami akan menghadang pengesahan RUU Pornografi," tandas
> > Keintjem.
> > > > > Ia menambahkan, sikap penolakan sudah mutlak. Karena hasil
putusan
> > > > resmi lembaga dewan Sulut sesuai aspirasi masyarakat yang masuk.
> > > > Jadi, sudah seharusnya ini diperjuangkan. "Tentunya sebagai
lembaga
> > > > resmi kami akan mengambil langkah-langkah sesuai putusan dewan.
Dan
> > > > saya akan berjuang meminta ada tim terdiri dari perwakilan
dewan,
> > > > pemerintah maupun masyarakat yang akan menyuarakan di pusat.
Lagi
> > > > pula kami sangat kecewa karena pada uji publik oleh tim Panja
kami
> > > > tak dilibatkan," terang Keintjem.
> > > > > Desakan untuk menghadang RUU Pornografi juga lantang
disuarakan
> > Drs
> > > > Arthur Kotambunan BSc, Wakil Ketua DPR Sulut. "Saya sependapat,
> > > > sampai kapan pun harus ada upaya penolakan hingga ke pusat.
Jangan
> > > > kita hanya terlena melakukan penolakan di daerah lantas di pusat
> > kita
> > > > tak melakukan aksi apa-apa," urai Kotambunan.
> > > > > Dia sendiri akan mengupayakan langkah-langkah penolakan ke
pusat
> > > > perlu dibawa ke rapat pimpinan dewan untuk menentukan tindakan
apa
> > > > yang akan diambil. "Lagi pula komitmen PDS juga sangat menentang
RUU
> > > > Pornografi. Terbukti kami terus melakukan kampanye penolakan ke
> > > > daerah-daerah yang menentang," ujar politisi yang juga Ketua DPW
PDS
> > > > Sulut ini.
> > > > > Di sisi lain, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dituding
melakukan
> > > > perpecahan di kalangan masyarakat, sehubungan dengan adanya RUU
> > > > Pornografi. Wakil Ketua Umum DPP Partai Damai Sejahtera (PDS) ML
> > > > Denny Tewu menegaskan penolakan Gubernur Sulut SH Sarundajang
saat
> > > > uji publik RUU Pornografi, Senin (13/10) merupakan bentuk
aspirasi
> > > > masyarakat yang harus diterima anggota DPR. Apalagi penolakan
serupa
> > > > juga datang dari Provinsi Bali dan Jogyakarta.
> > > > > "Indonesia kan negara pluralis, jadi dengan adanya RUU
Pornografi
> > > > malah bertentangan dengan hukum. Jika ada daerah yang menolak,
> > > > berarti RUU tersebut batal secara hukum," tegasnya.Dia mengimbau
> > agar
> > > > DPR membuka lagi UUD 1945 dan mempelajarinya baik-baik. "Jangan
> > > > sepelekan hanya satu atau dua provinsi yang menolak, sebab
negara
> > > > bisa tidak kondusif karena pemaksaan kehendak. Dan perlu
dicatat,
> > > > kami PDS tetap menolak RUU Pornografi karena tidak sesuai dengan
> > > > amanat UUD 1945."
> > > > > Sementara, anggota panitia kerja (Panja) RUU Pornografi Eva
Kusuma
> > > > Sundari menilai penolakan SHS merupakan fakta bahwa telah
terjadi
> > > > keresahan masyarakat atas RUU itu. Jika penolakan tersebut tidak
> > > > disikapi secara komprehensif oleh DPR pada akhirnya akan
mendorong
> > > > masyarakat untuk terpecah-belah. "DPR harus mencarikan jalan
terbaik
> > > > guna mengantisipasi potensi perpecahan tersebut," cetusnya.
> > > > > Ditegaskan Eva, di manapun negara hukum di dunia sangat langka
> > > > sebuah RUU ditolak secara terang-terangan oleh pejabat
pemerintah
> > > > maupun masyarakat secara luas. Untuk itu yang harus dilakukan
> > bersama
> > > > adalah mengatasi pro-kontra dan mencari solusi terbaik.. Jika
tidak,
> > > > maka fenomena pro dan kontra yang bersumber dari RUU Pornografi
akan
> > > > berpengaruh terhadap perhelatan Pemilu 2009 mendatang.
> > > > > Saat RDPU, Gubernur SH Sarundajang membeber beberapa alasan
RUU
> > > > Pornografi ditolak. Yakni, RUU Pornografi adalah bukti salah
tafsir
> > > > suara mayoritas dalam demokrasi. Sehingga merupakan legitimasi
atas
> > > > pemandulan UUD 1945 pasal 28..1 ayat (2) tentang diskriminasi
dan
> > ayat
> > > > (3) tentang identitas budaya dan hak masyarakat tradisional.
Selain
> > > > itu, akhir- akhir ini telah timbul fenomena "main hakim sendiri"
> > yang
> > > > sangat intensif dari sekelompok orang yang mengklaim diri
> > > > representasi mayoritas. Ironisnya, aparat penegak hukum tidak
> > > > bertindak antisipatif namun cenderung bertindak sebagai "pemadam
> > > > kebakaran" belaka. Preseden ini jika digabung dengan pengesahan
RUU
> > > > Pornografi, maka otomatis tidak terpenuhi pasal 28 G ayat (1)
UUD
> > > > 1945 yaitu timbulnya rasa tidak aman dan tidak adanya
perlindungan
> > > > dari ketakutan untuk berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi
dari
> > > > kelompok minoritas.
> > > > > Aspiralisasi butir 2 di atas, jelas-jelas mengabaikan amanat
UUD
> > > > 1945 pasal 28.E ayat (1), (2) dan (3) tentang beragama. Nah,
jiwa
> > dan
> > > > semangat RUU Pornografi bertentangan dengan kovenan ekosob dan
> > > > kovenan hak sipil dan politik yang sudah diratifikasi. Pun Pasal
14
> > > > RUU Pornografi tidak mengakomodir kepentingan masyarakat
tradisional
> > > > di berbagai belahan Indonesia seperti Papua, Kalimantan dan
beberapa
> > > > daerah lain yang tatacara berpakaian belum modern.
> > > > > Menurut rencana, setelah dilakukan RDPU 12 - 14 Oktober, pada
20
> > > > Oktober digelar rapat membahas hasil RDPU. Dan pada 22 Oktober
> > > > digelar rapat pemandangan umum fraksi. Berdasarkan estimasi maka
> > pada
> > > > tanggal 24 Oktober sebelum masa reses akan dilakukan pengesahan
di
> > > > rapat paripurna DPR. (ras/esy/mms)
> > > > >
> > > > > Sumber ; Manado Post. (www.partaidamaisej ahtera)
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > FirmanMU itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Aku
telah
> > > > bersumpah dan aku akan menepatinya, untuk berpegang pada hukum
> > > > hukumMU yang adil (Mazmur 119:105 -106)  � 
Your word is a
> > lamp to my
> > > > feet and a light for my path. I have taken an oath and confirmed
it,
> > > > that I will follow your righteous laws (Psalm 119: 105 - 106)
> > > > >
> > > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> >
> ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _\
> > ___
> > > Nama baru untuk Anda!
> > > Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan
> > @rocketmail.
> > > Cepat sebelum diambil orang lain!
> > > http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ id/
> > >
> >
>
>
>
>
>      
________________________________________________________________________\
___
> Nama baru untuk Anda!
> Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan
@rocketmail.
> Cepat sebelum diambil orang lain!
> http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
>

Kirim email ke