----- Original Message ----- 
  From: imam 
  To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL 
PROTECTED] 
  Cc: 'manneke budiman' ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Friday, October 31, 2008 6:47 PM
  Subject: [ac-i] Polisi Moral Akan Segera Muncul RE: [Jurnal Perempuan] Ikut 
berduka Cita: RUU APP Disyahkan



  Waduh jangan mBak, kalau artis dan pelaku seni protes pakai cadar, geng-geng 
talibanis ini justru senang. Wong saya hampir-hampir percaya UU 'porno' ini 
insya Allah hanyalah pintu gerbang. Tujuan akhirnya ya MENTALIBANKAN laki-laki 
dan perempuan Indonesia. Rumah tidak boleh berjendela, anak tidak boleh 
bermain, segala macam media cetak elektronik diberangus, perempuan tidak boleh 
sekolah, tidak boleh bekerja, tidak boleh keluar rumah, kalaupun terpaksa 
keluar rumah harus berbaju hitam legam dari ujung rambut sampai ujung kaki 
tinggal kelihatan mata doang.


  Oh ya, sekadar info, POLISI MORAL sudah akan muncul. Tadi di khotbah Jumat, 
si pengkotbah (dari FUI kalau tidak salah) sibuk memuji UU 'porno' seraya 
mencap kafir pada penolak UU blekhutuk ini. Benar-benar khotbah memuakkan, 
satu-satunya hal yang membuat saya bertahan tidak meninggalkan Jumatan adalah 
semata-mata karena Jumatan adalah perintah Allah Azza Wajalla. Seandainya tadi 
itu adalah acara kumpul-kumpul duniawi, sudah tentu saya akan langsung angkat 
kaki.


  Yang lebih berbahaya, di khotbah itu dia mempromosikan pembentukan 'SATGAS 
AKHLAK BANGSA' (atau mirip-mirip begitulah, karena saya sudah tidak concern 
saking muaknya). Selesai Jumatan, kemudian dia panjang lebar menjelaskan 
'Satgas' itu seraya mengajak jemaah untuk bergabung menjadi anggota satgas 
moral itu. Tugasnya antara lain mendata dan mencegah perilaku pornografi dan 
pornoaksi di lingkungan masing-masing, melaporkan siapa-siapa yang kerap 
berbaju tidak islami di luar rumah, atau siapa-siapa yang kerap menonton BF. 
Bikin muntah saja..


  Regards,

  Imam


  From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of TANUHANDARU 
Monica
  Sent: 31 Oktober 2008 1:10
  To: [EMAIL PROTECTED]
  Subject: Re: [Jurnal Perempuan] Ikut berduka Cita: RUU APP Disyahkan


  untuk protes, semua artis dan pelaku seni muncul memakai cadar.
  Monica via BlackBerry


   

Kirim email ke