Batam Pos
      Sabtu, 01 November 2008 

            Kontrasepsi  
     

      Sudah pernah dengar Hari Kontrasepsi Internasional? Hari itu diperinghati 
setiap 26 September. Indonesia sendiri baru dua tahun ini memperingati hari 
internasional tersebut. 

      Bayangkan, kontrasespsi menjadi sebuah kepedulian dunia. Artinya masalah 
kependudukan adalah masalah dunia. 

      Kontrasepsi sendiri adalah sebuah cara atau alat yang digunakan untuk 
mencegah kehamilan. Pertambahan populasi penduduk di dunia sangat berdampak 
segala aspek penunjang kehidupan. 


      Rumah, pendidikan, makanan, kesehatan dan sebagainya. Semakin banyak 
penduduk semakin besar pula sumber daya alam yang akan digali demi memenuhi 
kebutuhan hidup. Lha makin lama kan habis. Kini para ahli sibuk mencari sumber 
energi alternatif. Sudahlah harganya mahal cadangan energi fosil makin menipis. 


      Untunglah ratusan tahun yang lalu jumlah penduduk masih sedikit, kalau 
sudah banyak bisa-bisa kita tidak kebagian menikmati sumber daya alam kan. Nah, 
kini giliran kitalah untuk berpikir tentang cadangan sumber daya alam untuk 
anak cucu kita. Jadi bukan berarti kita kaya lalu punya anak seenaknya. 


      Lha siapa yang harus berkontrasepsi? Faktanya perempuan memiliki lebih 
banyak alat kontrasepsi, sementara pria hanya kondom (ada satu lagi kontrasepsi 
steril). Kondom sendiri kini lebih banyak dipromosikan untuk mencegah penularan 
penyakit kelamin. Padahal sejatinya kondom adalah alat penahan bertemunya 
sperma dan sel telur agar tak terjadi pembuahan. Fatalnya kondom bukan alat 
kontrasepsi yang digemari dengan dalih mengurangi rasa hubungan suami istri. 
Akhirnya kondom melekat dengan stereotip di atas dan sebagai alat mencegah 
kehamilan bagi kaum yang belum berhak. 


      Padahal di Jepang kondom berada di peringkat atas dalam penggunaan alat 
kontrasepsi. Pemasangan alat kontrasepsi sendiri dilakukan atas dasar 
kenyamanan kedua individu dalam pasangan. Penentuan kontrasepsi juga atas 
kesepakatan berdua. Yang penting kan sama-sama nyaman dan ujungnya angka 
kelahiran bisa dikendalikan. ***
     

Kirim email ke