M :
Begitulah.
Kalo nilai jaman berubah, manakah yg akan diikuti?
Nilai jaman yg baru? Atau nilai jaman yg lama yg dianggap suci?


On 11/2/08, tawangalun <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Ha ha ha wong Kristen gak punya data bahwa bocah 7 th yang nikah
> lantas hidupnya menyedihkan.La saya malah punya data mbah saya sendiri
> ketika nikah th 1930 M saja belum.Dan anak turunannya dalam keadaan
> safe and sound.Otak saya dg Gabriel yang sukak nggabrul itu juga gak
> kalah.
> Tapi saya dikandani ibu saya bahwa Kakek saya berhubungan badan dg
> nenek saya nunggu M dulu,sebab tuntunan Islam aqil baliq itu kalau
> wanita setelah M,kalau pria setelah mimpi bergulat dg bidadari.
> Jadi saya yakin bahwa Aisyah juga berhubungan intim setelah M.La kalau
> hanya nikah itu baru lahirpun rapopo.
> Jadi jangan berdalih dg th 1930 belum ada TV yang gak ada
> relevansinya.Perlu diketahui bahwa kakek saya itu gak tahu hadis sama
> sekali,sebab Islamnya masih dikata abangan.
>
> Shalom,
> Tawangalun.
>
> - In zamanku@yahoogroups.com, "gkrantau" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>
>> RUPANYA SI TAWANG dan people of the same ilk mempertahankan praktik yg
>> tidak lagi sesuai dg standard kehidupan dan moralitas zaman ini hanya
>> krn ingin mempertahankan sunnah nabi jujungannya.
>>
>> Seharusnya sesuatu yg tidak lagi bisa diterima (krn antara laen sudah
>> ketauan bhw prepubescent marriages itu sangat tidak baik buat si
>> perempuan) di zaman ini, sepantasnya ditolaklah. Biar siapa saja,
>> termasuk nabi melakukannya. Peradaban manusia berkembang pesat  krn
>> manusia tidak sekedar mengikuti naluri dan kebiasaan nenek moyang kita.
>> Manusia diperlengkapi dg akal dan budi oleh Tuhan, pergunakanlah demi
>> keselamatan species kita.
>>
>> Selama manusia masih saja menganggap bhw apa yg dipraktikkan oleh
>> manusia zaman baheula itu semuanya baik, maka hal2 di bawah ini akan
>> terus dilakukan tanpa mempelajari, menyadari dampak negatif-nya.
>> 1. Anggapan bhw perempuan itu hina (OK - sorga ada di bawah telapak kai
>> ibu tapi kenyataan banyak perempuan yg dianggap setingkat dg keledai,
>> dst);
>> 2. Gaplokin bini itu OK2 saja;
>> 3. Poligami itu demi kebaikan kaum perempuan!
>> 4. Tuhan itu hanya mengasihi satu kelompok ciptaan-Nya;
>> 5. It's OK memusuhi, menjarah, membunuh orang2 yg tidak seagama dg >
> Gabrela Rantau
>
>
>

-- 
Sent from my mobile device

Kirim email ke