SIAPA SAJA, dari agama apapun bahkan yg tidak beragama, aliran
apapun,,suku bangsa apapun kalo sampe melanggar hukum negara dlm hal ini
mengawini anak perempuan di bawah umur 16 harus dibawa ke depan hakim
untuk dijatuhi hukuman.

Tidak ada alasan yg bisa diterima di abad ke-21 ini bagi bandot2 tua
merenggut masa kanak2 seseorang dan mencegahnya untuk mencapai potensi
hidupnya. Pemerintah dan aparat yg terkait juga harus mulai
mensosialisasikan hal2 yg bertalian dg hukum perkawinan. Kawin kontrak,
kawin siri sudah semestinya dilarang karena sebenarnya praktik ini
adalah pelacuran yg terselubung.

Apakah sesuatu kebiasaan di zaman baheula merupakan sunnah nabi, di
zaman ini bangsa Indonesia sudah selayaknya tidak mempraktikkan
kebiasaan2 yg mesum, menjijikkan dan melanggar hukum negara!

Gabriela Rantau
--- In zamanku@yahoogroups.com, "mediacare" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dari Harian Surya terbitan Surabaya
>
> Kyai Mashurat di Sumenep, Madura, ternyata lebih hebat dari Syekh
Puji. Ia sudah menikahi 10 anak perempuan di bawah umur.
>
> Aliran Islam semacam ini ternyata banyak pengikutnya di Jawa Timur.
>
>
> Selengkapnya klik:
>
> www.surya.co.id
>

Kirim email ke