(Beberapa renungan saat kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia)


Keadilan di dunia sesuai dengan hukum TUHAN berpasangan antara keadilan
kemanusiaan yang derivat/turunannya keadilan masyarakat atau keadilan
sosial dengan keadilan kealamsemestaan yang derivat/turunannya keadilan
metodologis, keadilan sistemik dan keadilan prosedural. Dimanakah letak
keadilan HUKUM. Sesuai konsep TUHAN rasio atau pembagian
komponen-komponen keadilan tersebut haruslah sesuai fitrah baik
natur/fitrah kemanusiaan maupun fitrah kelamsemestaan tadi, Fitrah
kemanusiaan adalah kepemimpinan atau sebagai pemimpin/wakil TUHAN,
mahluk yang tersempurna di dunia, bumi dan seluruh alam semesta. Fitrah
kealam semestaan  adalah sumber wahyu/inspirasi keTUHANan pada
level yang tertinggi sampai turunannya sebagai sumber ilham atau sumber
refleksi dari ilmu dan teknologi  perhitungan, narasi,deskripsi
dan argumentasi keberTUHANan/Agama yang utuh. Artinya rasio/pembagian
pasangan komponen-komponen akan keadilan ini baik keadilan kemanusiaan
dan keadilan kealamsemestaan haruslah dalam rasio yang mendahulukan
sesuatu yang kekal  dan abadi dari keduanya maksudnya manusia
adalah bagian integral dari alam semesta dan manusia adalah
pemimpin/wakil TUHAN dari kepemimpinan alam semesta (rahmat seluruh
alam bagi semua rasul utusanNYA), Jadi keadilan (kemanusiaan/manusia)
merupakan rasio yang lebih kekal dan dominan ketimbang keadilan "agama
yang utuh" atau keadilan metodologis,prosedural dan sistemik. Bukankah
secara kausalitas kita dapat menangkap bahwa tidak ada dan tidak akan
ada lagi keadilan kealamsemestaan/agama di akhirat kelak yang dihitung
TUHAN titik sentral yang kekal/abadi adalah jiwa manusia yang akan
kembali kepadaNYA. Artinya yang dominan diperhatikan dalam ukuran
capaian keduniaaan adalah bagaimana menyejahterakan dan membahagiakan
manusia secara holistik dan utuh /keadilan kemanusiaan agar komponen
kekekalan/jiwa manusia ini dapat memilki rasio/konsep pembagian 
dalam hidup yang  mendahulukan sesuatu yang kekal dan abadi. 
Yang ada sekarang adalah  bagaimana perseteruan antara rasio
keadilan yang sangat elementer dan rendah karena merupakan turunan
konsep ini yaitu keadilan pada masyarakat "Anglo Saxon" dan keadilan
prosedural kodifikatif "Continental" ditarik pada dialog yang lebih
hakiki. Agar dualisme yang sebenarnya  tanpa dan miskin pemaknaan
ini diakhiri dengan prinsip rasio atau pembagian
komponen-komponen  keadilan kemanusiaan dan  kealamsemestaan
tadi. 

Keadilan HUKUM ada pada tataran dan tatanan prinsip yang harus dipegang
yang bukan sekedar pentakdiran/desteny dan kehendak/freedom of
willingness tetapi semua berlandaskan HIKMAH. HIKMAH maksudnya kita
dapat mengambil HIKMAH dari iblis sekalipun apalagi dari keabsurdan
persepsi teologis dari agama-agama yang ada (prosedural, metodologi dan
sistem). Semua dapat menjadi inspirasi keTUHANan dan keberTUHANan.
Narasi atau cerita dalam sejarah dari siapapun dan kapanpun baik
kebaikan atau keburukan/penyimpangan  bagi konsep keadilan
kemanusiaan dan keadilan kealamsemestaan dari semua aktor dan semua
sistem yang dianut dapat menjadi HIKMAH bagi kita. Ini merupakan rasio
kekekalan dan keadilan yang sejati. HIKMAH merupakan semua jiwa yang
membuat dan melakukan penghakiman/judgement. Penghakiman diri merupakan
tengah/titik tengah dari jiwa yang akan kembali kepadaNYA. Jiwa yang
kembali kepada TUHAN dinilai/dihitung/dihisab dari penghakiman
dirinya/judgment terhadap segala sesuatu baik konsepsi diri/kemanusiaan
dan konsepsi lingkungan/kealamsemestaan  maupun persepsi agung
maupun rendahan yang ada, yang diimani, diyakini atau dipercayainya.
Dan semua akan kembali dalam konteks dan konten kehakikian dengan
mengikuti Yesus/Isa atau menjadi "HAWARIYUN/pengikut Isa/YESUS semuanya
tanpa terkecuali dari semua rasul utusannya sampai malaikat dan jin
yang kembali bereinkarnasi sebelum semua kiamat dan dikiamatkan TUHAN. ta 
tandtanpa terkecualiapt menajdi HILMAH bagi kitadari seluruh aktor 
peradabanddd._,___
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke