Wah.. gimana nih PG, Steven, Edy P, Ari?

GP

2008/11/4 mediacare <[EMAIL PROTECTED]>

>    Thx ya Judith
>
> Bagus nih infonya.
>
> Kok belum dikirim ke milis ya?
>
> salam,
>
> radityo
>
>
> ----- Original Message -----
> *From:* Judith Kristi <[EMAIL PROTECTED]>
> *To:* [EMAIL PROTECTED] ; mediacare <[EMAIL PROTECTED]>
> *Sent:* Tuesday, November 04, 2008 11:49 AM
> *Subject:* Sebuah Situs Ancam Bunuh Presiden
>
> *http://nasional.vivanews.com/news/read/7160-sebuah_situs_ancam_bunuh_sby
> *
>
> *
> *
>
> *VIVAnews-* Di tengah simpang siurnya pelaksanaan eksekusi Amrozi cs,
> muncul satu situs berisi ancaman pembunuhan atas Presiden Susilo Bambang
> Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, serta para pejabat tinggi Republik
> Indonesia  yang terkait  putusan hukuman mati  itu.
>
> Situs sederhana itu beralamat di 
> *www.foznawarabbilkakbah.com*<http://www.foznawarabbilkakbah.com/>,
> berisi pesan dalam tiga bahasa, Indonesia, Arab dan Inggris antara lain
> menyerukan "perang" dan mengajak "kaum mukminin dan khususnya kaum
> mujahidin" melakukan pembunuhan  atas sejumlah individu yang terlibat dalam
> eksekusi.
>
> Seruan itu berbentuk  surat pernyataan dalam bahasa Indonesia yang terdiri
> atas delapan butir pernyataan . Di bagian akhir, dibubuhkan tiga nama
> terpidana mati, Mukhlas, Imam Samudra, dan Amrozi.
>
> Pada butir keempat, tertulis : "*Kepada saudara kami kaum mukminim
> khususnya kaum Mujahidin dimanapun berada, wajib atas kalian menyatakan
> perang dan membunuh individu-individu yang terlibat eksekusi ini, seperti
> SBY&J. Kalla, Andi Matalata, Hendarman Supandji, A.H. Ritonga, seluruh hakim
> dan jaksa kaum Musyrikin hindu, kafirin Kristen dan munafiqin serta tim
> eksekutor budak-budak kafir Amerika dan sebagainya*."
>
> Surat ancaman itu sendiri dibuat tanggal 03 Syaban 1429/ 5 Agustus 2008 di
> Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan.
>
> Pada halaman kedua, setelah halaman surat pernyataan berbahasa Indonesia
> itu, terdapat dua halaman lain berisi seruan bernada sama. Dua halaman itu,
> masing-masing ditulis tangan dalam bahasa Arab dan Inggris, dan diberi label
> "original".  Pada kedua versi surat terdapat tanda tangan Mukhlas, Imam
> Samudra dan Amrozi.
>
> Belum diketahui apakah surat itu benar dibuat oleh ketiga terpidana mati.
> Tetapi, dari dokumen yang dimiliki *VIVAnews*, goresan tangan surat
> berbahasa Inggris itu terlihat mirip dengan tulisan tangan Imam Samudra
> alias Abdul Aziz  dalam beberapa suratnya.
>
> Seperti diketahui, Amrozi cs terbukti bersalah melakukan pengeboman di Bali
> tanggal 12 Oktober 2002. Mereka meledakkan bom secara beruntun di Paddy's
> Café dan Sari Bar di Jalan Legian, Kuta, Bali. Akibatnya,  202 orang tak
> berdosa tewas; 88 orang di antaranya adalah warga negara Australia.
>
>
> Best Regards,
> *Judith Kristi*
>
> Content Production
>
> www.vivanews.com
>
> News & Community Portal
>
> Fastest n deepest!
>
>
> ------------------------------
> Nama baru untuk Anda!
> <http://sg.rd.yahoo.com/id/mail/domainchoice/mail/signature/*http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/>
> Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan
> @rocketmail.
> Cepat sebelum diambil orang lain!
>
> ------------------------------
> Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru
> <http://sg.rd.yahoo.com/id/mail/domainchoice/mail/signature/*http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/>
> Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan
> @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain!
>
> 
>



-- 
Salam, Great Pretender

Kirim email ke