From:  "ikhsan"
To:  "Yogi Triyuniardi" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: Belajar dialoq tanpa emosi, berdasarkan logia ratio bukan dogma
Date:  Mon, 24 Jul 2006 09:42:40 +0700

Shalom,
Assalamualaikum,

Pak ikhsan yang saya kasihi dalam Tuhan Yesus,

Saya akan coba jawab pertanyaan anda.

I: Sejak kapankah saudara beragama /masuk agama Kristen?

Y: Saya menjadi seorang kristen sejak berumur 17 tahun. Tapi saya lahir baru 
dan bertobat sungguh2, sejak berumur 28 tahun, tepatnya bulan maret 2004.

I: Apakah saudara benar benar mempelajari bahwa agama Kristen itu suatu 
agama yang paling benar?

Y: Tidak ada agama yang paling benar. Kebenaran adalah milik Allah semata, 
sedangkan agama adalah ciptaan manusia. Yesus, Allah orang Kristen, menyatakan 
diriNya sebagai Jalan, Kebenaran dan Hidup (Yoh 14:6). Tak ada Allah selain 
Yesus.

I: Apakah saudara berkeyakinan bahwa Kitab injil itu suci?

Y: Saya berkeyakinan bahwa Allah itu Maha Suci, dan hanya orang2 yang suci saja 
yang boleh masuk ke dalam surgaNya. Alkitab adalah kitab suci, karena 
didalamnya Allah yang Maha Suci menyatakan diriNya, kehendakNya, karyaNya dan 
janjiNya kepada manusia. 

Dan bagi orang yang percaya akan Firman Allah ini, janji Allah menjadi nyata 
dalam kehidupan sehari-hari. Itu yang saya alami sendiri. itulah kuasa dari 
injil Allah, yang TIDAK ada dalam kitab suci agama manapun. 

I: Apakah yang dimaksud suci pada Bijbel itu mempunyai arti bahwa Bijbel bersih 
dari pada kesalahan kesalahan?

Y: Yang dimaksud dengan suci pada Alkitab adalah bahwa apa yang dinyatakan oleh 
Allah yang Maha Suci, tidak boleh diartikan sembarangan oleh manusia yang tidak 
suci. untuk memahami isinya, hendaklah manusia itu bertobat dari segala dosa, 
minta ampun pada Allah yang Maha Suci, dan meminta petunjuk kepadaNya. 

I: Maksudnya:  Misalnya: Pada suatu saat ada orang mengabarkan pada 
Saudara si A. sakit, sedangkan orang lain memberitahukan bahwa pada saat itu si 
A tidak sakit. Kedua berita itu apakah benar semuanya atau salah semuanya, atau 
salah satunya yang benar.?

Y: Nah, Alkitab sendiri sudah menyatakan bahwa isi dari Alkitab tidak boleh 
ditafsirkan menurut kehendak sendiri. Yang pertama-tama dilakukan dalam mencoba 
mengerti sebuah pernyataan dalam ayat alkitab adalah bertanya pada Allah, yang 
memberi inspirasi pada orang2 yang menulis Alkitab ini. Banyak hal yang anda 
tidak pahami, jika Roh Allah tidak ada di dalam diri anda. Apalagi anda hanya 
membaca sepintas saja, dari ulasan orang2 yang tidak kenal Allah, tanpa 
mengerti isi secara keseluruhannya.

Contoh: Yakub bergumul, bergulat dengan 'seseorang' ketika hendak bertemu Esau. 
Yakub mengira bahwa ia sedang bergulat dengan Allah sendiri. Dalam kitab Hosea, 
dijelaskan bahwa sebenarnya saat itu ia sedang bergulat dengan malaikat Tuhan. 
Nah, bagi orang yang tidak mengenal isi alkitab dengan baik, bisa saja si 
penyesat mencoba mempertanyakan mengapa Allah bisa langsung bergulat dengan 
Yakub, dan disana dikatakan bahwa Yakublah yang menang? Dalam hal ini, kita 
perlu banyak menggali. Alkitab menceritakan kejadian nyata. benar2 terjadi. 
namun siapakah yang menganggap bahwa yang bergulat dengan yakub itu adalah 
Allah?

I: Satu misal lagi; Ada orang berkata si A. mempunyai tiga orang anak dan 
seorang lain mengatakan si A mempunyai sepuluh anak. Apakah dua 
perkataan itu benar semuanya atau salah semuanya atau salah satu saja yang 
benar ?

Y: Ada beberapa hal lagi yang perlu anda perhatikan. Yaitu tentang waktu yang 
berjalan. Alkitab adalah kumpulan kitab2 yang ditulis oleh orang2 pilihan 
Allah. ada rentang waktu 1500 tahun, dari kejadian sampai wahyu. di dalamnya 
pun memuat kisah2 yang berurutan, tidak seperti kitab suci lainnya. Dalam 
setiap waktu, ada proses yang berbeda. Si A bisa saja dikatakan mempunyai 3 
anak, ketika Firman itu ditulis, dan kemudian oleh penulis yang lebih baru, 
dinyatakan 10. itulah proses.

Selain itu, ada juga faktor bahasa dan budaya. dalam tradisi Yahudi, mereka 
biasanya hanya menyebutkan anak laki2 saja, sendangkan anak perempuan jarang 
disebutkan secara mendetail. 

Selain itu juga bisa faktor istilah dan gaya bahasa. misalnya: Yesus menyatakan 
bahwa orang kaya sukar masuk kedalam kerajaan Surga, dengan menyatakan: lebih 
mudah seekor unta masuk ke dalam lubang jarum, daripada orang kaya masuk ke 
dalam kerajaan sorga. Jika kita pahami secara harfiah, tentu saja seekor unta 
mustahil masuk ke dalam lubang jarum. arti 'lubang jarum' yang dimaksudkan oleh 
Tuhan Yesus sebenarnya adalah lubang yang dibuat pada tembok yang mengelilingi 
kota Yerusalem. Si unta jika dipaksakan masuk, harus dibuat dalam posisi duduk, 
lalu di dorong oleh pemilik unta. artinya bukan 'mustahil', tetapi 'sukar'.

Nah, pernyataan Yesus ini diambil oleh muhamad dan dimasukan ke dalam ayat 
'sucinya', coba anda periksa: 

Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri 
terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit 
dan tidak (pula) mereka masuk syurga, hingga unta masuk ke lubang jarum (Al 
Araaf 7:40)

Untuk ayat ini, apakah lubang jarum yang dimaksud itu benar2 lubang jarum, 
ataukah yang diucapkan oleh Yesus, yaitu lubang pada tembok kota Yerusalem? 
apakah kota2 di arab juga memiliki tembok kota, dan ada lubangnya, dan disebut 
juga sebagai 'lubang jarum'? nah, silahkan anda selidiki sendiri.

I: Andaikata ada suatu kitab suci, akan tetapi ayat ayat didalamnya 
diantara yang satu dengan yang lain terdapat berselisihan, apakah kitab itu 
akan dinamakan Kitab suci?

Y: Tentu saja, dalam pengertian bahwa bukan kitab itu yang suci, tetapi 
pernyataan Allah didalamnya. saya pernah menyatakan dalam milis, bahwa orang 
kristen tak pernah menganggap Alkitab sebagai kitab yang sempurna, karena 
walaupun Allah menyatakan pesanNya lewat Alkitab, tetap saja Alkitab itu 
ditulis oleh tangan-tangan manusia, dan juga selanjutnya juga diterjemahkan ke 
berbagai bahasa. Alkitab tentu saja memiliki kekurangan, tetapi kesalahan bukan 
dari pihak Allah (karena Allah maha benar), tetapi dari manusia. Namun, lepas 
dari itu, Alkitab tetap memiliki otoritas sebagai firman Allah, karena 
didalamnya kita bisa mengenal siapa Allah, yang menciptakan kita, dan apa 
kehendakNya bagi kita. 

Kesimpulan lain yang saya temukan lewat kekurangan pada Alkitab adalah, bahwa 
kita tahu bahwa hanya Allah sajalah yang sempurna. jadi kita tidak boleh 
memberhalakan alkitab, melainkan mencari pengertiannya pada Allah yang Maha 
Sempurna. agama lain mungkin begitu menganggap suci dan sempurnanya kitab suci 
mereka, sehingga tanpa sadar, mereka telah memberhalakannya. sedangkan dalam 
keKristenan, yang dituntut adalah setiap pribadi harus memiliki hubungan 
pribadi dengan Allah, yaitu Yesus, barulah dapat belajar untuk lebih mengerti 
isi alkitab.  

I: jwb, kalau bisa kasih warna lain...

Y: Maaf, saya tidak terbiasa dengan cara itu. saya memakai huruf i untuk 
inisial nama anda, dan y untuk nama saya. 

I: terima kasih

Y: Sama-sama. pertanyaan anda sudah saya jawab, sekarang giliran saya untuk 
bertanya.

Sejak kapan anda masuk islam? sejak lahir atau ketika dewasa, dengan keputusan 
bulat?

Apakah anda benar2 sudah mempelajari, bahwa islam adalah agama yang terbaik 
untuk anda?

Apakah anda yakin, bahwa dengan islam anda bisa masuk sorga? bagaimana anda 
menjelaskan, sesuai dengan aturan islam, bahwa seorang muslim bisa masuk sorga?

Menurut anda, apakah alquran itu berasal dari allah? dan apakah hadits juga 
dari allah? manakah yang lebih utama, antara alquran dan hadits?

Silahkan menjawab.
 

Tuhan Yesus memberkati.


      

Kirim email ke