Negara Republik Indonesia ini menganut falsafah Pancasila, dimana sila pertama 
adalah Ketuhanan yang Maha Esa. Namun demikian, sejarah bangsa ini menunjukan 
bahwa sebagian kaum Islam tidak bisa menerima sila ini dan menginginkan untuk 
mengubah negara ini berdasarkan syariat Islam.
Dan yang tidak bisa menerima ini adalah kaum fanatikus agama Islam, yang 
sekalipun telah gagal dalam sejarah, namun tetap berusaha kearah syariat Islam 
itu sampai hari ini.
Mengapa mereka tidak bisa menerima sila ke 1 ini? Karena tidak tercantum nama 
Allah pada sila itu, tapi ketuhanan yang maha Esa. Dengan lain perkataan, 
tafsiran lain akan tuhan selain Allah, tidak bisa diterima. Hal ini jelas pada 
kalimat syahadat pertama Islam. Penafsiran Kristen akan Esa ditolak, penafsiran 
Hindu akan Esa ditolak, penafsiran kaum penghayat Kepercayaan akan Esa ditolak, 
hanya ada satu penafsiran yang benar, yaitu penafsiran Islam, Aulloh subahana 
wa taala yang Esa.
Untuk ini tidak ada toleransi, karena itu semua orang non Islam harus dipaksa 
untuk menerima penafsiran tunggal Islam akan Aulloh ini. Semua orang non Islam 
harus dijadikan dhimmi, harus tunduk dan membayar pajak pada khalifah Islam 
yang sekarang sedang diperjuangkan diseluruh dunia.
Sebenarnya, penafsiran tunggal akan keesaan Tuhan ini adalah merupakan 
keangkuhan dan keegoisan agama. Kalian tidak bisa menerima penafsiran Kristen 
akan keEsaan dengan Trinitas. Tidak ada satupun penafsiran yang benar akan 
keesaan Tuhan selain penafsiran Islam. Kalian tidak sanggup hidup berdampingan 
dan mampu menerima orang-orang dengan penafsiran yang berbeda akan Yang Maha 
Esa itu. Tidakkah kalian sadar bahwa Islam itu hanya salah satu agama dari 
ribuan agama2 yang ada di dunia ini? Mengapa kalian tidak bisa menerima 
orang-orang dengan penafsiran yang berbeda? Bukankah itu jelas-jelas keangkuhan 
kelancangan yang egois? Tidak sadarkah kalian akan hal ini?
Saya tidak menghina Allah yang kalian sembah, juga saya tidak menghina Islam, 
namun saya mengkritik dengan keras keangkuhan, kelancangan dan keegoisan dari 
beberapa kalian yang hanya tahunya monotafsir akan Yang Maha Esa itu. Saya 
mengatakan bahwa Aulloh yang kalian sembah itu mustahil menjadi manusia, 
bukankah tak ada dari kalian yang membantah hal ini? Saya mengatakan bahwa 
Aulloh itu tidak sama dengan YHWH yang disembah oleh orang-orang Yahudi yang 
begitu kalian benci, bukankah hal ini benar? Saya mengatakan kalian menerima 
gaji dan THR dari majikan non Muslim namun tak sudi mengucapkan selamat pada 
hari-hari raya mereka? Bukankah hal ini benar?
Jadi, kalau semua hal yang saya katakan diatas benar, mengapa kalian marah?
 
DAULAH ISLAMIYAH
Berbicara mengenai impian daulah Islamiyah khalifah Islam atas dunia ini, saya 
yakin itu takkan pernah terjadi. Mengapa? Karena kalian sendiri tak bersatu, 
semuanya berebutan untuk berkuasa. Itulah sebabnya Belanda dahulu sangat sukses 
dengan politik devide et impera nya. Karena begitu ada satu kelompok yang mau 
menjadi khalifah tunggal, pasti ada kelompok lain yang akan berusaha 
menyingkirkannya dan maunya dialah yang menjadi khalifah itu. Lihat contoh di 
Afganistan, Taliban tak mampu berkuasa terlalu lama. Lihat contoh di Irak, 
pertarungan antara Sunni dan Syiah yang tak pernah selesai. Lihat di Libanon, 
Hizbullah tak mampu berkuasa penuh. Lihat di Palestina, pertarungan Hamas dan 
Fatah yang tak ada selesainya. Lihat Indonesia sekarang, ada begitu banyak 
partai2 Islam, tak ada yang membiarkan PPP berkuasa sendirian, semuanya mau 
berkuasa dan bikin lagi partai baru. Karena itu, kalian takkan pernah bisa 
menguasai Indonesia ini dengan syariat Islam
 dengan pemerintahan khalifah Islam. Selama kalian selalu berebutan kekuasaan, 
hal itu takkan pernah terjadi. 



      

Kirim email ke