---------- Forwarded message ----------
From: Ibu Bambang <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 2008/11/5
Subject: [ppiindia] MUI : Aksi Amrozi CS adalah aksi teror - bukan JIHAD.
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]


Salam Hormat,

Terimakasih buat MUI yg terlah memberikan pernyataan tegas bahwa aksi aksi
terorisme yg dilakukan Amrozi CS adalah bukan tindakan Jihad, seperti
tertera di artikel
di bawah ini :

*(ditunggu pernyataan MUI selanjutnya untuk organisasi-organisasi yg terang
terangan atau terselubung lewat pernyataan pernyaataan nya di media, yg
menyokong aksi aksi teror yg
dilakukan oleh Amrozi CS)
**
Salam,

http://www.detiknews.com/read/2008/11/04/183751/1031280/159/salah-kaprah-pahami-jihad

*Amrozi Cs Syuhada Atau Teroris?
Salah Kaprah Pahami Jihad
* *Deden Gunawan* - detikNews

* *
*Jakarta* - Saban malam warung Teteh Tini selalu ramai didatangi orang. Ada
tukang ojek, supir truk, satpam atau tukang parkir. Mereka selama ini
menjadi pelanggan tetap warung, yang berlokasi di depan Taman Sari, Jalan
Pangeran Tirtayasa, Kota Serang, Banten.

Selain ngopi dan merokok mereka menjadikan warung tersebut sebagai tempat
ngobrol. Tema obrolannya  bervariasi, kadang hanya membahas hal-hal ringan
kadang hal yang tergolong berat mereka perbincangkan juga. "Kalau seminggu
ini yang jadi obrolan soal Iman Samudra dan jihad," jelas Tini kepada
detikcom, Sabtu (1/11/2008).

Obrolan tentang Imam Samudra, Amrozi serta Ali Gufron belakangan memang
semakin gencar. Terutama dilakukan warga yang tinggal di sekitar kediaman
para terpidana mati kasus Bom Bali I tersebut. Misalnya di warung Teh Tini
yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah keluarga Imam Samudra di Lopang
Gede, Kota Serang.

Dikatakan Tini, para pelanggannya umumnya berpendapat kalau Imam Samudra dan
kawan-kawannya adalah pahlawan Islam. Mereka  dianggap telah berjihad
membela agama. "Saya sering ngotot ma mereka. Saya selalu bilang kalau Imam
Samudra cs itu adalah teroris atau pembunuh. Karena Islam itu tidak menyuruh
membunuh orang yang tidak berdosa," ujarnya.

Tapi sekalipun Teh Tini berulangkali menjelaskan soal jihad yang salah
kaprah dari Imam Samudra dan kawan-kawannya, para pelanggannya tetap dengan
pendiriannya dan menganggap eksekusi mati terhadap Imam Samudra tidak tepat.

Pro kontra soal status pahlawan atau teroris bagi tiga terpidana mati Bom
Bali I saat ini mulai jadi perdebatan di masyarakat, terutama warga di
sekitar tempat tinggal Aamrozi cs.

Di Serang, gabungan  ormas Islam  se Kecamatan Pontang, Serang yang
menamakan diri Jaringan Islam Underground (JIUN) menganggap eksekusi yang
dilakukan terhadap Amrozi cs tidak tepat. Untuk itu jaringan ini  mengadakan
doa bersama menentang eksekusi mati terhadap eksekusi tersebut.

Menurut Molid, salah satu aktivis JIUN, pemerintah wajib mengampuni ketiga
mujahid tersebut, bukan malah mengeksekusi. Ia kemudian  menuding kalau
eksekusi tersebut lantaran adanya campur tangan asing yang sengaja
menyudutkan umat Islam.

Puluhan orang yang terdiri dari ulama, santri dan santriwati itu berkumpul
untuk doa bersama sambil membaca Surat Yasin, di Majelis Al Huda, Kampung
Begog, Desa Tembakang, Kecamatan Pontang, Selasa (4/11/2008)

Sementara di Cilacap, Amrozi cs juga mendapat perhatian khusus di mata Front
Pembela Islam (FPI). Bahkan, FPI Cilacap bersedia 'mengawal' Amrozi cs
hingga liang lahat.

Ketua DPW FPI Cilacap M Suryo Haryanto mengatakan, kesiapan mengawal Amrozi
cs di detik-detik eksekusi dilaksanakan, mengurus, dan mengantarkan
jenazahnya hingga ke Lamongan. Tidak hanya itu,  Suryo mengatakan pihaknya
juga bersedia menampung jenazah ketiga pelaku bom Bali itu. Bahkan tanah
pemakaman juga sudah disiapkan bagi mereka di Cilacap.

FPI yang dipimpin Suryo sebelumnya juga telah menggelar doa bersama di
Masjid Baetul Mukminin, Jalan Stapelan Kompleks Balai Desa Sidamulya,
Kecamatan Sidamulya, Cilacap. Doa tersebut dimaksudkan sebagai bentuk
solidaritas sesama Muslim.

Bentuk dukungan terhadap Amrozi cs yang lebih ekstrem bahkan muncul di
Surabaya, Jawa Timur. Sejumlah poster bernada provokatif sempat tertempel di
sejumlah titik di wilayah Jambangan dan Kertajaya, Sabtu (1/11/2008). Poster
itu berisi kata-kata dukungan terhadap Amrozi cs dan menganggap Amrozi cs
sebagai syuhada.

Dengan bermunculannya dukungan terhadap Amrozi cs apakah pemboman yang
dikategorikan Amrozi cs merupakan upaya jihad? Abu Rusdan, petinggi Jamaah
Islamiyah (JI) mengatakan, Islam tidak mengenal aksi kekerasan. Sebab Islam
justru menghendaki adanya kemakmuran buat semua orang. Karena itu, tindak
kekerasan tidaklah dibenarkan dalam Islam.

"Apapun bentuk yang mengaitkan Islam dengan kejahatan kemanusiaan merupakan
tindak aniaya terhadap kaum muslimin," tegas Rusdan kepada detikcom.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Umar Shihab mengatakan, setiap
orang bisa berbeda pendapat soal jihad. *Tapi menurutnya, jika Amrozi cs
dikatakan telah berjihad dengan melakukan pengeboman itu merupakan pemahaman
yang sangat keliru.*

"Dalam Alquran maupun hadis disebutkan kalau jihad tidak selalu harus
membunuh. Malah lebih banyak ditekankan *untuk berjihad melalui harta bukan
nyawa,"* jelas Umar Shihab kepada detikcom.

Umar Shihab juga menegaskan, *MUI sudah berulang kali menegaskan kalau
tindakan Amrozi cs adalah teroris bukan dalam rangka jihad. *Jadi MUI
menghimbau kepada pihak yang menganggap Amrozi sebagai suhada agar bertanya
kepada ulama yang ahli ilmu. Supaya pemahamannya soal jihad tidak salah
kaprah.

*(ddg/iy)*

Kirim email ke